• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Pilihan Pengobatan untuk Atasi Polip Usus

3 Pilihan Pengobatan untuk Atasi Polip Usus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Polip usus adalah kondisi ketika ada benjolan kecil yang tumbuh pada bagian dalam usus besar (kolon). Pada kebanyakan kasus yang ringan, polip usus tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, ada jenis polip usus dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Untuk itu, pengobatan untuk atasi polip usus sebaiknya dilakukan, terutama pada jenis polip yang memiliki potensi berbahaya.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa polip usus dapat dialami oleh orang segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Perokok, orang dengan berat badan berlebih, dan orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kondisi polip usus atau kanker usus besar berisiko lebih tinggi untuk mengidap kondisi serupa.

Baca juga: Mengidap Kanker Usus Besar, Ini Gejalanya

Pilihan Pengobatan untuk Polip Usus

Jika setelah melalui rangkaian pemeriksaan diketahui terdapat polip usus, dokter biasanya akan melakukan pengangkatan polip atau polipektomi. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengangkat polip, yaitu:

1. Pengangkatan Polip Melalui Kolonoskopi

Dalam prosedur pengangkatan polip melalui kolonoskopi, dokter akan menyuntikkan cairan ke polip tersebut agar terpisah dari jaringan di sekitarnya dan dapat diangkat. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan alat bernama kolonoskopi.

2. Pengangkatan Polip Melalui Laparoskopi  

Pengangkatan polip melalui laparoskopi biasanya dilakukan jika ukuran polip usus terlalu besar. Prosedur ini cukup mirip dengan kolonoskopi. Bedanya, alat dimasukkan melalui dinding perut, bukan anus.

Baca juga: Inilah 3 Jenis Polip yang Perlu Diketahui

3. Pengangkatan Seluruh Usus Besar

Pilihan pengobatan untuk polip usus yang satu ini biasanya dilakukan jika pengidap memiliki kondisi familial adenomatous polyposis (FAP).

Pentingnya Diagnosis Sebelum Pengobatan Polip Usus

Diagnosis polip usus sangat penting dilakukan, terutama untuk mendeteksi jenis polip yang dapat berubah menjadi kanker. Sebab, sering kali polip usus tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan skrining rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksinya secara dini. Jenis pemeriksaan skrining yang dilakukan untuk mendeteksi polip usus adalah:

  • Kolonoskopi. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan alat berbentuk selang berkamera melalui anus untuk mengamati lapisan dalam dari usus besar. Jika ditemukan adanya polip, dokter akan memotong dan mengangkatnya, untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Uji feses. Ada dua jenis uji feses yang bisa dilakukan, yaitu FIT (fecal immunochemical test) dan FOBT (fecal occult blood test). Keduanya bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan darah di dalam feses, yang dalam kondisi normal seharusnya tidak ada. Kedua pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mendeteksi kanker usus besar lebih awal.

Perlu diketahui bahwa diagnosis polip usus juga penting dalam menentukan pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala atau keluhan kesehatan apapun, ada baiknya untuk segera membicarakannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dengan menceritakan semua keluhan atau gejala, dokter mungkin akan meresepkan obat atau merujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lanjutan. Kalau dapat resep obat dari dokter, kamu juga bisa membeli obatnya lewat aplikasi Halodoc, lho.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Kanker Usus Besar Juga Mengintai Anak

Bisakah Polip Usus Dicegah?

Pada beberapa kasus, polip usus dapat terjadi karena adanya kelainan genetik. Jika seperti itu, memang sulit untuk mencegahnya. Namun, kondisi dapat dideteksi lebih awal dengan pemeriksaan skrining rutin. Sementara itu, untuk polip usus yang disebabkan oleh faktor lain, pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Kurangi konsumsi makanan berlemak, daging merah, serta daging olahan.
  • Hindari rokok.
  • Hindari konsumsi minuman keras.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Olahraga secara teratur, setidaknya 1 jam per minggu.
  • Tingkatkan konsumsi kalsium untuk mencegah kambuhnya polip usus.

Referensi:
American Society of Colon and Rectal Surgeons. Diakses pada 2020. Polyps of the Colon and Rectum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Colon Polyps.
WebMD . Diakses pada 2020. What You Should Know About Colon Polyps.