Ad Placeholder Image

Pengertian Abortus: Fakta Penting Tentang Keguguran

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Pengertian Abortus: Bukan Sekadar Keguguran

Pengertian Abortus: Fakta Penting Tentang KeguguranPengertian Abortus: Fakta Penting Tentang Keguguran

Memahami Pengertian Abortus: Berakhirnya Kehamilan Prematur

Abortus merujuk pada berakhirnya kehamilan secara prematur. Kondisi ini terjadi sebelum janin mampu bertahan hidup di luar kandungan.

Batasan usia kehamilan untuk abortus umumnya sebelum 20 minggu. Atau ketika berat janin kurang dari 500 gram.

Abortus dapat terjadi secara alami yang dikenal sebagai keguguran spontan. Atau juga dapat terjadi karena intervensi medis yang disengaja atau terinduksi.

Pemahaman mengenai abortus sangat penting untuk mengenali kondisi dan penanganan yang tepat.

Apa itu Abortus? Definisi Lengkap dalam Dunia Medis

Abortus adalah kondisi medis ketika kehamilan berakhir sebelum waktunya. Ini berarti janin belum mencapai tahap kematangan yang cukup untuk bertahan hidup di luar rahim.

Secara medis, terminasi kehamilan dianggap abortus jika terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu lengkap. Atau jika berat janin kurang dari 500 gram.

Kondisi ini bisa terjadi secara tidak terduga akibat masalah biologis. Atau bisa pula diinisiasi secara medis untuk alasan tertentu.

Jenis-Jenis Abortus: Spontan dan Provokatus

Abortus dikategorikan menjadi beberapa jenis utama berdasarkan penyebabnya. Pemahaman jenis ini penting untuk diagnosa dan penanganan.

  • Abortus Spontan

Abortus spontan adalah keguguran yang terjadi secara alami. Ini tanpa adanya intervensi medis atau tindakan yang disengaja.

Keguguran spontan seringkali disebabkan oleh faktor-faktor biologis. Contohnya seperti kelainan kromosom atau masalah pada rahim.

  • Abortus Provokatus (Induksi)

Abortus provokatus adalah penghentian kehamilan yang disengaja. Tindakan ini dilakukan melalui prosedur medis.

Terdapat dua subtipe utama dalam kategori ini. Setiap subtipe memiliki indikasi yang berbeda.

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Terapeutik

Jenis abortus ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atau menjaga kesehatan ibu. Tindakan dilakukan berdasarkan alasan medis yang kuat.

Contohnya adalah ketika kehamilan menimbulkan risiko serius bagi ibu. Atau jika janin memiliki kelainan fatal yang tidak memungkinkan kehidupan.

Penyebab Abortus: Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Penyebab abortus sangat beragam dan kompleks. Faktor-faktor ini bisa berasal dari janin maupun dari kondisi ibu.

Kelainan kromosom janin merupakan salah satu penyebab paling umum. Ini seringkali terjadi secara acak dan tidak dapat dicegah.

Masalah pada plasenta juga dapat memicu abortus. Plasenta yang tidak berkembang sempurna menghambat nutrisi janin.

Kondisi kesehatan ibu juga memainkan peran penting. Penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol atau anemia berat meningkatkan risiko.

Selain itu, kelainan pada rahim, seperti bentuk rahim yang tidak normal atau fibroid, dapat menghambat kehamilan. Kondisi ini membuat implantasi janin sulit atau memicu abortus.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis untuk Abortus?

Mengenali tanda dan gejala abortus sangat penting. Segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Gejala umum termasuk pendarahan vagina yang tidak biasa. Pendarahan ini bisa disertai nyeri atau kram pada perut bagian bawah.

Darah yang keluar bisa berwarna merah terang atau coklat. Jumlahnya bisa bervariasi, dari flek ringan hingga pendarahan hebat.

Beberapa wanita juga mungkin merasakan keluarnya jaringan dari vagina. Jika mengalami gejala-gejala ini, segera hubungi dokter.

Diagnosis dini dan penanganan yang cepat sangat diperlukan. Ini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan kesehatan.

FAQ Seputar Abortus

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang abortus.

  • Apakah abortus selalu disertai rasa sakit?

    Tidak selalu. Beberapa kasus abortus, terutama di awal kehamilan, mungkin hanya menyebabkan flek atau pendarahan ringan tanpa nyeri signifikan. Namun, seringkali abortus disertai nyeri atau kram.

  • Bisakah abortus spontan dicegah?

    Tidak semua abortus spontan dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh kelainan genetik janin. Namun, menjaga kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi risiko, seperti mengelola penyakit kronis dan menghindari zat berbahaya.

  • Apa perbedaan abortus dan keguguran?

    Dalam konteks non-medis, “keguguran” umumnya merujuk pada abortus spontan. Sementara “abortus” adalah istilah medis yang lebih luas, mencakup baik yang spontan maupun yang terinduksi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan reproduksi atau jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Gunakan fitur Tanya Dokter atau buat janji temu di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan terpercaya.