• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Mencuci Rambut Bisa Cegah Tinea Capitis

Rutin Mencuci Rambut Bisa Cegah Tinea Capitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tinea capitis bisa dicegah, salah satunya dengan rutin mencuci rambut. Pasalnya, menjaga kebersihan tubuh, termasuk rambut, merupakan salah satu cara untuk menghindari penyakit yang menyerang kulit kepala ini. Perlu diketahui, tinea capitis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita yang menyerang kulit kepala dan batang rambut.

Orang yang mengidap penyakit ini umumnya akan menunjukkan gejala yang khas, di antaranya kulit kepala bersisik, muncul pitak, hingga peradangan dan terjadinya kebotakan yang meluas di seputar kepala. Penyakit ini sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari serangan jamur. 

Baca juga: Bahaya Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Pitak

Tips Mencegah Tinea Capitis 

Kabar buruknya, tinea capitis paling sering menyerang anak-anak, yaitu anak laki-laki berusia tiga sampai tujuh tahun. Penyebaran tinea capitis bisa terjadi melalui benda yang sudah terkontaminasi jamur dermatofit atau kontak langsung dengan binatang atau orang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Penting untuk mengetahui gejala yang muncul untuk mendeteksi kemungkinan penyakit.  

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada beberapa gejala yang mungkin muncul, di antaranya kulit bersisik atau timbul luka berbentuk seboroik di kulit kepala, muncul nanah dari kerak di kulit kepala, titik hitam muncul di kulit kepala, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang leher.

Selain mengetahui gejalanya, penting juga untuk mengenali penyebab tinea capitis sehingga tahu cara mencegahnya. Kondisi ini muncul karena adanya infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofita yang berkembang di jaringan kulit. Jenis jamur dematofir yang menyerang rambut adalah Trichophyton (T) dan Microsporum (M). Infeksi menjadi lebih mudah menyerang kulit yang berkeringat dan lembap.

Penyebaran bisa terjadi karena kontak langsung antara manusia dengan manusia, melalui benda yang sudah terpapar jamur, serta penyebaran jamur dari hewan ke manusia. Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan kulit kepala. Tinea capitis bisa sangat mengganggu, bahkan memicu komplikasi berupa kerontokan rambut dan kebotakan.

Baca juga: Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Mengidap Tinea Capitis

Tinea capitis juga bisa memicu bekas luka pada jaringan parut yang bersifat permanen. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini, salah satunya dengan rutin mencuci rambut. Rutin mencuci rambut anak bisa menjadi pencegahan terbaik serta menghindari infeksi jamur terjadi. Agar kebersihan kulit kepala terjaga, biasakan mencuci rambut dan kulit kepala dengan sampo, kemudian bilas hingga bersih dengan air. 

Selain kebersihan rambut, kamu juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan tangan. Biasakan selalu menjaga kebersihan tangan, yaitu dengan selalu mencuci tangan setiap habis beraktivitas atau sebelum makan. Pasalnya, tangan manusia menjadi bagian tubuh yang paling banyak mengandung jamur dan bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit, termasuk tinea capitis.

Jamur penyebab tinea capitis juga bisa menyebar melalui benda yang sudah terkontaminasi sebelumnya. Maka dari itu, hindari kebiasaan bertukar barang pribadi seperti sisir, handuk, serta baju dengan orang lain.

Baca juga: Faktor yang Menjadi Risiko Terkena Tinea Capitis

Cari tahu lebih lanjut seputar tinea capitis dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
DermNet NZ. Diakses pada 2020. Tinea Capitis.
Mayo Clinic.  Diakses pada 2020. Ringworm (Scalp).
Healthline. Diakses pada 2020. Ringworm of the Scalp (Tinea Capitis).