Ad Placeholder Image

Penyebab Mata Berair dan Perih: Kenali Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Mei 2026

Bongkar Penyebab Mata Berair dan Perih biar Nggak Resah

Penyebab Mata Berair dan Perih: Kenali Yuk!Penyebab Mata Berair dan Perih: Kenali Yuk!

Penyebab Mata Berair dan Perih: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Mata berair dan perih adalah keluhan umum yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Mata yang berair adalah mekanisme alami tubuh untuk melindungi dan membersihkan permukaan mata dari iritan atau sebagai respons terhadap kondisi mata tertentu. Gejala ini seringkali disertai dengan rasa perih, gatal, atau sensasi seperti ada benda asing di mata.

Apa Itu Mata Berair dan Perih?

Mata berair atau epifora terjadi ketika produksi air mata melebihi kemampuan drainase saluran air mata, menyebabkan air mata meluap keluar. Sementara itu, rasa perih pada mata merupakan sensasi terbakar atau nyeri yang dapat menyertai mata berair. Kedua gejala ini dapat muncul bersamaan dan mengindikasikan adanya masalah pada mata yang memerlukan perhatian, meskipun sebagian besar penyebabnya tidak serius.

Gejala Lain yang Menyertai

Selain mata berair dan perih, kondisi ini seringkali disertai beberapa gejala lain, antara lain:

  • Mata merah atau meradang.
  • Rasa gatal pada mata.
  • Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata.
  • Penglihatan kabur sementara.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Keluarnya kotoran mata (belekan), terutama jika ada infeksi.
  • Pembengkakan kelopak mata.

Penyebab Umum Mata Berair dan Perih

Memahami penyebab mata berair dan perih sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering terjadi:

1. Iritasi Lingkungan

Paparan terhadap iritan dari lingkungan merupakan pemicu umum mata berair dan perih. Iritan seperti debu, asap rokok atau polusi, serta bahan kimia tertentu dapat memicu respons perlindungan mata dengan memproduksi air mata berlebih untuk membersihkan partikel asing.

2. Alergi

Mata berair dan perih juga bisa menjadi gejala alergi, terutama alergi musiman. Reaksi alergi terjadi ketika mata terpapar alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau tungau debu. Selain berair dan perih, mata alergi seringkali disertai gatal hebat dan kemerahan.

3. Mata Kering

Paradoksnya, mata kering dapat memicu produksi air mata berlebih. Ketika permukaan mata tidak terlumasi dengan baik, otak akan merespons dengan memicu kelenjar air mata untuk menghasilkan air mata dalam jumlah besar. Namun, air mata ini seringkali tidak memiliki komposisi yang tepat untuk melumasi mata secara efektif, sehingga gejala mata kering seperti perih dan berpasir tetap terasa.

4. Penggunaan Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, kebersihan yang kurang terjaga, atau penggunaan lensa kontak yang sudah melewati batas waktu dapat menyebabkan iritasi. Ini bisa berujung pada mata berair, perih, dan kemerahan.

5. Infeksi (Konjungtivitis)

Konjungtivitis, atau yang dikenal sebagai mata merah, adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata (konjungtiva). Kondisi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi, dan seringkali menyebabkan mata berair, perih, gatal, kemerahan, serta keluarnya kotoran mata.

6. Mata Lelah Digital (Computer Vision Syndrome)

Penggunaan perangkat digital seperti komputer, tablet, dan ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah. Hal ini terjadi karena kurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar, yang mengakibatkan mata kering dan memicu respons mata berair serta rasa perih.

7. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata, biasanya di dasar bulu mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bakteri, kelenjar minyak yang tersumbat, atau alergi. Gejala blefaritis meliputi mata berair, perih, gatal, kemerahan pada kelopak mata, dan sensasi berpasir.

Pengobatan dan Penanganan

Penanganan mata berair dan perih sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah umum yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mengidentifikasi dan menghindari pemicu iritasi atau alergi.
  • Menggunakan tetes mata lubrikan (air mata buatan) untuk mengatasi mata kering.
  • Menjaga kebersihan lensa kontak dan menggantinya sesuai jadwal.
  • Kompres dingin untuk meredakan peradangan atau gatal.
  • Istirahatkan mata dari penggunaan layar digital secara berkala (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Menjaga kebersihan kelopak mata, terutama bagi penderita blefaritis.

Apabila gejala tidak membaik atau disertai dengan nyeri hebat, gangguan penglihatan, atau keluarnya kotoran mata yang banyak, konsultasi dengan dokter spesialis mata sangat dianjurkan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pencegahan Mata Berair dan Perih

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko mata berair dan perih:

  • Hindari menggosok mata secara berlebihan.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan yang berdebu atau berangin.
  • Jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh mata.
  • Batasi penggunaan layar digital dan lakukan istirahat mata teratur.
  • Bersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
  • Ganti lensa kontak sesuai anjuran dan jaga kebersihannya.
  • Kelola alergi dengan obat-obatan yang diresepkan atau menghindari alergen.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, mata berair dan perih dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri mata yang parah.
  • Perubahan penglihatan mendadak.
  • Mata sangat merah dan mengeluarkan nanah.
  • Adanya benda asing yang tidak dapat dikeluarkan dari mata.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari penanganan mandiri.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat terkait penyebab mata berair dan perih, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Melalui Halodoc, dapat membuat janji dengan dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut dan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi. Jaga kesehatan mata untuk kualitas hidup yang lebih baik.