• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Sindrom Cushing? Ini Tindakan Medis untuk Mengatasinya

Mengidap Sindrom Cushing? Ini Tindakan Medis untuk Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan kesehatan bernama sindrom Cushing? Hmm, namanya mungkin terdengar asing meskipun sebenarnya sindrom ini bukan termasuk penyakit yang langka. Pada kebanyakan kasus, sindrom Cushing lebih banyak ditemukan pada pria ketimbang wanita dengan usia 25-40 tahun. Lantas, apa sih sindrom Cushing itu?

Sindrom Cushing merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh. Hal yang perlu digarisbawahi, kondisi ini bisa terjadi seketika atau bertahap, dan bisa semakin memburuk bila tidak segera ditangani.

Hormon kortisol memiliki peran penting dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berada di atas ginjal. Nah, kortisol ini berperan dalam mengontrol suasana hati dan rasa takut.

Enggak cuma itu, hormon ini memiliki fungsi lainnya seperti mengatur tekanan darah, meningkatkan kadar gula darah, dan mengurangi peradangan. Kortisol juga sering disebut sebagai hormon stres, karena hormon ini banyak diproduksi ketika seseorang mengalami stres.

Baca juga: Sindrom Cushing Bisa Sebabkan Diabetes

Nah, untuk menyeimbangkan kadar kortisol, kelenjar adrenal dibantu oleh kelenjar di otak, hipotalamus, dan hipofisis. Kedua bagian otak ini mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk mengurangi produksi atau menambah produksi hormon kortisol.

Kembali ke tajuk utama, seperti apa sih tindakan medis untuk menangani sindrom Cushing?

Dari Kortikosteroid hingga Radioterapi

Fokus utama pengobatan sindrom Cushing adalah mengurangi kadar kortisol di dalam tubuh. Metode pengobatannya beragam, dan dipilih bergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya.

Nah, dilansir dari The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, berikut ini metode untuk mengatasi sindrom Cushing:

1. Mengurangi Dosis Kortikosteroid

Sindrom Cushing bisa disebabkan oleh penggunaan obat jenis kortikosteroid dalam jangka panjang dan dosis tinggi. Nah, untuk mengatasi kondisi ini dokter akan melakukan pengurangan dosis obat secara bertahap. Tidak menutup kemungkinan untuk mengganti dengan obat-obatan lain.

Hal yang mesti ditegaskan, jangan melakukan pengurangan dosis obat-obatan seorang diri. Alih-alih kesembuhan yang diperoleh, justru sederet masalah lainnya yang bisa muncul. Nah, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pengurangan dosis obat-obatan secara bertahap.

2. Operasi

Meningkatnya kadar kortisol bisa disebabkan karena  adanya tumor pada kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas, atau paru-paru. Nah, satu-satunya tindakan medis untuk mengatasi sindrom Cushing akibat tumor yaitu lewat operasi pengangkatan tumor.

Setelah menjalani operasi, pengidapnya harus mengonsumsi obat pengganti kortisol. Tujuannya jelas, agar jumlah hormon kortisol dalam tubuh tepat. Andaikan kelenjar adrenal sudah bisa menghasilkan kortisol dengan normal, maka dokter akan mengurangi dosis obat-obatan tersebut.

Namun, proses ini bisa memakan waktu selama satu tahun atau lebih. Pada beberapa kasus, fungsi adrenal pengidap sindrom Cushing tidak bisa kembali normal. Oleh sebab itu, mereka memerlukan berbagai terapi seumur hidupnya.

Baca jugaOrang dengan Faktor Risiko Ini Bisa Kena Sindrom Cushing

3. Radioterapi

Radioterapi diambil sebagai tindakan lanjutan pasca operasi. Bila tumor pada kelenjar hipofisis tidak bisa terangkat sepenuhnya lewat operasi, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani radioterapi atau terapi radiasi. Di samping itu, radioterapi bisa dipilih untuk mereka yang dianggap tidak cocok untuk menjalani prosedur operasi karena alasan medis tertentu.

Radiasi ini bisa diberikan dalam dosis kecil selama periode enam minggu. Bisa juga dalam dosis besar dengan menyasar langsung lokasi tumornya, tapi paparan radiasi ke jaringan sekitarnya diminimalkan.

4. Obat-obatan

Cara menangani sindrom Cushing juga bisa melalui obat-obatan, bila prosedur operasi dan radiasi tidak berhasil. Konsumsi obat-obatan ini bertujuan untuk mengontrol produksi kortisol dalam tubuh.

Baca juga: Perlu Tahu, Gejala yang Ditimbulkan Sindrom Cushing

5. Adrenalektomi

Apa jadinya bila empat metode pengobatan di atas tidak berhasil? Ada satu tindakan terakhir yang bisa ditempuh, yaitu adrenalektomi. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat kelenjar adrenal. Artinya tubuh dapat lagi memproduksi kortisol secara berlebihan. Namun, mereka yang menjalani adrenalektomi harus menjalani terapi pengganti glukokortikoid dan mineralokortikoid sepanjang hidupnya.  

Itulah beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani sindrom Cushing. Setiap orang mungkin memerlukan tindakan yang berbeda, terpenting adalah temukan penyebabnya secara pasti lalu tentukan jenis pengobatannya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Cushing Syndrome.
Mediline Plus. Diakses pada 2019. Cushing Syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cushing Syndrome - Diseases and Conditions.

The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Diakses pada 2019. Cushing's Syndrome.