• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, 5 Takjil Puasa Ini Berkalori Tinggi

Awas, 5 Takjil Puasa Ini Berkalori Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Berbuka puasa kurang lengkap rasanya jika tanpa menyantap takjil. Apalagi banyak aneka takjil yang dijual di sepanjang jalan area rumah atau kantor. Melihat banyaknya jenis takjil tentu sangat tergoda untuk membelinya untuk disantap saat berbuka puasa.

Jika kamu mengharapkan berat badan bisa turun saat bulan puasa, jangan berharap terlalu banyak jika saat berbuka saja kamu memakan berbagai jenis takjil. Pilihan takjil untuk berbuka puasa bisa menjebak. Bukannya berat badan jadi turun, malah bisa jadi naik. Sebab, beberapa takjil andalan mengandung kalori yang sangat tinggi jika terlalu banyak dan sering dikonsumsi saat berbuka.

Baca juga: 6 Pilihan Takjil Sehat untuk Menu Buka Puasa

1. Gorengan

Makanan ini sangat jadi favorit banyak orang, meskipun setiap orang sadar akan kalorinya yang tinggi. Beberapa orang ada yang menghindari gorengan dan menganggapnya sebagai makanan yang tidak sehat. Namun, lebih banyak orang yang justru menganggap gorengan sebagai makanan wajib untuk berbuka puasa.

Satu buah tempe goreng misalnya, mengandung 34 kkal. Pisang goreng bahkan lebih banyak lagi, sekitar 68 kkal. Kalori pada tahu goreng 35 kkal, ubi 48 kkal per 30 gram, singkong goreng 57 kkal per 20 gram. 

Lihat kan? gorengan memang cukup berbahaya jika terlalu banyak dimakan untuk berbuka puasa. Sebaiknya hindari atau batasi konsumsi gorengan saat berbuka, ya. 

2. Martabak Manis

Gurih dan manisnya martabak cukup sulit ditolak oleh lidah, terutama saat berbuka puasa. Camilan ini merupakan salah satu yang sangat diidamkan sebagai takjil berbuka. Kamu perlu tahu bahwa kandungan kalori martabak manis ini sangatlah tinggi, yaitu sebanyak 347 kkal. Selain itu, semakin banyak dan beragam toppingnya, kalori martabak jadi makin tinggi.

Baca juga: Puasa Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Buktinya

3. Bubur Candil dan Sumsum 

Ini adalah salah satu takjil favorit yang perlu diwaspadai, yaitu bubur candil yang juga sering dipadukan dengan bubur sumsum. Kalori semangkuk bubur candil mencapai 364 kkal. Kalorinya bahkan lebih tinggi dari martabak manis. Jumlah kalori akan semakin bertambah jika dicampur dengan bubur sumsum.

4. Kolak

Kolak adalah takjil yang selalu identik dengan bulan Ramadan. Rasanya Ramadan jadi kurang lengkap tanpa menikmati takjil ini saat berbuka puasa. Berbagai kreasi aneka kolak dapat ditemui di pedagang takjil pinggir jalan. Namun, kamu perlu waspada, kolak merupakan salah satu takjil yang dapat membuat berat badan naik. 

Bagaimana tidak? Kolak mengandung kalori mencapai hingga 826 kkal. Tingginya kalori pada kolak disebabkan bahan-bahan yang digunakan, seperti santan, gula, pisang, singkong, ubi, dan bahan-bahan lainnya.

5, Es Campur

Rasa haus dan dahaga rasanya kurang terbayar jika belum menyantap es saat berbuka. Pilihan es untuk berbuka sering kali jatuh pada es campur. Padahal, es campur mengandung 200 sampai 300 kalori. Ini adalah takaran normal dan bisa jadi sangat besar jika kamu menambahkan bahan-bahan lainnya. 

Bayangkan, nilai kalori pada es campur setara dengan satu porsi nasi goreng. Kemudian, kamu mengonsumsi nasi berlauk-pauk lengkap, belum lagi ditambah segelas teh manis. Coba hitung, berapa banyak kelebihan kalori yang kamu konsumsi dalam satu kali berbuka puasa?

Baca juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Untuk itu, sebaiknya berhati-hati dan bijaklah dalam memilih menu berbuka puasa. Jangan sampai kelebihan kalori. Takjil favorit di atas bukan berarti tidak boleh dimakan, hanya saja perlu perhatian ekstra saat menyantapnya. Jadi, harus cermat dan bijak memilih takjil, ya!

Nah, kalau kamu mengalami masalah kesehatan yang mengganggu jalannya puasa, kamu bisa loh bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai penanganannya. Tanpa perlu keluar rumah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc agar bisa bertanya pada dokter kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. How many calories do you need?