• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksin Corona akan Bekerja Jika Terjadi Mutasi Virus?

Seberapa Efektif Vaksin Corona akan Bekerja Jika Terjadi Mutasi Virus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Saat ini vaksin corona masih dalam tahap pengembangan. Ada banyak pertanyaan yang bermunculan terkait vaksin virus corona. Salah satunya yang menjadi pertanyaan besar adalah seberapa efektif vaksin corona akan bekerja jika terjadi mutasi virus?

Semua virus berevolusi dari waktu ke waktu termasuk virus corona. Sejauh ini belum ada bukti kalau virus corona yang bermutasi tersebut lebih mematikan daripada yang lainnya. Dari 1.000 sampel virus corona yang berbeda, Peter Thielen, ahli genetika molekuler di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins mengatakan hanya ada sekitar empat hingga 10 perbedaan genetik antara virus yang menginfeksi orang di Amerika Serikat dan virus asli yang menyebar di Wuhan.

Baca juga: Benarkah Pakaian Anti Virus Dapat Cegah COVID-19?

Jumlah ini relatif kecil karena telah melewati sejumlah besar orang. Berdasarkan fakta ini diyakini kalau vaksin virus yang akan dikembangkan akan menjadi vaksin tunggal yang kekebalannya akan bertahan dalam waktu lama. 

Mutasi Virus Justru Melemahkan Virus

Saat virus corona menyebar ke seluruh dunia, ada kekhawatiran kalau virus akan bermutasi menjadi sesuatu yang lebih mematikan dan menjadi ancaman yang lebih menakutkan. Faktanya, mutasi virus tidak selalu berarti buruk. 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, setiap virus bermutasi dan itu merupakan bagian dari siklus kehidupan virus. Pergeseran dan perubahan tersebut tidak selalu menjadi masalah besar. Malah dalam beberapa kasus, mutasi tersebut dapat menyebabkan virus melemah. Namun, biasanya perubahan karena mutasi sangat kecil, sehingga tidak ada perbedaan mencolok dalam tingkat penularan dan kematian.

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Uji Coba Vaksin Corona di Indonesia?

Menurut Dr. Benjamin Neuman, kepala Departemen Biologi di Texas A&M University-Texarkana mengatakan kalau hampir semua mutasi akan membuat beberapa bagian dari virus bekerja kurang baik dari sebelumnya. Hal yang paling umum terjadi adalah ketika mutasi terjadi, virus melemah kemudian mati. Pastinya, karakteristik dan sifat asli virus tersebut tidak jauh berbeda antara yang sudah bermutasi dan yang asli.

Lantas, seberapa efektif vaksin corona bekerja melawan mutasi virus ini? Justru sifat mutasi yang lambat adalah kabar baik untuk vaksin. Apalagi tidak adanya perubahan yang signifikan antara virus yang bermutasi dan virus asli membuat vaksin bisa bekerja sesuai dengan fungsinya tanpa adanya hambatan yang berarti. 

Vaksin Virus Corona Efektif Melawan Covid 19

Vaksin, secara umum, cenderung menargetkan virus versi awal. Misalnya vaksin flu, di mana vaksin flu masih menggunakan versi genetik virus di 2009. Biasanya, jenis virus yang lebih tua akan mempertahankan fitur-fitur yang akan memberikan kekebalan terhadap seluruh kelompok varian virus termasuk ketika sudah bermutasi. 

Namun, virus flu bermutasi dengan cepat dan tidak menentu dari tahun ke tahun. Selain itu, sistem kekebalan kita memiliki memori yang buruk untuk virus flu. Itulah sebabnya, vaksin flu direkomendasikan untuk diberikan secara berkala setahun sekali.

Nah, virus corona ini sesuatu yang berbeda. Melalui pengamatan terhadap karakteristis virus corona maka disimpulkan kalau mutasi virus corona tidak mengalami perubahan yang signifikan dari genetik awalnya. 

Baca juga: Ketahui Perkembangan Vaksin Merah Putih Terkini

Itu artinya vaksin yang saat ini sedang dikembangkan diyakini akan memberikan kekebalan jangka panjang terhadap virus ini. Bisa saja terjadi mutasi acak tetapi infeksi yang disebabkan mutasi acak tersebut tidak akan sampai mengancam nyawa. 

Tetap berpikir positif dan mengikuti protokol kesehatan adalah upaya yang bisa dilakukan saat ini. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai vaksin virus corona ataupun informasi kesehatan lainnya cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.


Referensi:
Washington Post. Diakses pada 2020. The coronavirus isn’t mutating quickly, suggesting a vaccine would offer lasting protection.
Healthline. Diakses pada 2020. COVID-19 Will Mutate — What That Means for a Vaccine.