• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Penyakit yang Sering Mengincar Wanita

Ini 7 Penyakit yang Sering Mengincar Wanita

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Secara biologis wanita dan pria berbeda. Bukan cuma perbedaan gender, tanpa disadari perbedaan-perbedaan ini dapat memengaruhi kesehatan. Pada sebuah studi, banyak ditemukan ada beberapa penyakit yang memang lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. 

Perbedaan risiko penyakit bisa disebabkan oleh faktor perubahan hormonal, komposisi tubuh, dan gangguan pola makan pada wanita. Itulah sebabnya banyak beberapa penyakit yang hanya menyerang wanita saja atau lebih berisiko pada wanita. Penyakit apa saja? Berikut penyakit yang perlu kamu ketahui!

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Wanita

1. Radang Panggul

Mungkin beberapa wanita pernah menganggap remeh rasa nyeri yang terjadi di daerah panggul. Apalagi jika kondisinya disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim. Karena hal ini bisa saja menandai penyakit radang panggul yang sedang menyerang. 

Dalam dunia medis kondisi radang panggul ini dikenal sebagai pelvic inflammatory disease (PID). PID adalah infeksi yang menyerang serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur, dan ovarium (indung telur). Biasanya, radang panggul ini ditemukan pada perempuan pada usia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. 

2. Kanker Payudara

Penyakit ini memang sangat identik dengan wanita walaupun juga memungkinkan dialami oleh pria. Wanita lebih berisiko mengalami kanker payudara karena hormon estrogen dan progesteron yang ada di dalam tubuh wanita, termasuk jaringan payudara pria yang tidak setebal wanita. Apabila kamu mengalami keluhan dengan payudara, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai penanganannya. 

Baca juga: Banyak Khasiat Jahe untuk Kesehatan Wanita, Ini Buktinya

3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Diketahui bahwa wanita lebih sering mengalami IMS dibandingkan pria. Hal ini karena lapisan vagina yang lebih lembut dibandingkan penis, sehingga akan memudahkan bakteri dan virus masuk ke dalamnya. Jenis infeksi menular seksual yang sering dialami oleh wanita di antaranya yaitu herpes kelamin, gonore, hepatitis C, dan HIV/AIDS.

4. Sindrom Kelelahan Kronis

Rasa lelah adalah hal yang wajar dirasakan, apalagi jika kamu banyak melakukan aktivitas fisik. Hanya saja pada pengidap sindrom kelelahan kronis, rasa lelah dapat muncul walaupun tanpa melakukan aktivitas apapun dan tidak hilang meski telah beristirahat. 

Pada kondisi ini, rasa lelah juga disertai dengan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, kehilangan konsentrasi, berkurangnya daya ingat, dan insomnia. Sayangnya, kondisi ini lebih sering dialami wanita, karena wanita dianggap lebih mudah mengalami stres. 

Faktor lain yang dapat menyebabkan sindrom ini adalah ketidak seimbangan hormonal, faktor psikologis, infeksi, kekebalan tubuh, dan kelainan saraf. 

5. Multiple Sclerosis (MS)

Penyakit autoimun ini muncul akibat sistem kekebalan tubuh menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Hampir sebagian besar pengidapnya adalah wanita, dan kebanyakan orang yang mengalami gejala MS pertama ketika usia 20 hingga 40 tahun. Gejala MS  biasanya seperti muncul mati rasa pada otot, kelumpuhan, dan kehilangan penglihatan. 

Baca juga: Inilah Siklus Menstruasi Wanita yang Normal Sesuai Usia

6. Lupus

Lupus merupakan penyakit radang kronis yang disebabkan oleh sistem imun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri, atau juga dikenal sebagai penyakit autoimun. Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui apa yang menyebabkan penyakit lupus lebih banyak dialami oleh wanita dibanding pria.

Beberapa studi menduga bahwa penyakit autoimun ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Gejala lupus yaitu mudah lelah, sakit kepala, rambut rontok, sakit persendian, demam tanpa sebab, dan bercak merah yang sensitif pada sinar matahari. 

7. Depresi

Wanita diketahui lebih rentan mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini karena wanita lebih banyak mengalami fluktuasi hormon yang memengaruhi mood, seperti masa pubertas, menstruasi, melahirkan, dan menopause. Di samping itu, kebiasaan merenung pada beberapa wanita juga memicu terjadinya depresi. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Women’s Health.