• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, 6 Faktor Penyebab Floaters pada Mata

Perlu Tahu, 6 Faktor Penyebab Floaters pada Mata

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernah menjumpai bintik-bintik hitam atau abu-abu seperti sarang laba-laba, ketika menggerakkan mata? Bisa jadi itu gejala eye floaters atau floaters pada mata. Namanya mungkin masih asing, tetapi kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kenyamanan.  

Pada kebanyakan kasus, floaters pada mata terjadi secara alami karena penuaan, yang membuat cairan vitreous (zat seperti jeli) di dalam mata teksturnya berubah jadi lebih cair. Kemudian, serat berukuran mikro di dalam cairan vitreous menggumpal dan memberi bayangan kecil pada retina, yang disebut floaters. 

Baca juga: 9 Macam Tanda Kelainan Mata pada Anak

Faktor Penyebab Floaters pada Mata

Floaters sejatinya adalah flek kecil kolagen, yaitu jenis protein yang terdapat di bagian belakang mata, dengan tekstur seperti gel, bernama cairan vitreous. Berikut beberapa faktor penyebab floaters pada mata:

1. Usia

Seperti telah dijelaskan di awal tadi, serat-serat protein dalam cairan vitreous dapat menyusut menjadi serpihan kecil yang saling menyatu dan menggumpal, seiring bertambahnya usia. Itulah sebabnya salah satu faktor utama floaters pada mata adalah usia. Meski bisa terjadi pada usia berapapun, kondisi ini umumnya terjadi pada orang berusia 50-75 tahun. 

2. Mengalami Peradangan di Belakang Mata (Posterior Uveitis)

Floaters pada mata juga dapat meningkat risikonya jika mengalami peradangan pada area belakang mata, atau posterior uveitis. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya bayangan pada mata.

3. Perdarahan pada Mata

Perdarahan pada vitreous dapat menyebabkan cedera. Tak jarang juga kondisi ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah dan munculnya floaters pada mata. 

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan Mata Anak?

4. Retina Robek

Retika yang mengalami robekan juga dapat meningkatkan risiko floaters pada mata. Kondisi ini terjadi ketika vitreous yang mengalami penyusutan tersangkut pada retina dan merobeknya. Jika tidak ditangani, robekan pada retina ini dapat menyebabkan akumulasi cairan di belakang retina, dehingga retina tampak terpisah dari mata. 

5. Prosedur pada Mata

Prosedur pada mata seperti pemberian obat-obatan suntik, juga dpaat meningkatkan risiko floaters pada mata. Sebab, prosedur ini dapat menyebabkan munculnya gelembung udara, yang dapat terlihat sebagai bayangan, hingga akhirnya mata menyerapnya. 

Selain penyuntikkan obat, prosedur operasi untuk menambahkan gelembung minyak silikon ke dalam vitreous juga dapat dilihat sebagai bayangan atau bintik kecil pada mata. 

6. Retinopati Diabetes

Retinopati diabetes dapat meningkatkan risiko floaters pada mata karena kondisi diabetes dapat merusak pembuluh darah menuju retina. Jika terjadi kerusakan, retina mungkin tidak dapat menunjukkan gambar dan cahaya dengan jelas. 

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Gejala Floaters pada Mata yang Perlu Diwaspadai

Secara umum, gejala floaters pada mata mungkin adalah bintik atau bayangan pada mata. Namun, detailnya seperti apa? Lebih jelasnya, berikut gejala floaters pada mata yang perlu diwaspadai:

  • Penglihatan tampak seperti ada bintik-bintik kecil gelap atau menonjol.
  • Bintik kecil tersebut dapat bergerak ketika menggerakkan mata. Ketika ingin mencoba melihatnya, floaters dapat berpindah cepat keluar dari jangkauan penglihatan.
  • Bayangan seperti tali yang mengendap dan keluar dari garis penglihatan.
  • Bintik dan bayangan paling jelas terlihat ketika menatap sesuatu yang cerah polos.

Jika floaters pada mata muncul dalam jumlah yang banyak, bayangan penglihatan mungkin akan jadi sedikit kabur. Namun, perlu diketahui bahwa floaters pada mata cenderung terasa pada jenis cahaya tertentu. Meski begitu, kondisi ini tidak bisa disepelekan. 

Kalau kamu mengalami gejala floaters pada mata seperti yang telah dijelaskan tadi, segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc, atau buat janji dengan dokter mata di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Jika kamu melihat cahaya berkedip atau kehilangan penglihatan tepi, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit terdekat, karena itu bisa jadi kondisi darurat medis. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Eye Floaters?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Eye Floaters.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Floaters and Flashes in the Eyes.