• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Moderna Lakukan Pemeriksaan terhadap Reaksi Alergi

Vaksin Corona Moderna Lakukan Pemeriksaan terhadap Reaksi Alergi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Vaksin Corona Moderna Lakukan Pemeriksaan terhadap Reaksi Alergi

Halodoc, Jakarta - Hingga saat ini kasus pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di beberapa bagian negara lain juga masih melakukan berbagai cara untuk mengatasi kasus pandemi COVID-19. Selain menerapkan protokol kesehatan, kini vaksin corona telah berhasil didistribusikan di beberapa negara. Bahkan, proses vaksinasi pun telah dilakukan.

Baca juga: Fakta Vaksin Corona Moderna Dibanderol Seharga Rp300 Ribuan

Ada berbagai perusahaan vaksin yang dikenal dunia telah mendistribusikan vaksin buatannya. Mulai dari Sinovac, Pfizer, hingga Moderna. Beberapa jenis vaksin dinilai mampu menyebabkan efek samping yang bersifat ringan dan sementara. Misalnya, demam ringan hingga pembengkakan pada lokasi suntikan. 

Namun, perusahaan vaksin Moderna mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian ulang terhadap vaksin yang diproduksi. Hal ini berkaitan dengan adanya laporan mengenai reaksi alergi yang dialami oleh penerima vaksin COVID-19. Simak ulasannya lebih lengkap, di bawah ini!

Kajian Moderna Terhadap Reaksi Alergi Vaksin COVID-19

Perusahaan Moderna mendapat laporan dari Departemen Kesehatan California, bahwa terdapat beberapa penerima vaksin yang mengalami sejumlah reaksi alergi akibat menerima vaksin COVID-19. Ahli epidemiologi California menyarankan untuk menghentikan pemberian vaksin pada kelompok tertentu karena kemungkinan reaksi alergi yang dialami.

Epidemiolog tersebut mengatakan jumlah penerima vaksin yang mengalami reaksi alergi semakin meningkat dengan jumlah vaksin Moderna, yang diberikan pada salah satu klinik penyedia vaksin. Beberapa orang dinyatakan membutuhkan perawatan khusus selama 24 jam.

Dengan laporan tersebut, pihak Moderna masih terus mengkaji mengenai kemungkinan adanya reaksi alergi pada vaksin buatannya, mRNA-1273. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa orang yang sebaiknya tidak menerima vaksin buatan Moderna:

  1. Jika kamu pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap beberapa kandungan yang ada didalam vaksin buatan Moderna, sebaiknya jangan menggunakan vaksin ini.
  2. Jika kamu mengalami reaksi alergi pada suntikan pertama vaksin Moderna, hindari melakukan suntikan yang kedua.
  3. Seseorang yang memiliki alergi dengan kandungan polyethylene glycol (PEG) sebaiknya tidak menerima vaksin Moderna.

Baca juga: Ketahui Efek Samping Vaksin Corona Pfizer dan Moderna 

Kenali gejala reaksi alergi setelah menerima vaksin COVID-19, seperti gatal, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, hingga gangguan pernapasan. Sebaiknya kenali beberapa gejala ringan dari efek samping penerimaan vaksin. Pada lokasi suntikan, biasanya akan terasa nyeri, kemerahan, dan bengkak. Selain itu, tubuh akan terasa demam ringan, kelelahan, hingga sakit kepala.

Umumnya, gejala ringan akan hilang dengan perawatan mandiri di rumah dalam beberapa hari. Jangan ragu untuk menerima vaksin COVID-19, agar masa pandemi dapat berangsur menurun. Kamu bisa gunakan Halodoc untuk bertanya langsung dengan dokter mengenai manfaat vaksin COVID-19. Tunggu apalagi? Download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Kenali Lebih Dalam Mengenai Vaksin Buatan Moderna

Pada 18 Desember 2020, U.S Food and Drug Administration mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19. Hal ini membuat vaksin buatan Moderna diizinkan untuk didistribusikan di Amerika Serikat. Vaksin buatan Moderna dinilai memiliki efektivitas tinggi dalam uji klinis yang telah dilakukan pada sejumlah relawan dari berbagai kategori yang berbeda.

Vaksin mRNA-1273 dapat diberikan oleh golongan usia 18 tahun ke atas. Vaksinasi juga perlu dilakukan dalam 2 tahap dengan jarak waktu 28 hari. Vaksin Moderna akan diberikan melalui otot pada bagian lengan atas. Setelah vaksin berada dalam sel kekebalan, sel dapat menggunakannya untuk membuat sistem imun terhadap virus COVID-19. 

Baca juga: Sudah Suntik Vaksin Corona Tetap Bisa Tertular dan Menularkan Virus, Ini Penjelasannya

Tentunya, manfaat dari vaksin Moderna hampir sama dengan jenis vaksin lainnya. Dengan melakukan vaksin, tentunya risiko kamu terpapar virus corona akan lebih rendah. Vaksin akan berjalan dengan efektif bila disertai dengan kebiasaan menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Information About The Moderna COVID-19 Vaccine.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Understanding mRNA COVID-19 VAccines.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. How CDC is Makin COVID-19 Vaccine Recommendations.
Reuters. Diakses pada 2021. Moderna Says Possible Allergic Reactions to COVID-19 Vaccine Under Investigation.
U.S Food Drug and Drug Administration. Diakses pada 2021. Moderna COVID-19 Vaccine.