• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Koarktasio Aorta

6 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Koarktasio Aorta

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Koarktasio aorta adalah kondisi di mana aorta, pembuluh darah besar yang bercabang dari jantung dan berfungsi untuk menyalurkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh, mengalami penyempitan. Kondisi ini biasanya terjadi saat lahir (bawaan). 

Namun, dokter biasanya dapat mendiagnosis koarktasio aorta melalui beberapa pemeriksaan, sehingga tindakan operasi pun dapat dilakukan segera setelah bayi lahir untuk mengatasi kondisi tersebut. Yuk, ketahui pemeriksaan untuk mendeteksi koarktasio aorta di sini.

Usia di mana koarktasio aorta didiagnosis tergantung pada keparahan kondisi tersebut. Koarktasio berat biasanya didiagnosis selama masa bayi. Tes untuk mendeteksi koarktasio aorta seringkali tidak mungkin dilakukan sebelum bayi lahir.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Si Kecil Idap Koarktasio Aorta

Sedangkan orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua, yang didiagnosis memiliki koarktasio aorta mungkin memiliki kasus yang lebih ringan dan tidak mengalami gejala. Mereka mungkin terlihat sehat-sehat saja sampai dokter mendeteksi adanya kondisi-kondisi berikut:

  • Tekanan darah tinggi pada lengan.

  • Perbedaan tekanan darah antara lengan dan kaki, di mana tekanan darah lebih tinggi di lengan daripada di kaki.

  • Denyut nadi melemah.

  • Bising jantung, yaitu bunyi desis abnormal yang disebabkan oleh aliran darah yang lebih cepat melalui area yang menyempit.

Baca juga: Penting, Ketahui Faktor Risiko Koarktasio Aorta

Berikut ini pemeriksaan untuk memastikan diagnosis koarktasio aorta:

1. Ekokardiogram

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar jantung pengidap. Gelombang suara memantul dari jantung yang kemudian menghasilkan gambar bergerak yang dapat dilihat di layar video.

Ekokardiogram seringkali dapat mendeteksi lokasi dan tingkat keparahan koarktasio aorta dan menunjukkan kelainan jantung lainnya, seperti katup aorta bicuspid. Ekokardiogram merupakan salah satu pemeriksaan yang sering digunakan dokter untuk mendiagnosis koarktasio aorta dan menentukan opsi pengobatan yang paling tepat untuk pengidap.

2. Elektrokardiogram (EKG)

EKG mencatat aktivitas listrik di jantung pengidap setiap kali berkontraksi. Selama prosedur ini, elektroda akan ditempelkan di dada, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki kamu. Elektroda mengukur aktivitas listrik yang direkam di atas kertas atau monitor komputer.

Bila koarktasio aorta sudah parah, EKG dapat menunjukkan bahwa dinding bilik jantung bawah menebal (hipertrofi ventrikel).

3. Rontgen Dada

Pemeriksaan ini dapat menghasilkan gambar jantung dan paru-paru seseorang. Rontgen dada mungkin juga dapat menunjukkan penyempitan di aorta di lokasi koarktasio atau bagian yang membesar dari aorta atau keduanya.

4. MRI

Pemeriksaan ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar yang detail dari jantung dan pembuluh darah pengidap.

MRI dapat mengungkapkan lokasi dan tingkat keparahan koarktasio aorta, menentukan apakah kondisi tersebut memengaruhi pembuluh darah lain di tubuh pengidap, serta mendeteksi apakah ada kelainan jantung lainnya. Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan ini untuk menentukan opsi pengobatan untuk pengidap.

5. CT Scan

Pemeriksaan ini menggunakan serangkaian gambar sinar-X yang diambil dari berbagai sisi di sekitar tubuh seseorang.

Dalam angiogram CT, dokter akan menyuntikkan zat pewarna ke dalam pembuluh darah untuk menyoroti aliran darah di arteri dan vena pengidap. Pemeriksaan angiogram CT memungkinkan dokter untuk melihat lokasi dan tingkat keparahan koarktasio aorta, menentukan apakah itu memengaruhi pembuluh darah lain di tubuh, dan mendeteksi cacat jantung lainnya. Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan ini untuk menentukan opsi pengobatan untuk pengidap.

Baca juga: Inilah Bagian Tubuh yang Sering Diperiksa dengan CT scan

6. Kateterisasi Jantung

Selama prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung atau kateter yang panjang dan tipis ke dalam arteri atau vena di pangkal paha, lengan atau leher, dan memasangnya ke jantung dengan menggunakan pencitraan sinar-X.

Dokter mungkin menyuntikkan zat pewarna melalui kateter untuk membuat struktur jantung terlihat pada gambar sinar-X. Zat warna juga dapat mengukur tekanan dan kadar oksigen di ruang jantung dan di pembuluh darah. Kateterisasi jantung dapat membantu menentukan tingkat keparahan koarktasio aorta.

Pemeriksaan ini sebenarnya jarang digunakan untuk mendeteksi koarktasio aorta, tetapi dokter dapat menggunakannya untuk membantu merencanakan operasi atau perawatan lain bila dibutuhkan. Dengan kata lain, prosedur kateter dapat digunakan untuk melakukan perawatan tertentu untuk koarktasio aorta. 

Itulah 6 pilihan pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi koarktasio aorta. Untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatan yang kamu alami, bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Coarctation of the aorta.