• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips Mencegah Pneumonia Bakterial

4 Tips Mencegah Pneumonia Bakterial

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pneumonia bakterial merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Skemanya begini; bakteri masuk ke dalam organ paru-paru melalui saluran pernapasan atau peredaran darah. Bakteri tersebut kemudian akan mengganggu fungsi paru-paru, sehingga menyebabkan tubuh kehilangan banyak oksigen. Kondisi tersebut akan menyebabkan sel-sel organ menjadi terganggu, karena kekurangan oksigen. 

Baca juga: Apa Bedanya Pneumonia dengan Pneumonia Bakterial?

Jika tidak ditangani dengan tepat, pneumonia dapat mengakibatkan komplikasi yang fatal. Berikut langkah mencegah pneumonia bakterial:

1. Prosedur Vaksinasi

Beberapa vaksin untuk mencegah pneumonia yang beredar di Indonesia, yaitu:

  • Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 13, yang dilakukan untuk anak di bawah 2 tahun.

  • Vaksin Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPSV) 23, yang dilakukan untuk seseorang di atas 64 tahun tahun.

  • Vaksin HIB, yang dilakukan untuk bayi sampai orang dewasa.

2. Cuci Tangan 

Bakteri penyebab pneumonia dapat menular melalui cipratan dahak atau bersin pengidap yang terinfeksi. Selain lewat cipratan langsung, cipratan dahak yang mengandung penyakit juga bisa menempel di permukaan benda-benda di sekitar. Kalau seseorang tidak sengaja memegang benda-benda tersebut, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut, orang tersebut bisa langsung tertular pneumonia.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, cara terbaik mencegah pneumonia bakterial adalah dengan mencuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan baik dapat kamu lakukan dengan sabun dan dibawah air yang mengalir selama 20 detik lamanya. Jangan lupa untuk mengeringkan tangan setelahnya dengan handuk bersih atau tisu.

3. Melakukan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat merupakan upaya seseorang untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, olahraga secara rutin, serta cukup beristirahat. Pola hidup sehat merupakan salah satu langkah guna menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah pneumonia bakterial dengan sendirinya.

4. Hindari Paparan Polusi

Paparan polusi di udara dapat merusak dan mempercepat penuaan organ paru-paru. Saat kondisi fisik masih kuat, paru-paru dapat dengan mudah melawan racun akibat paparan polusi yang berlebihan. Namun seiring bertambahnya usia, organ penting yang satu ini akan kehilangan resistensi, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Untuk mencegah pneumonia bakterial selanjutnya adalah dengan meminimalkan paparan asap rokok, gas kendaraan bermotor, serta lilin aromaterapi yang berbahan dasar kimia. 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Tentang Bakterial Pneumonia

Segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc saat menemui sejumlah gejalanya. Penyakit ini bisa disembuhkan. Namun, jika gejala yang muncul tidak menemukan langkah penanganan yang tepat, berikut sejumlah komplikasi yang bisa saja terjadi:

  • Infeksi aliran darah atau bakteremia, yaitu kondisi yang terjadi karena bakteri yang masuk ke dalam aliran darah menyebarkan infeksi ke organ-organ lain.

  • Abses paru, yaitu infeksi bakteri pada paru-paru yang menyebabkan munculnya nanah. Kondisi ini ditandai dengan batuk berdahak.

  • Efusi pleura, yaitu kondisi yang muncul saat cairan memenuhi ruang yang menyelimuti paru-paru.

Baca juga: Inilah Gejala Munculnya Pneumonia Bakterial

Perlu diketahui bahwa gejala pneumonia dapat berkembang secara tiba-tiba atau perlahan selama 24-48 jam. Gejala ringan yang muncul dapat menyerupai gejala flu, yang durasinya lebih lama dari flu biasa. Bukan itu saja, gejala lain yang tampak, antara lain demam, berkeringat dan menggigil, batuk kering atau batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, mual atau muntah, diare, penurunan nafsu makan, merasa lemas, serta detak jantung lebih cepat.

Referensi:

American Lung Association. Diakses pada 2020. Learn About Pneumonia. 

NHS. Diakses pada 2020. Pneumonia

WHO. Diakses pada 2020. Pneumonia.