Ad Placeholder Image

Scleritis: Mata Merah Nyeri Hebat Bukan Biasa

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Mengungkap Scleritis: Sakit Mata Hebat dan Bahaya

Scleritis: Mata Merah Nyeri Hebat Bukan BiasaScleritis: Mata Merah Nyeri Hebat Bukan Biasa

Skleritis: Kenali Gejala, Penyebab, dan Penanganan Peradangan Mata Serius Ini

Skleritis adalah kondisi peradangan serius yang menyerang sklera, yaitu bagian putih pada bola mata. Kondisi ini bukan sekadar iritasi mata biasa, melainkan peradangan dalam yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan berpotensi menimbulkan kerusakan mata permanen. Pemahaman mendalam tentang skleritis sangat penting untuk diagnosis dini dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Skleritis?

Skleritis adalah peradangan yang terjadi pada sklera, lapisan terluar mata yang berwarna putih, tebal, dan berserat. Lapisan ini berfungsi melindungi bagian dalam mata dari cedera. Ketika sklera mengalami peradangan, struktur dan fungsi mata dapat terganggu secara signifikan.

Kondisi ini sering kali berkaitan dengan penyakit autoimun sistemik, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Jika tidak segera diobati, skleritis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan mata permanen atau bahkan kebutaan. Oleh karena itu, penanganan oleh dokter spesialis mata adalah suatu keharusan.

Gejala Utama Skleritis

Mengenali gejala skleritis sejak awal sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang cepat. Gejala skleritis umumnya lebih parah dibandingkan dengan peradangan mata lainnya. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri Hebat: Ini adalah gejala paling khas dari skleritis. Nyeri terasa dalam, menusuk, dan sering kali menyebar hingga ke area sekitar mata, dahi, atau rahang. Rasa sakit bisa sangat parah hingga membuat penderita terbangun dari tidur, dan akan bertambah buruk saat mata digerakkan.
  • Mata Merah Intens: Kemerahan pada mata sangat mencolok dan dalam. Warna merah ini sering kali disertai nuansa keunguan atau kebiruan, menunjukkan peradangan yang lebih serius dibandingkan kemerahan superfisial pada konjungtivitis atau episkleritis.
  • Sensitivitas Cahaya (Fotofobia): Penderita skleritis akan merasa sangat tidak nyaman dan kesakitan saat terpapar cahaya terang. Sensitivitas ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Penurunan Penglihatan: Pandangan bisa menjadi kabur atau menurun secara keseluruhan. Peradangan pada sklera dapat memengaruhi struktur mata lain yang penting untuk penglihatan.
  • Mata Berair Berlebihan: Peningkatan produksi air mata atau tearing dapat terjadi sebagai respons terhadap peradangan dan iritasi pada mata.

Penyebab dan Faktor Risiko Skleritis

Skleritis bukanlah kondisi yang muncul tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang dapat memicu peradangan serius ini. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan.

  • Penyakit Autoimun: Ini adalah penyebab paling umum dari skleritis. Kondisi autoimun seperti artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, granulomatosis dengan poliangitis (sebelumnya Wegener’s granulomatosis), atau sindrom Sjogren dapat memicu peradangan pada sklera.
  • Infeksi: Meskipun jarang, infeksi akibat jamur, parasit, atau virus dapat menyebabkan skleritis. Infeksi ini bisa masuk ke mata melalui cedera atau komplikasi dari kondisi medis lainnya.
  • Trauma atau Operasi Mata: Cedera langsung pada mata atau riwayat operasi mata sebelumnya, seperti operasi pterygium, dapat menjadi faktor risiko terjadinya skleritis.

Diagnosis Skleritis

Diagnosis skleritis membutuhkan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis mata atau oftalmologis. Proses diagnosis penting untuk membedakan skleritis dari kondisi mata lain yang memiliki gejala serupa.

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata menggunakan slit lamp, alat khusus yang memungkinkan dokter melihat struktur mata secara detail. Selain itu, tes darah mungkin diperlukan untuk memeriksa keberadaan penyakit sistemik atau autoimun yang menjadi penyebab utama skleritis.

Pengobatan Skleritis

Penanganan skleritis harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi serius. Tujuan pengobatan adalah mengurangi peradangan dan nyeri, serta mengatasi penyebab yang mendasarinya.

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS): Untuk kasus skleritis yang lebih ringan, OAINS oral dapat diresepkan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid: Dokter mungkin meresepkan kortikosteroid dalam bentuk tetes mata, suntikan di sekitar mata, atau obat minum (oral) untuk mengurangi peradangan yang lebih parah.
  • Obat Imunosupresif: Pada kasus skleritis yang berat atau ketika terkait dengan penyakit autoimun aktif, obat imunosupresif dapat diberikan untuk menekan respons kekebalan tubuh yang berlebihan.

Skleritis tidak boleh didiamkan karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti penipisan sklera yang ekstrem (skleromalasia perforans). Kondisi ini dapat melemahkan dinding bola mata dan berpotensi menyebabkan perforasi (pecahnya) bola mata.

Perbedaan Skleritis dan Episkleritis

Skleritis sering kali disamakan dengan episkleritis karena memiliki gejala kemerahan pada mata. Namun, keduanya adalah kondisi yang berbeda dalam tingkat keparahan dan penanganannya.

  • Nyeri: Skleritis ditandai dengan nyeri yang jauh lebih parah, dalam, dan menusuk, sering kali membuat penderita sulit tidur. Episkleritis umumnya hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman atau nyeri ringan.
  • Warna Merah: Kemerahan pada skleritis lebih dalam, sering kali berwarna merah keunguan atau kebiruan, dan menunjukkan peradangan pada lapisan sklera itu sendiri. Sementara itu, episkleritis menunjukkan kemerahan yang lebih dangkal dan cerah, biasanya pada lapisan episklera yang berada di atas sklera.
  • Potensi Kerusakan: Skleritis memiliki potensi menyebabkan kerusakan mata permanen yang serius jika tidak diobati. Episkleritis umumnya merupakan kondisi yang lebih ringan dan sembuh sendiri atau dengan pengobatan minimal.

Pencegahan Skleritis

Meskipun skleritis seringkali terkait dengan kondisi sistemik yang sulit dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan mencegah komplikasi serius.

  • Kelola Penyakit Autoimun: Jika memiliki riwayat penyakit autoimun seperti artritis reumatoid atau lupus, penting untuk mengelola kondisi tersebut dengan baik di bawah pengawasan dokter. Pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko peradangan pada mata.
  • Perlindungan Mata: Hindari cedera mata dengan menggunakan pelindung mata saat melakukan aktivitas yang berisiko, seperti olahraga tertentu atau pekerjaan yang melibatkan alat-alat berbahaya.
  • Pemeriksaan Mata Rutin: Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko. Deteksi dini gejala dapat mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi.

Skleritis adalah kondisi mata yang serius dan membutuhkan perhatian medis segera. Jangan pernah mengabaikan gejala nyeri mata hebat yang disertai kemerahan mendalam dan penurunan penglihatan.

Jika mengalami gejala skleritis, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis mata terkemuka untuk diagnosis dan penanganan yang akurat.