• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Risiko Ini Bisa Memicu Mimisan

8 Risiko Ini Bisa Memicu Mimisan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Mimisan adalah kondisi kesehatan yang sangat umum terjadi. Di Amerika, 1 dari 7 orang pasti pernah mengalami mimisan di sepanjang hidupnya. Enggak usah panik bila mengalami mimisan, karena perdarahan dari hidung tersebut biasanya bukan lah kondisi yang serius. 

Meski begitu, mimisan tetap dapat mengganggu kenyamanan pengidapnya beraktivitas. Karena itu, mengetahui faktor risiko yang bisa memicu terjadinya mimisan sangat penting agar kamu bisa mencegah kondisi tersebut terjadi.

Tahukah kamu, di dalam hidung, terdapat banyak pembuluh darah kecil yang terletak dengan permukaan hidung dan mudah pecah. Berbagai kondisi dapat membuat pembuluh darah di hidung tersebut pecah, sehingga terjadilah mimisan atau yang dalam istilah medisnya disebut juga epistaksis.

Mimisan bisa dibagi menjadi dua jenis. Mimisan anterior yang terjadi ketika pembuluh darah di depan hidung pecah dan berdarah. Dan mimisan posterior yang terjadi di belakang atau bagian terdalam dari hidung. Dalam kasus ini, darah bisa mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Mimisan posterior adalah jenis mimisan yang bisa berbahaya.

Baca juga: Mimisan dan Ingus Berdarah, Mana yang Lebih Bahaya?

Penyebab dan Faktor Risiko Mimisan

Ada banyak penyebab mimisan, tetapi yang paling umum adalah kondisi udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung. Dua hal tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah halus di dalam hidung pecah, sehingga akhirnya mengeluarkan darah.

Selain kedua penyebab di atas, berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya mimisan:

  1. Bersin terlalu kencang atau terlalu sering.

  2. Bentuk hidung yang bengkok, baik akibat faktor keturunan maupun cedera.

  3. Cedera pada hidung.

  4. Alergi.

  5. Sinusitis kronis.

  6. Penggunaan obat semprot pelega hidung yang terlalu berlebihan.

  7. Infeksi yang menyebabkan hidung tersumbat seperti flu.

  8. Mengonsumsi obat-obatan, seperti antihistamin dan dekongestan untuk alergi, pilek, atau masalah sinus juga dapat mengeringkan selaput hidung.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Penyebab Mimisan pada Anak

Sedangkan penyebab mimisan yang lebih serius, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi.

  • Gangguan perdarahan.

  • Gangguan pembekuan darah.

  • Kanker.

Sebagian besar mimisan tidak memerlukan penanganan medis. Namun, kamu dianjurkan untuk segera ke dokter bila mimisan berlangsung lebih dari 20 menit atau mimisan yang terjadi setelah cedera. Sebab, hal tersebut bisa menjadi pertanda mimisan posterior yang lebih serius.

Cedera yang mungkin menyebabkan mimisan, antara lain jatuh, kecelakaan mobil, atau pukulan di wajah. Mimisan yang terjadi setelah cedera dapat mengindikasikan hidung patah, fraktur tengkorak, atau perdarahan internal.

Baca juga: Perlukah Pemeriksaan Nasal Endoskopi untuk Mimisan?

Cara Mencegah Mimisan

Setelah mengetahui faktor risiko mimisan di atas, kamu pun dapat mencegah mimisan dengan cara berikut:

  • Gunakan pelembap udara di rumah agar udara tidak kering.

  • Jangan sering-sering mengorek hidung. Apabila ingin mengorek hidung, lakukan dengan hati-hati dan jangan mengorek terlalu dalam.

  • Hindari membuang ingus atau bersin terlalu kencang.

  • Berhenti merokok, karena rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko terjadinya iritasi hidung.

  • Batasi konsumsi aspirin yang dapat mengencerkan darah dan berkontribusi pada mimisan. Bicarakan dulu hal ini dengan dokter karena mungkin saja aspirin dibutuhkan untuk kondisi kesehatan kamu.

  • Gunakan antihistamin dan dekongestan dalam jumlah sedang, karena dua obat-obatan tersebut dapat membuat hidung menjadi kering.

  • Jaga kelembapan saluran hidung dengan menggunakan semprotan saline atau gel. Kamu juga bisa mengoleskan petroleum jelly di dinding lubang hidung sebanyak tiga kali sehari.

Itulah 8 faktor risiko mimisan yang perlu kamu waspadai. Bila kamu sakit dan butuh saran dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Nosebleeds and How to Treat Them.