• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Penerapan New Normal di Kantor

Begini Penerapan New Normal di Kantor

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sebentar lagi kita akan menjalankan new normal sebagai langkah untuk beradaptasi dengan keberadaan COVID-19. Para ahli memprediksi COVID-19 atau virus corona ini tidak akan hilang seperti virus-virus lainnya. 

Seperti yang dilansir di time.com, Dr. Bruce Aylward senior advisor Director mengatakan bagaimana respons kita terhadap virus akan menentukan sejauh mana kita bertahan. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Awal Juni PSBB sudah dilonggarkan, bagaimana penerapan new normal di ruang-ruang publik, terutama di perkantoran?

Penerapan The New Normal di Perkantoran

Baru-baru ini Menkes Terawan menerbitkan panduan penerapan new normal di perkantoran untuk meningkatkan upaya pencegahan corona di lingkungan kerja terkait PSBB yang akan dilonggarkan. Adapun beberapa aturan tersebut adalah:

Baca juga: Halofit, Cara Cegah COVID-19 dengan Vitamin Selama 7 Hari

  1. Tetap update terhadap perkembangan informasi mengenai corona untuk diterapkan lingkungan kerja.
  2. Pembentukan tim penanganan COVID-19 di kantor-kantor.
  3. Tidak memberikan stigma negatif terhadap karyawan yang positif COVID-19.
  4. Pengaturan WFH tetap diberlakukan.
  5. Pemeriksaan suhu di pintu masuk kantor.
  6. Pengaturan waktu kerja yang tidak terlalu panjang
  7. Mewajibkan penggunaan masker di ruang kerja.
  8. Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat.
  9. Menerapkan pengaturan jarak minimal 1 meter dari karyawan yang satu ke karyawan yang lain.
  10. Mengampanyekan gerakan hidup sehat.
  11. Tidak berkerumun
  12. Melakukan pemantauan kesehatan kepada tiap-tiap karyawan apakah layak untuk bekerja di kantor atau tidak. 

Butuh informasi lebih detail mengenai corona, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Baca juga: Pedoman The New Normal dari WHO di Tengah Pandemi Corona

Kembali bekerja di situasi pandemi tidaklah sama dengan situasi normal lainnya. Selain menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental. Akan ada banyak penyesuaian dan adaptasi yang dilakukan terkait new normal. 

Panduan yang diungkapkan di atas besar kemungkinan akan membawa perubahan pada mental karyawan. Sejatinya, pandemi tidak hanya hanya menciptakan krisis kesehatan fisik dan ekonomi, tetapi juga krisis kesehatan mental. 

Tips Menjaga Kesehatan Mental di New Normal

Karyawan akan mengalami stres dan kecemasan saat beradaptasi dengan new normal yang juga akan berdampak pada hasil pekerjaannya kelak. Karena itu, dari perusahaan dan karyawan harus menerapkan coping system, supaya karyawan bisa beradaptasi dengan new normal sealami mungkin. Berikut ini beberapa penerapan yang bisa diaplikasikan:

  1. Tetap Terhubung Meski Pembatasan Fisik 

Beberapa karyawan mungkin tidak memiliki anggota keluarga, sehingga pembatasan sosial di kantor bisa memberikan dampak yang signifikan. Situasi ini bisa menciptakan stres tambahan. Tetap terhubung sangat penting. Kamu bisa menerapkannya di WhatsApp group kantor ataupun saat masuk kantor tetap mengobrol seperti biasa menceritakan apa yang kamu alami dengan tetap menjaga jarak sehat dengan teman-teman kantor.

  1. Berkreasilah dengan Cara Komunikasimu

Walaupun kamu tidak lagi bersentuhan ataupun dekat secara fisik, tetapi kamu tetap bisa mengupayakan komunikasi. Aplikasi online sejauh ini memiliki beragam layanan yang mendekatkan yang jauh. Ini bisa digunakan untuk menjaga kewarasan dan semangat bekerja.

  1. Program Kesehatan Mental

Alangkah baiknya bila tempat kerja menyediakan program kesehatan mental. Bisa dengan kelas meditasi atau psikolog online yang bisa diakses oleh karyawan. Tidak ada cara untuk memprediksi bagaimana pandemi ini bisa berakhir. Beradaptasi adalah satu-satunya cara untuk kita bisa menjalani aktivitas seperti biasa. 

Referensi:
Time.com. Diakses pada 2020. Will the Coronavirus Ever Go Away? Here's What One of the WHO's Top Experts Thinks.
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/328/2020 TENTANG PANDUAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI TEMPAT KERJA PERKANTORAN DAN INDUSTRI DALAM MENDUKUNG KEBERLANGSUNGAN USAHA  PADA SITUASI PANDEMI. Diakses pada 2020. 
Channel New Asia. Diakses pada 2020. Employers must adjust mindsets, embrace working from home as new normal: Lawrence Wong.
Mental Health America. Diakses pada 2020. A Message Employers Need To Hear: The “New Normal” Includes Looking After Employee Mental Wellness.