• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Asam Folat saat Menjalani Program Hamil?

Seberapa Penting Asam Folat saat Menjalani Program Hamil?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Seberapa Penting Asam Folat saat Menjalani Program Hamil?

Halodoc, Jakarta - Asam folat adalah vitamin B9 yang larut dalam air. Asam folat bisa diperoleh dari bahan-bahan makanan atau dalam bentuk suplemen. Folat memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah. Ini merupakan jenis vitamin yang sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, bahkan untuk pasangan yang sedang menjalani program hamil. 

Lantas, mengapa vitamin yang satu ini sangat penting dikonsumsi saat program hamil dan sangat dibutuhkan untuk para ibu hamil? Ini alasannya. 

Baca juga: Ketahui Vitamin dan Suplemen yang Baik Dikonsumsi saat Promil

Seberapa Penting Asam Folat saat Program Hamil?

Dokter pasti akan merekomendasikan kamu untuk mengonsumsi asam folat saat kamu memutuskan untuk menjalani program hamil. Melansir dari WebMD, sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat selama setidaknya satu tahun sebelum hamil dapat menurunkan peluang mereka untuk melahirkan lebih awal sebesar 50 persen atau lebih.

CDC merekomendasikan agar wanita mulai mengonsumsi asam folat setiap hari selama setidaknya satu bulan sebelum hamil dan setiap hari saat sudah dinyatakan hamil. CDC juga merekomendasikan agar semua wanita usia subur mengonsumsi asam folat setiap hari. Selama perkembangan awal janin, asam folat membantu membentuk tabung saraf. Asam folat sangat penting karena dapat membantu mencegah beberapa cacat lahir utama pada otak bayi (anencephaly) dan tulang belakang (spina bifida).

Cacat lahir sangat rentan terjadi dalam 3-4 minggu pertama kehamilan. Jadi, penting untuk mengonsumsi asam folat selama tahap-tahap awal kehamilan ketika otak dan sumsum tulang belakang bayi sedang berkembang.

Berapa Banyak Asam Folat yang Harus Dikonsumsi saat Program Hamil?

Dosis yang dianjurkan untuk semua wanita usia subur adalah 400 mikrogram folat setiap hari. Jika kamu mengonsumsi multivitamin setiap hari, pastikan untuk memeriksanya apakah sesuai dengan jumlah yang disarankan. Setelah dinyatakan hamil, kamu masih harus mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram selama tiga bulan pertama. 

Baca juga: Manfaat Cek Sperma Sebelum Program Kehamilan

Ketika menginjak kehamilan bulan empat hingga sembilan kehamilan, dosis folatnya bertambah menjadi 600 mikrogram setiap hari. Setelah melahirkan atau sedang menyusui, kamu disarankan untuk mendapatkan asupan folat sebanyak 500 mikrogram setiap hari. 

Berbagai Sumber Asam Folat

Asam folat mudah ditemukan dalam berbagai bahan makanan, contohnya seperti roti, sereal sarapan dan tepung jagung. Selain mengonsumsi makanan, kamu juga bisa memperoleh asam folat dari vitamin atau suplemen yang mengandung asam folat. Kebanyakan vitamin dan suplemen yang dijual bebas umumnya mengandung jumlah asam folat harian yang direkomendasikan untuk wanita subur, yaitu 400 mikrogram.

Vitamin dan suplemen ini mudah ditemukan di sebagian besar apotek maupun toko bahan makanan. Sebelum membelinya, pastikan periksa label pada botol untuk memastikan vitamin dan suplemen tersebut mengandung 100 persen nilai harian asam folat, yaitu 400 mikrogram. Kamu juga perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum membeli vitamin dan suplemen folat yang dijual di pasaran.

Baca juga: Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Prosedurnya

Kalau kamu butuh menanyakan tentang hal ini, kamu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call. Akan lebih baik jika kamu mengonsumsi makanan yang mengandung folat bersamaan dengan vitamin atau suplemen folat. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Folic Acid.
WebMD. Diakses pada 2020. Folic Acid and Pregnancy.
NHS. Diakses pada 2020. Why do I need folic acid in pregnancy?.