
Ternyata Ini Penyebab Mimisan pada Anak yang Sering Terjadi
Kenali Penyebab Mimisan pada Anak dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Produk untuk Mengatasi dan Mencegah Mimisan
- Berbagai Penyebab Mimisan pada Anak
- Cara Mencegah Mimisan pada Anak
- Studi Terkait
- Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- FAQ
Melihat darah mengalir dari hidung Si Kecil tentu bisa membuat orang tua mana pun merasa panik dan khawatir. Kondisi yang secara medis dikenal dengan istilah epistaksis ini sebenarnya sangat umum terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia antara 3 hingga 10 tahun. Meski tampak menakutkan, sebagian besar kasus mimisan pada anak bukanlah pertanda penyakit berbahaya dan bisa ditangani dengan mudah di rumah.
Hidung manusia memiliki banyak pembuluh darah kecil yang sangat rapuh dan terletak dekat dengan permukaan kulit, terutama di bagian depan hidung (pleksus Kiesselbach). Karena posisinya yang rentan ini, sentuhan ringan, udara kering, atau bahkan bersin yang terlalu keras dapat memicu pecahnya pembuluh darah tersebut. Memahami penyebab mimisan pada anak adalah langkah penting agar kamu tahu cara mencegahnya berulang di kemudian hari.
Sebagian besar mimisan pada anak tergolong ke dalam jenis mimisan anterior, yaitu perdarahan yang berasal dari bagian depan hidung. Mimisan jenis ini sangat mudah dihentikan dengan sedikit tekanan. Namun, jika anak sering mengalaminya, penting bagi kamu untuk menjaga kelembapan rongga hidung dan memastikan daya tahan tubuhnya tetap optimal. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk menyiapkan produk-produk pertolongan pertama dan perawatan hidung di kotak P3K rumahmu.
Rekomendasi Produk untuk Mengatasi dan Mencegah Mimisan
Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu sediakan di rumah untuk membantu menjaga kelembapan hidung anak, memberikan pertolongan pertama, serta menjaga kesehatan pembuluh darahnya agar tidak mudah mimisan.
1. Sterimar Baby Nasal Hygiene 50 ml
Sterimar Baby Nasal Hygiene adalah semprotan hidung yang mengandung 100% air laut isotonik alami. Produk ini bekerja dengan cara melembapkan membran mukosa hidung yang kering akibat cuaca atau ruangan ber-AC. Kondisi hidung yang lembap akan membuat pembuluh darah di dalamnya lebih elastis dan tidak mudah pecah. Manfaat utamanya adalah membersihkan kotoran dari rongga hidung dan mencegah hidung tersumbat, sehingga anak tidak memiliki keinginan untuk mengupil. Dosis umumnya adalah 2 hingga 6 kali semprotan per hari di setiap lubang hidung, atau sesuai dengan kebutuhan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sterimar Baby Nasal Hygiene 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Breathy Tetes Hidung 30 ml
Breathy Tetes Hidung mengandung Natrium Klorida (NaCl) 0.65% yang berfungsi sebagai larutan isotonik untuk melembapkan rongga hidung. Produk ini sangat efektif untuk mengatasi hidung kering, berkerak, dan meradang yang sering menjadi pemicu utama mimisan pada anak-anak. Cara kerjanya adalah dengan mengembalikan kelembapan alami selaput lendir hidung. Dosis umum untuk anak-anak adalah 1-2 tetes pada masing-masing lubang hidung, dapat digunakan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Breathy Tetes Hidung 30 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Langkah Pertama Saat Anak Mimisan
- Minta anak untuk duduk tegak dan condongkan badannya sedikit ke depan. Jangan biarkan anak berbaring atau menengadah karena darah bisa mengalir ke tenggorokan dan menyebabkan tersedak atau muntah.
- Jepit bagian lunak pada hidung anak menggunakan ibu jari dan telunjuk selama kurang lebih 10 menit tanpa dilepas.
- Minta anak untuk bernapas melalui mulut secara perlahan selama hidung ditekan.
- Kompres bagian pangkal hidung dengan kain dingin atau es batu yang dibalut handuk untuk membantu menyempitkan pembuluh darah.
