• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain Rokok, Ini 5 Penyebab Flek pada Paru-Paru

Selain Rokok, Ini 5 Penyebab Flek pada Paru-Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Flek paru-paru alias Tuberkulosis (TB) merupakan jenis penyakit yang risikonya bisa meningkat karena kebiasaan merokok. Seperti diketahui, aktif merokok memang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit, terutama yang berkaitan dengan paru-paru. Namun selain rokok, ternyata ada faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko munculnya flek paru-paru.

Secara umum, tuberkulosis disebabkan oleh infeksi kuman yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Kuman penyebab penyakit ini bisa menular melalui udara, misalnya dari percikan ludah pengidapnya saat batuk, bersin, atau berbicara. Meski begitu, penularan kuman penyebab TB hanya terjadi setelah kontak yang cukup lama dan dekat. Lantas, apa saja faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko flek paru-paru? Ketahui jawabannya di sini.

Baca juga: Ekki Soekarno Alami Flek di Paru, Waspada Penyebabnya

Faktor Risiko TB yang Harus Diwaspadai

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman. Risiko penyakit ini meningkat pada orang yang memiliki kontak dalam jangka panjang dan yang sebelumnya sudah terinfeksi, misalnya anggota keluarga atau orang yang tinggal di lingkungan sama. Selain itu, risiko penyakit paru-paru ini juga meningkat pada orang yang aktif merokok.

Orang yang aktif merokok disebut memiliki risiko lebih besar mengalami masalah pada paru-paru. Kebiasaan ini juga disebut bisa menyebabkan risiko TB menjadi lebih besar, bahkan berujung pada kehilangan nyawa. Penularan TB tidak semudah virus penyebab flu. Namun selain aktif merokok, ada berbagai faktor yang bisa membuat risiko seseorang mengidap penyakit ini menjadi lebih besar, di antaranya: 

  • Imun Lemah

Salah satu faktor yang bisa membuat penyakit TB mudah menginfeksi adalah sistem kekebalan tubuh alias imun yang lemah. Hal itu membuat tubuh tidak cukup kuat untuk melawan dan mencegah infeksi bakteri. Alhasil, infeksi bisa terjadi dan berkembang menjadi penyakit, salah satunya adalah flek paru-paru atau TB. Ada kelompok orang yang memiliki sistem imun lemah, di antaranya mengidap HIV/AIDS, diabetes, mengidap kanker dan sedang menjalani pengobatan, serta malnutrisi. 

Baca juga: Benarkah Menggabungkan 2 Jari bisa Deteksi Kanker Paru?

  • Konsumsi Alkohol

Selain merokok, orang yang berlebihan dalam mengonsumsi alkohol apalagi sampai mengalami kecanduan juga disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Selain TBC, konsumsi alkohol secara berlebihan sudah terbukti bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menyerang. 

  • Lingkungan Tinggal 

Faktor tempat tinggal ternyata juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Gangguan paru-paru seperti TBC lebih rentan terjadi pada orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk. Selain itu, kebersihan lingkungan yang tidak terjaga juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Tinggal berdekatan dengan orang yang mengidap TBC juga bisa membuat bakteri lebih mudah menyebar. 

  • Pekerjaan 

Risiko penyakit TB juga menjadi lebih besar pada orang yang memiliki pekerjaan tertentu. Petugas medis yang sering kontak langsung dan berhubungan dengan pengidap TB memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular. 

  • Lansia dan Anak-anak

Penyakit TB sebenarnya bisa menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa kelompok usia yang disebut lebih rentan. Flek paru-paru lebih mudah menyerang orang yang sudah lanjut usia alias lansia dan anak-anak. 

Baca juga: 5 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Penyakit ini sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja dan pengobatan perlu segera dilakukan. Jika kamu ragu dan butuh saran ahli seputar TB, tanya dokter di aplikasi  Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Causes. Tuberculosis (TB).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tuberculosis.
WHO. Diakses pada 2020. Tuberculosis.