• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Penularan Penyakit Tifus yang Harus Diwaspadai

2 Penularan Penyakit Tifus yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Tifus atau tipes adalah penyakit yang cukup umum di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang mengontaminasi makanan atau air. Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, bakteri yang masuk ke dalam tubuh mulai menginfeksi, sehingga timbul gejala demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan sembelit atau diare.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, sehingga pengobatan utama tifus adalah pemberian antibiotik. Penyakit kemungkinan tidak berkembang serius dan cepat sembuh apabila pengidapnya menerapkan pola makan sehat yang disertai minum antibiotik dari dokter. Meskipun begitu, mencegah penularan tifus tentu jauh lebih baik daripada mengobatinya. Supaya kamu lebih waspada dengan tifus, ketahui cara penularan tifus berikut ini.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Penyakit Ini Rentan Terjadi di Musim Hujan

Penularan Tifus yang Harus Diwaspadai

Melansir dari Mayo Clinic, berikut tiga cara penularan tifus yang wajib diwaspadai :

  1. Penularan Fekal-Oral 

Penularan fekal-oral adalah cara penularan tifus yang paling sering terjadi. Penularan ini dimulai ketika bakteri mengontaminasi makanan atau air atau kontak langsung dengan pengidap tifus. Cara penularan ini kerap terjadi di lingkungan yang sanitasinya buruk, ketika Salmonella typhi dikeluarkan melalui tinja atau urine pada pengidap tifus. Seseorang bisa terinfeksi ketika mengonsumsi makanan yang dipersiapkan oleh orang tersebut, apabila orang tersebut belum mencuci tangan dengan baik setelah menggunakan toilet. 

  1. Pembawa Tifus

Meskipun sudah dirawat dengan antibiotik, tak sedikit orang yang sembuh dari tifus masih menyimpan bakteri dalam saluran usus atau kantong empedu hingga bertahun-tahun. Nah, orang-orang seperti ini yang disebut pembawa kronis. Orang-orang ini bisa mengeluarkan bakteri melalui tinja mereka dan mampu menginfeksi orang lain, meskipun mereka tidak lagi memiliki tanda atau gejala tifus. Itulah cara penularan tifus yang harus kamu waspadai. Terpenting, kamu perlu mengetahui langkah pencegahan berikut agar tidak tertular tifus. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Tifus Bisa Menyebabkan Kematian?

Langkah Pencegahan Penyakit Tifus

Mengingat bakteri Salmonella typhi umumnya menempel pada makanan, ini yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi makanan, yaitu:

  • Hindari membeli makanan di luar yang belum tentu kebersihannya.
  • Memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi. 
  • Hindari produk susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Hindari makanan mentah atau kurang matang
  • Cuci dan kupas buah dan sayuran.
  • Minum air dari botol tertutup atau rebus air.
  • Buat es sendiri di rumah.
  • Perhatikan kondisi seseorang yang membuat masakan yang akan kamu konsumsi

Selain memperhatikan makanan yang dikonsumsi, kamu perlu menerapkan kebersihan diri, seperti:

  • Rutin mencuci tangan, terutama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.
  • Hindari menyentuh mulut atau hidung.
  • Selalu bawa pembersih tangan (hand sanitizer) saat bepergian untuk berjaga apabila  sabun dan air tidak tersedia.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala penyakit tifus.
  • Hindari melakukan kontak dengan orang lain jika kamu merasa tidak enak badan.

Baca juga: Kenali Vaksin yang Bisa Mencegah Tifus

Apabila kamu mengalami gejala yang mirip seperti tifus, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid fever.
Healthline. Diakses pada 2020. Is Typhoid Fever Contagious? What You Need to Know.