Ad Placeholder Image

PAD: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

PAD: Kenali Gejala, Penyebab, & Cara Mengobati!

PAD: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati!PAD: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati!

Ringkasan: Peripheral Artery Disease (PAD) adalah kondisi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke tungkai dan kaki akibat penumpukan lemak. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke otot terhambat, sehingga penderita sering mengalami nyeri saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Apa Itu Peripheral Artery Disease?

Peripheral Artery Disease (PAD) atau penyakit arteri perifer adalah gangguan sirkulasi darah di mana pembuluh arteri yang menyempit mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Kondisi ini paling sering memengaruhi kaki, meskipun arteri yang menuju ke kepala, lengan, dan organ perut juga dapat mengalami penyempitan serupa.

Penyempitan ini biasanya terjadi akibat penumpukan deposit lemak di dinding arteri yang membatasi suplai nutrisi dan oksigen ke otot-otot ekstremitas. Jika aliran darah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme otot selama aktivitas, penderita akan merasakan ketidaknyamanan yang signifikan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda awal adanya aterosklerosis sistemik yang lebih luas di dalam tubuh.

“Peripheral artery disease merupakan manifestasi klinis utama dari aterosklerosis pada ekstremitas bawah yang meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular mayor.” — PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), 2022

Dalam klasifikasi medis ICD-10, kondisi ini sering merujuk pada kode I73.9 yang mencakup penyakit vaskular perifer lainnya. Memahami definisi ini penting karena seringkali penderita salah mengira gejalanya sebagai tanda kelelahan otot biasa atau penuaan, padahal terdapat masalah serius pada sistem vaskular.

Apa Gejala Penyakit Arteri Perifer?

Gejala penyakit arteri perifer yang paling umum adalah klaudikasi intermiten, yaitu rasa nyeri, kram, atau kelelahan pada otot kaki yang muncul saat berjalan dan hilang setelah beristirahat. Intensitas nyeri bervariasi mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga nyeri yang sangat melemahkan sehingga mengganggu mobilitas harian.

Selain nyeri otot, terdapat beberapa tanda fisik yang dapat diamati pada area yang terdampak. Aliran darah yang buruk menyebabkan perubahan pada kulit dan jaringan di sekitar tungkai atau kaki. Gejala klinis yang sering muncul meliputi:

  • Rasa dingin pada kaki atau tungkai bawah, terutama jika dibandingkan dengan sisi lainnya.
  • Perubahan warna kulit kaki menjadi pucat, kebiruan, atau mengkilap.
  • Luka pada ibu jari, kaki, atau tungkai yang sulit sembuh atau tidak kunjung sembuh.
  • Pertumbuhan bulu kaki yang melambat atau bahkan rontok pada area tungkai.
  • Pertumbuhan kuku kaki yang lebih lambat dan tekstur kuku menjadi lebih tebal.
  • Denyut nadi pada kaki terasa lemah atau tidak teraba sama sekali oleh petugas medis.
  • Disfungsi ereksi pada pria, terutama jika penyempitan terjadi pada arteri di area panggul.

Pada kasus yang lebih berat, nyeri dapat muncul bahkan saat penderita sedang beristirahat atau berbaring. Kondisi ini dikenal sebagai nyeri istirahat (rest pain), yang sering kali terasa cukup parah hingga mengganggu waktu tidur di malam hari.

Apa Penyebab PAD?

Penyebab utama penyakit arteri perifer adalah aterosklerosis, yaitu proses pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat akumulasi plak. Plak ini terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lain yang ditemukan dalam darah yang menempel pada dinding bagian dalam pembuluh nadi atau arteri.

Seiring berjalannya waktu, plak tersebut mengeras dan mempersempit diameter arteri, sehingga membatasi aliran darah yang kaya oksigen ke organ dan jaringan tubuh. Meskipun aterosklerosis biasanya dikaitkan dengan jantung, proses ini dapat terjadi di arteri mana pun di seluruh tubuh. Selain aterosklerosis, terdapat penyebab lain yang lebih jarang terjadi seperti peradangan pembuluh darah (vaskulitis), cedera pada anggota tubuh, atau kelainan struktur anatomi ligamen.

Faktor Risiko Gangguan Arteri

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan probabilitas seseorang terkena gangguan pembuluh darah ini. Faktor risiko utama meliputi kebiasaan merokok, diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Usia di atas 50 tahun juga merupakan faktor risiko yang tidak dapat dihindari, terutama jika disertai dengan riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke. Obesitas dan gaya hidup sedenter atau kurang gerak fisik semakin memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Mendiagnosis PAD?

