• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Menjaga Keseimbangan Mental saat Puasa

Tips Menjaga Keseimbangan Mental saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Puasa tidak hanya baik bagi kesehatan fisik, tapi manfaat puasa juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Di bulan Ramadan penuh berkah ini, umat Islam berlatih untuk menjadi lebih rajin berdoa dan ibadah, beramal, hingga menjaga perilaku. 

Disadari atau tidak, semua kebiasaan baik yang dilatih di bulan puasa ini akan membangun perasaan damai, tenang, dan baik untuk kesehatan mental. Hanya saja ada situasi lain yang dialami selama puasa tahun ini yang membuat bulan puasa tidak seperti bulan puasa sebelumnya. Namun, puasa di tengah kondisi pandemi saat ini kamu tetap bisa menyeimbangan mental dengan melakukan tips berikut:

1. Tetap Berhubungan Sosial

Tidak ada yang lebih baik dan menyenangkan daripada bertemu dengan seseorang secara bertatap muka. Di masa seperti ini, tatap muka dengan keluarga, teman, dan kerabat masih mungkin dilakukan dengan cara virtual. Zaman digital saat ini, kamu dimudahkan dengan fitur-fitur yang dapat membantu kamu untuk bertemu dengan siapa saja secara online

Kamu tetap bisa lho mengagendakan buka puasa bersama (bukber) secara online dengan orang-orang tersayang. Supaya kamu tidak merasa kesepian dan sendirian. Biarkan jalur komunikasi tetap terbuka karena itu bagus untuk menyeimbangkan kesehatan mental. 

Baca juga: Ini Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental dan Jiwa

2. Jangan Sungkan Meminta Bantuan

Tidak ada manusia yang memiliki kekuatan super. Wajar jika kamu terkadang mengalami lelah atau kewalahan oleh apa yang kamu rasakan tidak sesuai rencana. Jika semua pekerjaan atau tugas terasa terlalu banyak dan kamu merasa tidak dapat mengatasinya, mintalah bantuan.

Keluarga atau teman mungkin dapat menawarkan bantuan secara praktis atau sebagai pendengar yang baik. Jadi, jangan pernah sungkan untuk mengutarakan bantuan kepada siapapun yang mungkin bisa membantu. Jika kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan, kamu dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, ya!

3. Beristirahat yang Cukup

Perubahan situasi dan kondisi memengaruhi keseimbangan mental kamu. Jika kamu sudah cukup sigap dan cekatan dalam mengerjakan sesuatu, tentu kamu akan merasa kelelahan. Sebaiknya rasa lelah jangan diabaikan, meski kamu merasa masih sanggup dan bersemangat. Memberi jeda setidaknya 5 menit dari setiap kegiatan kamu lakukan cukup untuk memberi sedikit waktu untuk ‘me time’, dan itu cukup untuk menjaga keseimbangan mental saat puasa. 

Baca juga: Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

4. Lakukan Kegiatan yang Dikuasai

Apa kegiatan yang suka kamu lakukan? Menikmati diri sendiri dengan melakukan kegiatan yang dikuasai dan disukai dapat membantu mengalahkan stres. Melakukan aktivitas yang kamu nikmati mungkin berarti kamu ahli dalam hal itu. Hal yang paling penting adalah kamu dapat mencapai sesuatu untuk meningkatkan rasa percaya diri kamu. 

5. Penerimaan Diri

Setiap orang berbeda. Jauh lebih sehat untuk mental saat menerima bahwa kamu unik daripada berharap kamu lebih seperti orang lain. Merasa baik tentang diri sendiri dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk mempelajari keterampilan baru, mengunjungi tempat-tempat baru, dan mencari teman baru. Harga diri yang baik dapat membantu kamu menghadapi saat hidup terasa sulit. 

6. Peduli Terhadap Sesama

Saling peduli terhadap orang lain merupakan bagian penting dari menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat. Itu bahkan bisa membuat kamu lebih dekat dengan orang lain. Saling menyapa di sosial media atau secara khusus menanyakan kabar teman akan menciptakan suasana hati yang tenang. Bila perlu kamu bisa saling mengirim makanan berbuka puasa pada orang-orang terdekat yang terpisah jarak. 

Baca juga: Wajah Tetap Segar saat Puasa, Lakukan 7 Hal Ini

Itulah beberapa tips yang dapat membantu kamu agar kesehatan mental tetap seimbang di bulan puasa saat ini. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental atau masalah kesehatan lainnya, jangan pernah ragu untuk mendiskusikannya dengan ahli. Dengan begitu penanganannya dapat dilakukan dengan tepat.

Referensi:
Mental Health. Diakses pada 2020. How to look after your mental health.