• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Stroke Mudah Terkena Vertigo, Benarkah?

Pengidap Stroke Mudah Terkena Vertigo, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Pengidap stroke lebih rentan mengalami vertigo. Ini dikarenakan stroke menyebabkan gangguan koneksi antara otak dan otak kecil. Otak kecil berfungsi mengendalikan koordinasi wajah dan tubuh. Ketika fungsi otak kecil terganggu, maka akan terjadi ketidakseimbangan fungsi motorik. 

Stroke juga menyebabkan batang otak mengalami gangguan simetri pada gerakan mata yang mengakibatkan penglihatan ganda atau gerakan tersentak yang sangat bisa berkontribusi pada sensasi pusing. Selengkapnya mengenai hubungan antara stroke dan vertigo bisa kamu dibaca di bawah ini!

Stroke dan Vertigo

Serangan stroke ternyata juga dapat mengganggu sensasi pendengaran dan fungsi vestibular yang membantu menjaga keseimbangan. Inilah yang menyebabkan seorang yang terkena stroke dapat mengalami penurunan sensasi dan gangguan kemampuan perpindahan posisi tubuh, akibatnya menimbulkan sensasi pusing menyerupai vertigo.

Namun, tidak semua sensasi pusing yang dibarengi dengan vertigo merupakan tanda ataupun gejala dari vertigo itu sendiri. Jika merasa pusing, akan sangat membantu bila kamu dapat menggambarkan dengan tepat apa yang dirasakan. 

Baca juga: Apa Saja Penyebab Stroke? Ini 8 Jawabannya

Apakah kamu pusing? Apakah pusing ini diiringi perasaan mual? Jika pusing yang kamu alami benar-benar menyebabkan muntah, apakah setelah muntah pusingnya membaik atau semakin buruk?

Apakah kamu merasakan gelisah saat pusing? Cemas atau sensasi pusing lebih intens ketika kamu belum makan? Gejala lain yang perlu diperhatikan saat kamu merasa pusing adalah ketidakseimbangan, penglihatan kabur, atau ganda? Termasuk juga sensasi dunia berputar disekitarmu.

Perlu diketahui kalau sensasi pusing menyerupai vertigo adalah sesuatu yang wajar dan kerap terjadi pada situasi-situasi tertentu. Tidak semua pusing menunjukkan gejala awal serangan stroke ataupun berisiko terserang stroke. 

Jika kamu memiliki masalah pusing yang berulang, penting untuk membuat janji bertemu dengan dokter. Karena banyak kondisi kesehatan yang berbeda dapat menyebabkan pusing, mungkin diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pusing tersebut.

Baca juga: Bisakah Lupus Menyebabkan Stroke?

Apalagi jika pusing yang dirasakan begitu ekstrem dan intens. Tidak perlu tunggu lama-lama, segera tanyakan langsung di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

Perawatan Stroke

Batang otak mengendalikan banyak fungsi dalam hidup manusia. Ini termasuk kemampuan untuk mempertahankan pernapasan yang teratur serta fungsi jantung. Ada beberapa perawatan yang biasa digunakan ahli medis untuk perawatan stroke. 

Salah satunya adalah melarutkan pembekuan darah. Jika seseorang mengalami stroke pada batang otaknya, besar kemungkinan dia akan akan menghabiskan waktu yang panjang untuk menjalani tes dan perawatan di rumah sakit, diikuti dengan masa rehabilitasi selama pemulihan. 

Adapun perawatan untuk stroke tergantung pada area otak yang terlibat dan jumlah jaringan yang rusak. Jika stroke memengaruhi sisi kanan otak, gerakan dan sensasi di sisi kiri tubuh akan terpengaruh. 

Jika stroke merusak jaringan otak di sisi kiri otak, gerakan dan sensasi di sisi kanan tubuhlah yang terpengaruh. Kerusakan otak di sisi kiri otak dapat menyebabkan gangguan bicara dan bahasa. Sebagian besar pengidap stroke perlu menjalani program rehabilitasi. 

Dokter akan merekomendasikan program terapi yang sesuai berdasarkan usia, kesehatan secara keseluruhan, dan tingkat kecacatan akibat stroke tersebut. Selain itu, merekomendasikan gaya hidup, termasuk ketersediaan anggota keluarga untuk menjaga atau pengasuh lainnya. 

Rehabilitasi dapat dimulai sebelum pengidapnya meninggalkan rumah sakit. Setelah pulang, orang yang terkena stroke dapat melanjutkan program di unit rehabilitasi di rumah sakit yang sama atau rawat jalan di rumah.

Pemulihan stroke setiap orang berbeda yang tergantung pada kondisi kesehatannya. Diperlukan  tim perawatan khusus termasuk dokter ahli saraf, ahli fisioterapi, ahli diet, terapis fisik, terapis okupasi, termasuk psikolog. Pencegahan stroke adalah bagian penting dari pemulihan karena kamu perlu menghindari serangan stroke lain lagi saat sedang berangsur pulih dari stroke sebelumnya.

Referensi:

Very Well Health. Diakses pada 2019. Dizziness, Vertigo, and Brainstem Strokes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diabetes.