• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Terkena Tetanus, Ketahui Penanganan Pertamanya

Anak Terkena Tetanus, Ketahui Penanganan Pertamanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Tetanus adalah penyakit yang berkembang cepat dan bisa mematikan apabila tidak segera ditangani. Banyak informasi yang beredar kalau tetanus terjadi ketika seseorang tertusuk paku. Akar permasalahannya terletak pada bakteri tetanus yang menempel di paku tersebut dan bukan berasal dari paku itu sendiri. Bukan cuma paku, benda apa pun atau jenis hewan tertentu dapat menularkan tetanus jika sudah terkontaminasi bakteri ini. 

Bakteri tetanus umumnya ditemukan di tanah dan debu, serta di dalam usus beberapa jenis hewan. Pintu masuk utama bakteri tetanus yaitu melalui luka kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi Si Kecil bermain karena mereka rentan terluka. Cara infeksi bakteri tetanus yaitu menghasilkan racun yang merusak saraf, sehingga pengidapnya mengalami kejang otot yang parah. Lantas, bagaimana penanganan pertama saat Si Kecil terkena tetanus?

Baca Juga: Alasan Tetanus Bisa Mematikan Jika Tidak Diatasi dengan Benar

Penanganan Pertama Tetanus pada Anak

Perawatan tetanus tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan anak secara keseluruhan serta tergantung pada seberapa parah kondisinya. Penanganan pertama yang perlu dilakukan saat anak terluka, yaitu:

  • Segera bersihkan luka kulit dan tutup dengan perban yang bersih;

  • Jika Si Kecil mengalami gejala otot kaku dan kejang yang dimulai pada rahang dan leher, segera dapatkan bantuan medis segera dengan membawa Si Kecil ke rumah sakit terdekat.

  • Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter perlu mengidentifikasi apakah anak mengalami gejala tetanus atau bukan. Jika benar, maka Si Kecil diberikan suntikan imunoglobulin dan suntikan antitoksin tetanus. 

Kemungkinan Si Kecil perlu rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat memantau perkembangan kondisinya. Pada kasus yang parah, anak perlu dirawat intensif dengan dibantu oleh tabung pernapasan yang dimasukkan ke bagian depan tenggorokan (trakeostomi) jika memiliki masalah pernapasan. Anak juga perlu diberi obat untuk mengendalikan kejang. Nah, agar ibu bisa mengidentifikasi tanda tetanus, berikut gejala yang perlu diketahui. 

Baca Juga: Alasan Suntik Tetanus pada Pasangan yang Akan Menikah

Tanda dan Gejala Tetanus

Ciri khas tetanus umumnya ditandai dengan otot yang kaku dan lemah hanya di daerah luka. Gejala ini disebut tetanus terlokalisasi. Gejalanya masih dapat hilang tanpa pengobatan. Sedangkan gejala yang serius, ditandai dengan kejang otot di rahang dan leher, sehingga mengunci rahang Si Kecil untuk selalu tertutup. Gejala lainnya, yaitu:

  • Kejang otot yang menyakitkan, sering dipicu oleh kebisingan, cahaya, atau sentuhan;

  • Otot-otot wajah yang kaku, atau alis terangkat dengan bibir ditarik ke seringai;

  • Otot perut, lengan, dan kaki kaku;

  • Kesulitan bernapas atau menelan;

  • Merasa gelisah atau mudah tersinggung;

  • Detak jantung atau pernapasan cepat;

  • Sakit kepala;

  • Kejang dan berkeringat;

  • Sulit buang air kecil.

Baca Juga: Vaksin Tetanus Wajib Diberikan pada Anak, Ini Alasannya

Itulah sejumlah gejala yang wajib ibu ketahui. Satu-satunya langkah preventif tetanus adalah dengan melakukan vaksinasi difteri, tetanus, dan aselular pertusis. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai imunisasi ini, ibu dapat berdiskusi langsung bersama dokter Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Lebih praktis, kan?

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2020. Tetanus in Children.
Kids Health. Diakses pada 2020. Tetanus.
WebMD. Diakses pada 2020. Tetanus treatment.