3. Holisticare Ester C Kids 30 Tablet Hisap
Holisticare Ester C Kids adalah suplemen vitamin C yang diformulasikan khusus untuk anak-anak dengan bentuk tablet hisap yang rasanya disukai anak. Vitamin C memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kolagen, yaitu protein yang membentuk struktur pembuluh darah. Dengan asupan vitamin C yang cukup, dinding pembuluh darah di hidung anak menjadi lebih kuat, tidak rapuh, dan tidak mudah pecah. Selain itu, suplemen ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar anak tidak mudah terkena flu yang bisa memicu mimisan. Dosis umum adalah 1-3 tablet per hari, diisap atau dikunyah.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Holisticare Ester C Kids 30 Tablet Hisap di Toko Kesehatan Halodoc
4. Hansaplast Kasa Steril 16 x 16 cm 10 Lembar
Hansaplast Kasa Steril adalah perlengkapan P3K esensial yang harus ada di rumah. Saat anak mengalami mimisan yang cukup deras, kamu bisa menggunakan kasa steril ini untuk membersihkan sisa darah di area luar hidung dan bibir anak dengan aman. Berbeda dengan tisu biasa yang mungkin rapuh dan meninggalkan serat di sekitar area hidung yang luka, kasa steril terbuat dari bahan yang aman dan tidak memicu iritasi tambahan. Pastikan kamu tidak memasukkan gulungan kasa ke dalam lubang hidung secara paksa, melainkan hanya digunakan untuk membersihkan area luar saja.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Hansaplast Kasa Steril di Toko Kesehatan Halodoc
Berbagai Penyebab Mimisan pada Anak
Untuk bisa mencegah mimisan datang kembali, kamu perlu tahu persis apa yang menjadi pemicunya. Berikut adalah beberapa faktor penyebab mimisan pada anak yang paling sering dijumpai sehari-hari:
1. Udara Kering
Ini adalah penyebab paling umum, baik karena udara di luar ruangan yang panas dan kering, maupun udara di dalam ruangan akibat penggunaan AC (Air Conditioner) yang terus-menerus. Udara kering akan menarik kelembapan dari membran mukosa di dalam hidung anak. Akibatnya, lapisan dalam hidung menjadi kering, berkerak, terasa gatal, dan mudah retak. Ketika lapisan ini retak, pembuluh darah di bawahnya akan terpapar dan mudah berdarah hanya karena sentuhan kecil atau hembusan napas yang keras.
2. Kebiasaan Mengupil (Digital Trauma)
Anak-anak sangat sering memasukkan jari ke dalam hidung, terutama saat hidung mereka terasa gatal, kering, atau ada kotoran yang mengganjal. Mengupil, terlebih jika kuku anak panjang atau tajam, dapat secara langsung merobek pembuluh darah halus di area septum (dinding pembatas antara rongga hidung kanan dan kiri).
3. Mengeluarkan Ingus Terlalu Keras
Saat anak sedang pilek atau flu, hidungnya akan memproduksi banyak lendir. Jika anak meniup hidung atau membuang ingus terlalu keras, tekanan udara yang mendadak meningkat di dalam rongga hidung bisa membuat pembuluh darah kapiler yang sedang meradang menjadi pecah dan berujung pada mimisan.
4. Alergi dan Pilek
Kondisi alergi (rinitis alergi) atau infeksi saluran pernapasan atas (flu dan pilek) menyebabkan jaringan di dalam hidung membengkak dan meradang. Peradangan ini membuat pembuluh darah melebar dan menjadi jauh lebih sensitif. Selain itu, rasa gatal akibat alergi membuat anak lebih sering menggosok-gosok hidungnya, yang tentu saja meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
5. Benda Asing di Dalam Hidung
Anak usia balita memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Terkadang, mereka memasukkan benda-benda kecil seperti manik-manik, kacang, kancing, atau potongan mainan ke dalam hidung. Benda asing ini tidak hanya bisa menyumbat jalan napas, tetapi juga menggores lapisan dalam hidung dan menyebabkan infeksi lokal yang ditandai dengan mimisan serta keluarnya cairan berbau tidak sedap dari salah satu lubang hidung.
6. Cedera atau Benturan
Anak-anak yang aktif bermain berlari-larian, bermain bola, atau bersepeda sangat rentan terjatuh. Benturan langsung pada wajah, khususnya di area hidung, bisa langsung memecahkan pembuluh darah. Jika mimisan terjadi setelah benturan keras, pastikan kamu segera memeriksa apakah ada indikasi patah tulang hidung atau cedera kepala.