Diagnosis penyakit arteri perifer diawali dengan pemeriksaan fisik dan peninjauan riwayat medis secara mendalam. Dokter akan memeriksa denyut nadi di kaki untuk melihat apakah terdapat pelemahan atau hilangnya denyut yang menandakan adanya hambatan aliran darah di pembuluh arteri tersebut.

Prosedur diagnostik yang paling umum digunakan adalah tes Ankle-Brachial Index (ABI). Tes ini membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan menggunakan manset tekanan darah standar dan perangkat ultrasound Doppler khusus. Hasil perbandingan ini membantu menentukan tingkat keparahan penyempitan arteri.

Jika hasil ABI menunjukkan ketidaknormalan, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan, seperti:

  • Ultrasound Doppler untuk melihat aliran darah melalui pembuluh darah dan mengidentifikasi area yang tersumbat.
  • Angiografi menggunakan kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk memetakan jalur aliran darah melalui sinar-X, CT scan, atau MRI.
  • Tes darah untuk mengukur kadar kolesterol, trigliserida, dan glukosa guna mengidentifikasi faktor risiko yang mendasari.

Bagaimana Cara Mengobati PAD?

Tujuan utama pengobatan penyakit arteri perifer adalah untuk mengelola gejala seperti nyeri kaki sehingga penderita dapat kembali beraktivitas fisik dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penanganan biasanya melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup yang drastis dan penggunaan obat-obatan sesuai resep dokter.

Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol (statin), mengontrol tekanan darah, serta mencegah pembentukan gumpalan darah (antiplatelet seperti aspirin atau clopidogrel). Obat khusus untuk meningkatkan aliran darah ke kaki juga dapat diberikan guna mengurangi gejala klaudikasi selama aktivitas berjalan.

Pada kasus di mana penyumbatan sudah sangat signifikan, prosedur medis mungkin diperlukan, antara lain:

  • Angioplasti: Penggunaan balon kecil yang ditiupkan di dalam arteri untuk membuka sumbatan, sering kali diikuti dengan pemasangan stent (tabung jaring logam) untuk menjaga arteri tetap terbuka.
  • Operasi Bypass: Prosedur membuat jalur baru di sekitar arteri yang tersumbat menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain atau pembuluh sintetis.
  • Aterektomi: Prosedur pengangkatan plak dari dalam dinding arteri menggunakan alat pemotong kecil yang dimasukkan melalui kateter.

Pencegahan Penyakit Arteri Perifer

Pencegahan penyakit arteri perifer berfokus pada pengendalian faktor risiko melalui modifikasi perilaku dan pemantauan kesehatan rutin. Langkah yang paling krusial adalah menghentikan kebiasaan merokok secara total, karena zat kimia dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis.

Menjaga pola makan sehat yang rendah lemak jenuh dan tinggi serat sangat membantu dalam mengontrol kadar kolesterol serta berat badan. Aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari, dapat melatih otot kaki untuk menggunakan oksigen lebih efisien dan meningkatkan sirkulasi kolateral di sekitar area yang mengalami penyempitan.

“Mengontrol diabetes dan hipertensi melalui kepatuhan pengobatan dan gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko komplikasi vaskular hingga 50%.” — WHO (World Health Organization), 2023

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan medis diperlukan jika muncul rasa nyeri pada kaki saat berjalan yang sering dianggap sebagai tanda kelelahan biasa namun terjadi secara berulang. Jangan mengabaikan gejala ini, terutama bagi individu yang memiliki riwayat merokok, diabetes, atau berusia lanjut, karena diagnosis dini dapat mencegah amputasi.

Jika terjadi luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu, segera lakukan pemeriksaan vaskular. Konsultasi ke dokter Halodoc tersedia 24 jam untuk membantu mengidentifikasi gejala awal dan mendapatkan arahan medis mengenai perlunya pemeriksaan tekanan darah pergelangan kaki atau tes diagnostik lainnya secara lebih mendalam.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatan pembuluh darah perifer.

Kesimpulan

Peripheral Artery Disease adalah kondisi medis serius yang memerlukan perhatian jangka panjang guna mencegah risiko serangan jantung atau stroke. Penanganan yang meliputi modifikasi gaya hidup, kontrol gula darah, dan penggunaan obat-obatan antiplatelet terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas hidup penderita. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.