• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Kecemasan Umum

Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Kecemasan Umum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Kecemasan Umum

Halodoc, Jakarta - Rasa cemas sebenarnya adalah salah satu emosi alami yang dimiliki manusia. Namun, jika rasa cemas dan khawatir itu terjadi berlebihan, tidak dapat dikendalikan, dan tidak ada alasan jelas yang mendasarinya, bisa jadi itu gejala gangguan kecemasan umum. Gangguan ini tentu dapat berimbas pada kehidupan sehari-hari pengidapnya. 

Berbagai pikiran buruk yang dialami pengidap gangguan kecemasan umum juga bisa mengada-ngada. Mereka bisa saja merasa akan ada sebuah musibah yang akan menimpanya, lalu tak bisa berhenti cemas tentang hal itu. Gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa kenal usia. Lantas, adakah cara untuk atasi gangguan kecemasan umum?

Baca juga: Gangguan Kecemasan Jadi Mimpi Buruk, Ini Penyebabnya

Cara Atasi Gangguan Kecemasan Umum

Karena gejalanya bisa saja mirip dengan gangguan kesehatan mental lain, gangguan kecemasan umum bisa saja sulit dikenali. Namun, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala kecemasan berlebihan yang tidak bisa dikendalikan, sebaiknya segera cari bantuan psikolog atau psikiater, agar diagnosis bisa ditegakkan. 

Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog kapan dan di mana saja. Jika memang didiagnosis mengidap gangguan kecemasan umum, biasanya pilihan pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Namun, seperti apa pengobatannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami.

Pemberian obat-obatan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala fisik yang mungkin terjadi. Jenis obat yang diresepkan dokter dapat berupa:

  • Obat antidepresan, seperti Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
  • Obat golongan sedatif, seperti misalnya benzodiazepine. Namun, penggunaan obat ini hanya untuk jangka pendek karena ada efek ketergantungan yang tinggi.

Sementara itu, pengobatan psikoterapi yang biasa dilakukan dapat berupa terapi perilaku kognitif. Tujuan terapi ini adalah untuk mengubah pemikiran dan perilaku yang dapat memicu kecemasan. Di sisi lain, terapi perilaku kognitif juga berfungsi untuk membantu pengidap belajar mengenali dan mengendalikan pikiran yang memicu kecemasan.

Baca juga: Punya Kecemasan Sosial? Coba Siasati dengan Ini

Lalu, sebagai pengobatan rumahan, pengidap gangguan kecemasan umum disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Menjalani gaya hidup sehat, seperti makan makanan sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup.
  • Menghindari hal-hal yang bisa memicu kecemasan.
  • Melakukan teknik relaksasi untuk mengatasi stres, seperti meditasi dan yoga.
  • Bersikap terbuka pada orang terdekat tentang masalah yang dialami. Bisa juga dengan mengikuti komunitas yang terdiri dari orang yang juga mengidap gangguan kecemasan umum, untuk berdiskusi dan mendapat dukungan.

Bisakah Gangguan Kecemasan Umum Dicegah?

Pada kebanyakan kasus, gangguan kecemasan umum tidak bisa dicegah. Namun, kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk mencegah gangguan ini muncul kembali, seperti:

  • Segera mencari bantuan psikolog atau psikiater ketika merasakan gejala gangguan kecemasan umum. 
  • Menghindari rokok, alkohol, dan penggunaan narkotika.
  • Jalani gaya hidup sehat.
  • Atur waktu dan jadwal aktivitas dengan cermat.
  • Menulis jurnal atau diary, untuk menceritakan berbagai hal yang dialami. Hal ini juga dapat membantu kamu mengenal faktor yang memicu munculnya kecemasan.
  • Rutin melakukan meditasi dan yoga, atau aktivitas menyenangkan lainnya untuk mengatasi stres.

Baca juga: 5 Tanda Anxiety Disorder yang Perlu Diketahui

Pada dasarnya, gangguan kesehatan mental sama seperti penyakit fisik, bisa diatasi dan bisa menimbulkan komplikasi jika gejalanya diabaikan. Jadi, jangan ragu untuk membicarakan berbagai gejala gangguan mental yang dialami pada psikolog atau psikiater. Semakin cepat gangguan dideteksi, pengobatan juga bisa dilakukan dengan lebih cepat, sebelum gangguan tersebut menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Generalized Anxiety Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Generalized Anxiety Disorder.