Cara Mencegah Mimisan pada Anak
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Jika anakmu tergolong sering mengalami mimisan, ada beberapa penyesuaian gaya hidup dan perawatan rumahan yang bisa kamu lakukan. Pertama, gunakan humidifier atau pelembap udara di kamar tidur anak, terutama jika menggunakan AC setiap malam. Udara yang lembap akan menjaga mukosa hidung anak agar tidak mengering saat tidur.
Kedua, rutinlah memotong kuku anak. Dengan kuku yang pendek dan tumpul, risiko pembuluh darah terluka saat anak tanpa sadar mengupil bisa diminimalkan. Ajarkan juga pada anak untuk tidak menggosok hidung dengan kasar saat gatal, melainkan menggunakan tisu basah yang lembut.
Ketiga, gunakan tetes hidung atau semprotan saline (air garam isotonik) seperti yang direkomendasikan sebelumnya secara rutin, terutama saat cuaca sedang panas atau saat hidung anak sedang tersumbat. Ini sangat membantu melunakkan kotoran hidung sehingga anak tidak perlu mengupil keras-keras. Terakhir, pastikan hidrasi anak tercukupi dengan memintanya minum air putih yang banyak dan mengonsumsi makanan kaya vitamin C untuk menguatkan pembuluh darah.
Studi Terkait
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology pada tahun 2026 meneliti kaitan antara perubahan iklim mikro di dalam rumah tangga modern dengan frekuensi epistaksis pada balita. Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari 12 jam sehari di ruangan dengan Air Conditioner tanpa penyeimbang humidifier memiliki risiko 45% lebih tinggi mengalami kekeringan mukosa hidung kronis, yang merupakan pemicu utama mimisan berulang (epistaksis anterior idiopatik). Para peneliti sangat menyarankan penggunaan saline nasal spray secara rutin sebagai langkah profilaksis (pencegahan) lini pertama bagi anak-anak yang hidup di lingkungan kering buatan tersebut.
Punya Keluhan Anak Sering Mimisan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa khawatir karena anak sering mimisan, tapi bingung harus mulai dari mana untuk menanganinya? Tidak perlu cemas! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mimisan anak tidak kunjung berhenti setelah 20 menit ditekan, darah mengalir sangat deras hingga anak kesulitan bernapas, atau mimisan sering terjadi bersamaan dengan gusi berdarah dan memar di tubuh tanpa sebab yang jelas, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc.
Referensi
- PubMed. Diakses pada 2024. Epistaxis in Children: Causes, Management, and Prevention.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nosebleeds: Symptoms and causes.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Pediatric Ear, Nose, and Throat Care Guidelines.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pertolongan Pertama pada Anak Mimisan di Rumah.
FAQ
1. Apakah mimisan pada anak berbahaya?
Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya dan biasanya disebabkan oleh hal-hal ringan seperti udara kering atau kebiasaan mengupil. Namun, jika mimisan terjadi sangat sering, sulit dihentikan, atau disertai memar di bagian tubuh lain, hal ini memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
2. Bolehkan anak disuruh menengadah saat mimisan?
Tidak boleh. Menengadahkan kepala ke belakang saat mimisan justru akan membuat darah mengalir turun ke bagian belakang tenggorokan. Hal ini bisa menyebabkan anak tersedak, batuk-batuk, atau bahkan muntah darah yang masuk ke lambung.
3. Berapa lama saya harus menekan hidung anak saat mimisan?
Tekan bagian lunak hidung anak secara konsisten selama kurang lebih 10 hingga 15 menit tanpa dilepas-lepas untuk mengeceknya. Proses ini memberi waktu pada darah untuk membentuk gumpalan (bekuan darah) dan menghentikan perdarahan.
4. Makanan apa yang baik untuk mencegah anak sering mimisan?
Makanan yang kaya akan vitamin C dan vitamin K sangat disarankan. Vitamin C dari jeruk, stroberi, atau brokoli membantu memperkuat dinding pembuluh darah, sedangkan vitamin K dari sayuran hijau gelap berperan penting dalam proses pembekuan darah normal.







