• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Upaya untuk Mencegah Terjadinya Pneumonia Bakterial

7 Upaya untuk Mencegah Terjadinya Pneumonia Bakterial

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pneumonia bakterial adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa mengakibatkan masalah pernapasan yang berbahaya. Karena itu, penting untuk mengetahui cara untuk mencegah pneumonia bakterial agar kamu bisa terhindari dari penyakit ini.

Jenis bakteri yang menjadi penyebab pneumonia bacterial paling umum adalah Streptococcus (pneumococcus), tetapi bakteri lain juga bisa menyebabkan penyakit ini. Bila kamu masih muda dan bertubuh sehat, bakteri ini dapat hidup di tenggorokan tanpa menimbulkan masalah. Namun, bila sistem kekebalan tubuh kamu melemah akibat suatu kondisi, maka bakteri dapat turun ke paru-paru. Ketika hal tersebut terjadi, kantung udara di paru-paru akan terinfeksi dan meradang, serta terisi dengan cairan atau nanah. Kondisi inilah yang dinamakan pneumonia bakterial.

Selain Streptococcus, jenis bakteri penyebab pneumonia bakterial kedua paling umum adalah  Haemophilus influenzae. Selain itu, bakteri lain yang juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru ini, antara lain:

  • Staphylococcus aureus;
  • Moraxella catarrhalis;
  • Streptococcus pyogenes;
  • Neisseria meningitidis; dan
  • Klebsiella pneumonia.

Pneumonia bakterial dapat memengaruhi hanya sebagian kecil dari paru-paru kamu atau mungkin seluruh paru-paru. Penyakit ini dapat menyulitkan tubuh kamu untuk mendapatkan oksigen yang cukup untuk darah, sehingga akhirnya sel-sel dalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik. 

Pneumonia bakterial bisa ringan atau serius. Tingkat keparahan penyakit ini tergantung pada kekuatan bakteri, seberapa cepat infeksi ini terdeteksi dan diobati, usia pengidap, serta kondisi kesehatan pengidap secara keseluruhan.

Baca juga: Apa Bedanya Pneumonia dengan Pneumonia Bakterial?

Faktor Risiko Pneumonia Bakterial

Berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kamu mengalami pneumonia bakterial, antara lain:

  • Usia 65 tahun atau lebih.

  • Memiliki kondisi kesehatan seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.

  • Masa pemulihan pasca operasi.

  • Tidak mengonsumsi vitamin dan mineral yang cukup.

  • Memiliki kondisi kesehatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Kebiasan merokok.

  • Kebiasaan minum alkohol secara berlebihan.

  • Mengalami pneumonia virus.

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami pneumonia bakterial. Mereka adalah orang yang baru melakukan transplantasi organ, orang yang positif mengidap HIV, atau mengidap leukemia, limfoma, atau penyakit ginjal kronis.

Baca juga: Inilah Gejala Munculnya Pneumonia Bakterial

Cara Mencegah Pneumonia Bakterial

Pneumonia bakterial sendiri tidak menular, tetapi infeksi bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini dapat menular. Bakteri dapat menyebar melalui percikan liur yang dikeluarkan pengidap saat batuk atau bersin dan juga melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dengan baik dapat membantu mencegah penyebaran pneumonia bakterial atau mengurangi risiko tertular penyakit tersebut.

Berikut ini cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah pneumonia bakterial:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama sehabis dari toilet dan sebelum makan.

  • Konsumsi makanan sehat dengan memperbanyak buah-buahan dan sayuran.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Tidur yang cukup.

  • Berhenti merokok.

  • Jaga jarak dengan orang yang sedang sakit, bila memungkinkan.

  • Vaksinasi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan pemberian vaksin pneumonia untuk bayi, anak kecil, dan orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas.

Ada dua jenis suntikan untuk mencegah pneumonia bakterial, yaitu:

  • PCV13 (Prevnar 13) yang ditujukan untuk orang-orang berusia 65 tahun ke atas, anak-anak di bawah lima tahun, dan orang yang berisiko tinggi terkena pneumonia bakterial.

  • PPSV23 (Pneumovax yang ditujukan untuk orang-orang berusia 65 tahun ke atas, anak-anak di atas usia 2 tahun yang berisiko tinggi terkena pneumonia bakterial, dan orang-orang berusia antara 19–64 tahun yang merokok atau mengidap asma.

Bicarakanlah pada dokter untuk mendapatkan vaksin pneumonia. 

Baca juga: Benarkah Imunisasi Hib Dapat Cegah Pneumonia pada Bayi?

Bila kamu ingin tahu lebih jauh seputar upaya pencegahan pneumonia bakterial, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Bacterial Pneumonia?
Healthline. Diakses pada 2020. Bacterial Pneumonia: Symptoms, Treatment, and Prevention.