• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penjelasan Siklus Pelana Kuda pada Demam Berdarah

Ini Penjelasan Siklus Pelana Kuda pada Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta -  Coba tebak, berapa banyaknya jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) atau demam berdarah pada 2020? Menurut data dari Kementerian Kesehatan, DBD di indonesia telah mencapai 16 ribu kasus pada periode Januari sampai Awal maret 2020. Dari angka tersebut, setidaknya 100 jiwa telah meninggal dunia. Cukup mengkhawatirkan, bukan? 

Nah, berbicara demam berdarah, ada fase khas demam berdarah yang tak boleh dilupakan. Fase ini dikenal dengan sebutan “siklus pelana kuda”. Seperti apa sih “siklus pelana kuda” pada demam berdarah? 

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Alasan Demam Berdarah Bisa Berakibat Fatal

Tiga Fese, Demam Naik Turun

Ketika virus penyebab demam berdarah masuk ke dalam tubuh, maka virus jahat tersebut bakal menimbulkan beragam gejala. Mulai dari demam mencapai 40 derajat Celsius, nyeri kepala berat, nyeri sendi, otot, dan tulang, nafsu makan menurun, ruam kemerahan pada kulit, hingga perdarahan dari hidung, gusi, atau bawah kulit.

Di samping itu, ada satu hal yang umumnya dialami oleh pengidap demam berdarah, yaitu siklus pelana kuda. Siklus ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengenal grafik naik-turun panas atau demam yang dialami pengidap DBD. 

Siklus pelana kuda ini terdiri dari tiga fase, yaitu:

  • Fase Pertama, Hari 1–3

Di fase ini gejala DBD akan muncul, khususnya demam tinggi antara 39–41 derajat Celsius. Demamnya bisa berlangsung 3–4 hari, biasanya tak dapat diredakan dengan obat penurun panas biasa. Demam memang bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit. Akan tetapi, bila demam tak kunjung turun dalam waktu 2–3 dan disertai gejala DBD lainnya, segeralah temui dokter. 

  • Fase Kedua, Hari 3–5

Pada fase ini demam akan mereda. Hal yang perlu diamati, jangan terkecoh pada fase ini. Sebab banyak pengidapnya yang keliru ketika suhu sudah kembali normal, bahkan mengaitkannya dengan kesembuhan. Padahal, di fase ini mereka sedang memasuki masa di mana risiko tertinggi dari DBD dapat terjadi. 

Di fase ini pembuluh darah akan mengalami pelebaran. Hal inilah yang memunculkan ruam atau bintik merah pada kulit. Fase kritis ini bisa berlangsung 24–48 jam. Komplikasi yang bisa ditimbulkan di fase ini bisa berupa perdarahan dan kelainan metabolik, seperti hipoglikemia, hipokalsemia, atau hiperglikemia. 

Baca juga: Lakukan Hal Ini Untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

  • Fase Penyembuhan, Hari 6–7 

Ketika fase kedua atau kritis berakhir, maka suhu tubuh akan kembali naik. Dalam fase ketika atau penyembuhan ini denyut nadi akan kembali menguat, pendarahan berhenti, dan terjadinya perbaikan fungsi tubuh lainnya. Di samping itu, dalam beberapa kasus bintik atau ruam merah pada kulit pun berkurang. 

Bisa Berujung Komplikasi

Jangan sekali-kali meremehkan penyakit ini. Segeralah temui dokter bila mengalami gejala demam berdarah. Ingat, demam berdarah bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada pengidapnya bila tak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan perdarahan.

Selain itu, seseorang yang mengidap DBD bisa mengalami muntah secara terus-menerus, perdarahan pada hidung dan gusi, darah pada urine, nyeri perut, cepat lelah, hingga sulit bernapas. 

Baca juga: Catat, 6 Makanan untuk Menyembuhkan Demam Berdarah

Demam berdarah yang tak cepat mendapatkan penanganan bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari kejang, kerusakan hati, jantung, otak, paru-paru, syok, hingga kegagalan sistem organ yang berujung pada kematian. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Dengue fever.
Healthline. Diakses pada 2020. Dengue Fever.  
WebMD. Diakses pada 2020. Dengue Fever.
Tirto.id. Diakses pada 2020. Wabah DBD Indonesia 2020: Sudah 16 Ribu Kasus, 100 Jiwa Meninggal.