• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Santan Sebabkan Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Santan Sebabkan Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Demi meningkatkan cita rasa dan kelezatannya, beberapa masakan diolah dengan campuran santan. Opor, lodeh, hingga kudapan seperti kolak atau minuman segar seperti es cendol pun mengandung santan untuk membuat rasanya semakin enak. Sayangnya, sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa santan memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pengidap kolesterol dan hipertensi. Benarkah?

Kalau ditelusuri, santan ini berasal dari buah kelapa, tepatnya perasan dari daging kelapa yang telah diparut. Nah, air dan buah kelapa disinyalir sangat menyehatkan, bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi karena bisa membantu mengeluarkan racun alias detoks pada tubuh. Lalu, bagaimana santan dapat menyebabkan kolesterol tinggi? 

Santan dan Kolesterol

Ternyata, santan tidak memiliki kandungan kolesterol sama sekali, alias nol miligram. Pada porsi 100 gram santan, hanya ada sekitar 230 kalori, 5,54 gram karbohidrat, sodium, protein, lemak tidak jenuh ganda, lemak tidak jenuh tunggal, dan lemak jenuh. Nah, lantas apa hubungannya santan dan kolesterol? Ternyata, ini ada pada kandungan lemak jenuh santan yang berada pada angka 21 gram. 

Baca juga: Ini Batas Aman Konsumsi Makanan Bersantan Setiap Hari

Memang, lemak jenuh kurang baik untuk tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, kandungan gizi ini tidak sama dengan kolesterol. Sekali lagi, santan tidak memiliki kandungan kolesterol, sehingga santan penyebab kolesterol hanyalah mitos belaka. Pun, kandungan lemak jenuh yang tinggi pada bahan makanan ini tidak ada kaitannya dengan peningkatan kolesterol tubuh. 

Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Santan

Selain kandungan lemak jenuhnya, santan memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, yaitu sebesar 230 kalori untuk setiap 100 gram konsumsinya. Artinya, santan memang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara asal atau dalam jumlah yang terlalu banyak. Risiko yang mungkin terjadi terhadap konsumsi santan berlebihan adalah peningkatan berat badan alias obesitas. Nah, menumpuknya lemak di dalam tubuh karena peningkatan berat badan ini yang memicu bermacam penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, atau masalah kardiovaskular lainnya. 

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Cara Ini

Namun, di balik banyaknya risiko yang mengancam, mengonsumsi santan dalam porsi dan ukuran yang tepat sebenarnya membawa banyak manfaat. Kalori dan lemak jenuh santan memang berbahaya untuk konsumsi berlebihan, tetapi kandungan asam laurat dalam bahan makanan ini bisa dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi meski jumlahnya tidak berlebihan. 

Selain itu, asam laurat pada santan juga disinyalir memiliki sifat antiperadangan dan antimikroba, seperti yang ditulis oleh Lindsey dan rekannya dalam studi yang dimuat di Natural Medicine Journal. Kandungan ini diduga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari mengonsumsi santan pada kadar dan porsi yang tepat adalah membantu menurunkan berat badan dan lingkar pinggang karena kandungan trigliserida rantai menengah pada santan. 

Baca juga: 6 Makanan untuk Turunkan Kolesterol Tinggi

Sebenarnya, baik dan buruknya konsumsi santan ini bergantung pada kondisi masing-masing orang. Jadi, ada baiknya kamu bertanya dulu pada dokter agar mendapatkan solusi dan masukan yang tepat terkait konsumsi santan untuk tubuh. Gunakan aplikasi Halodoc, sehingga tanya jawab kamu dengan dokter menjadi lebih mudah karena bisa dilakukan kapan saja, dan di mana saja. 



Referensi: 
Elmore, Lindsey K. 2014. Diakses pada 2020. Treatment of Dermal Infections with Topical Coconut Oil. Natural Medicine Journal 6(5).
Medical News Today. Diakses pada 2020. Health Benefits of Coconut Milk.
Livestrong. Diakses pada 2020. Can Coconut Milk Increase Cholesterol?