• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Cacar Air pada Ibu Hamil

Penanganan Cacar Air pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Cacar air yang menyerang ibu hamil sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini tidak hanya bisa memengaruhi ibu hamil, tetapi juga bisa berdampak pada bayi yang tengah dikandung. Lantas, bagaimana penanganan dan pengobatan yang bisa dilakukan jika ibu hamil mengalami cacar air? Simak penjelasannya di bawah ini

Cacar air alias varisela merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Kondisi ini ditandai dengan munculnya demam, nyeri pada tubuh, serta ruam kecil kemerahan di permukaan kulit. Pada ibu hamil, cacar air umumnya terjadi di 20 minggu pertama kehamilan. Untuk mengurangi risiko komplikasi, penting untuk segera mengobati cacar air yang menyerang di masa kehamilan. 

Baca juga: Ini Alasan Cacar Air Mudah Menular

Obat untuk Cacar Air 

Cacar air pada ibu hamil bisa muncul akibat kontak langsung dengan ruam atau percikan air ludah dari orang yang sebelumnya sudah mengidap cacar air. Setelah virus menginfeksi, penyakit ini akan mulai menunjukkan gejala dalam 10–21 hari. Risiko penyakit ini terbilang kecil pada ibu hamil yang sebelumnya sudah pernah mengalami cacar air. Sebab, tubuh sudah membangun sistem kekebalan terhadap virus. 

Penanganan segera pada ibu hamil yang mengalami cacar air harus dilakukan. Sebelumnya, dokter akan mendiagnosis kondisi ini dengan mengidentifikasi gejala serta pemeriksaan darah. Jika hasilnya positif terinfeksi cacar air, maka ibu hamil akan mendapat pengobatan berupa konsumsi obat antivirus. 

Obat antivirus dalam bentuk pil mungkin akan diberikan untuk membantu penyembuhan infeksi pada ibu hamil. Dokter akan memberikan obat yang tergolong aman untuk dikonsumsi ibu hamil serta tidak mengganggu janin yang tengah dikandung. Jika cacar air pada ibu hamil terjadi saat melahirkan, obat antivirus juga akan diberikan sesegera mungkin pada bayi.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

Jika ditangani dengan tepat, cacar air pada ibu hamil umumnya akan sembuh tanpa efek apa pun. Sebaliknya, cacar air yang dianggap sepele bisa memicu komplikasi, baik bagi ibu maupun bayi yang tengah dikandung. Pada ibu hamil, cacar air bisa meningkatkan risiko komplikasi berupa pneumonia, ensefalitis, dan hepatitis. 

Kendati begitu, masih belum ditemukan bukti apakah cacar air pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran atau tidak. Cacar air bisa menular ke bayi melalui plasenta. Komplikasi akibat penularan cacar air bisa muncul saat bayi masih di dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Cacar air yang terjadi pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu disebut bisa menyebabkan bayi lahir dengan membawa sindrom varisela kongenital.

Sindrom tersebut dapat mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi berupa bekas luka, kelainan otot dan tulang, kelumpuhan, ukuran kepala kecil, kebutaan, kejang, atau keterbelakangan mental. Sementara cacar air yang terjadi pada usia kehamilan 28–36 minggu kemungkinan besar tidak akan menimbulkan gejala apapun pada bayi. 

Selain pada bayi di kandungan, cacar air pada ibu hamil juga bisa memicu komplikasi setelah bayi dilahirkan. Bayi berisiko mengalami cacar air neonatal, yaitu cacar air pada bayi yang bisa mengancam nyawa. Gejala cacar air ini umumnya akan muncul pada usia bayi sekitar 5–10 hari setelah lahir. Jika tidak ditangani dengan tepat, cacar air pada bayi baru lahir bisa mengakibatkan kehilangan nyawa.

Baca juga: Awas, 4 Kelompok Ini Rentan Terserang Cacar Air

Cari tahu lebih lanjut seputar cacar air pada ibu hamil dan cara mengobatinya dengan bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. What are The Risks of Chickenpox During Pregnancy?
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Chickenpox (Varicella).
Stanford Children's Health. Chickenpox (Varicella) and Pregnancy.
Baby Center. Diakses pada 2020. Chicken pox during pregnancy.