• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Efektif saat Alami Herpes di Mulut

Penanganan Efektif saat Alami Herpes di Mulut

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit herpes juga bisa terjadi di area mulut, yang dikenal dengan sebutan herpes labialis atau herpes oral. Penyebab dari penyakit herpes pada mulut ini sama seperti herpes yang menyerang organ intim atau herpes genital, yaitu infeksi virus Herpes simpleks tipe 1. 

Cara penularan virus penyebab herpes mulut ini sangatlah mudah. Misalnya dengan menggunakan alat makan atau pelembap bibir secara bergantian dengan pengidapnya, atau saat berciuman. Lantas, bagaimana penanganan yang efektif ketika mengalami herpes di mulut?

Baca juga: Kenali Jenis Herpes yang Bisa Menyerang Mulut dan Bibir

Cara Penanganan Herpes di Mulut

Jika kamu mengalami gejala herpes di sekitar mulut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Agar lebih mudah dan cepat, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit. Dengan begitu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kamu terinfeksi penyakit  herpes di mulut, dokter akan memberikan pengobatan berupa anti virus, seperti acyclovir, famciclovir, atau valacyclovir. Pemberian obat-obatan tersebut berguna untuk meringankan gejala dan membantu menekan risiko penyebaran dari penderita kepada orang lain.

Selain pemberian obat, ada beberapa langkah penanganan lain yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala yang muncul, seperti:

  • Menjaga kondisi mulut tetap bersih.
  • Mengompres dingin area yang luka untuk meredakan rasa sakit yang muncul.
  • Hindari konsumsi minuman hangat, makanan pedas, asam dan asin selama beberapa waktu.
  • Minum obat pereda nyeri.

Baca juga: 4 Bahaya Herpes Simpleks yang Masih Jarang Orang Tahu

Perlu diketahui bahwa infeksi virus herpes di tubuh tidak bisa sembuh total, sehingga penting untuk mengetahui cara meminimalkan penularannya. Hindari penggunaan gelas, alat makan, makeup, pelembap bibir secara bersama-sama, karena benda-benda tersebut bisa jadi media penularan virus herpes. Selain itu, berhati-hatilah dalam aktivitas seks oral, karena bisa menyebabkan tertularnya virus herpes di bibir dan mulut.

Meski semua kalangan usia memiliki kemungkinan terkena herpes di bibir dan mulut, anak-anak lebih berisiko untuk tertular penyakit ini. Terlebih jika terjadi kontak langsung dengan orang dewasa yang mengidap herpes. Jadi, segeralah periksakan diri ke dokter, jika mencurigai tertular herpes di bibir dan mulut, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana Gejala Herpes di Mulut?

Gejala herpes di mulut biasanya muncul dalam kurun waktu 1-3 minggu setelah terinfeksi virus. Gejala yang ditimbulkan bisa beragam, tetapi beberapa orang mengalami sariawan saat pertama kali virus ini menyerang. Selain sariawan, gejala herpes di mulut juga ditandai dengan:

  • Rasa gatal dan sensasi seperti kesemutan di area yang terinfeksi
  • Luka lepuh atau lenting-lenting kecil di area bibir dan sekitarnya. Luka lepuh ini dapat pecah dan mengering dalam kurun waktu 6 hari.
  • Pada beberapa kasus, luka dapat menyebar ke area gusi, lidah, langit-langit mulut, dan bagian dalam pipi.
  • Pada sebagian orang, herpes oral dapat memicu gejala lain, seperti nyeri otot, demam, sakit kepala, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit saat menelan.

Baca juga: Waspada, Virus Herpes Mampu Sebabkan Sarkoma Kaposi

Perlu diketahui juga bahwa herpes di bibir mungkin dapat sembuh, tetapi virus herpes tidak bisa hilang sepenuhnya. Setelah gejala infeksi herpes di mulut menghilang, virus ini akan tinggal di jaringan saraf tulang belakang, dalam keadaan tidur atau nonaktif dan dapat kembali aktif atau kambuh sewaktu-waktu ketika sedang stres atau mengalami cedera fisik.

Referensi:
Johns Hopkins Hospital. Diakses pada 2020. Oral Herpes: What You Need to Know.
Healthline. Diakses pada 2020. Herpes Simplex.
WebMD. Diakses pada 2020. Oral Herpes.