
Vaksinasi HPV untuk Laki-Laki: Pentingnya Proteksi Dini
Vaksinasi HPV untuk laki-laki melindungi pria dari kutil kelamin dan kanker anus sekaligus memutus rantai penularan virus ke pasangan.

DAFTAR ISI
- Mengenal HPV pada Laki-Laki
- Risiko Penyakit Akibat HPV pada Pria
- Manfaat Vaksinasi HPV untuk Laki-Laki
- Rekomendasi PAPDI dan Jadwal Dosis
- Rute Penularan Non-Seksual yang Perlu Diwaspadai
- Vaksin HPV Bisa di Rumah Pakai Halodoc
- Pentingnya Konsultasi Medis
- FAQ
Selama ini, edukasi mengenai bahaya Human papillomavirus (HPV) hanya dikaitkan dengan kanker serviks pada wanita. Namun, tahukah kamu bahwa vaksinasi HPV untuk laki-laki sama pentingnya?
Faktanya, sekitar 8 dari 10 pria dan wanita diperkirakan akan terinfeksi HPV setidaknya sekali semasa hidupnya. Dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, K-AI, mengungkapkan bahwa mengingat risiko penularan yang sangat tinggi, imunisasi dewasa bagi pria juga sangat penting karena HPV juga bisa menyebabkan kanker anogenital serta kutil anogenital pada pria.
Vaksinasi bukan hanya soal melindungi diri sendiri, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi pasangan dari risiko kanker yang mematikan.
Mengenal HPV pada Laki-Laki
HPV adalah kelompok virus yang sangat menular. Sebagian besar infeksi memang dapat menghilang dengan sendirinya dalam periode 2 tahun melalui sistem imun tubuh, namun beberapa jenis infeksi dapat bertahan lama dan memicu keganasan sel.
Pada laki-laki, virus ini tidak hanya menyebabkan merusak estetika pada area kelamin, tetapi juga merupakan penyebab utama beberapa jenis kanker invasif.
Penting bagi kamu untuk menyadari bahwa pria sering kali menjadi silent carrier atau pembawa virus tanpa gejala, yang kemudian tidak sengaja menularkan virus tersebut kepada pasangan.
Risiko Penyakit Akibat HPV pada Pria
Vaksinasi HPV untuk laki-laki dirancang untuk mencegah berbagai kondisi medis yang serius.
Berdasarkan data klinis, tipe HPV 16 dan 18 paling berisiko tinggi menyebabkan kanker.
Berikut adalah beban penyakit yang dapat menyerang pria:
- Kanker anus: Indonesia merupakan negara dengan kasus kanker anus tertinggi di Asia Tenggara, di mana sekitar 96% kasusnya berkaitan erat dengan infeksi HPV.
- Kanker penis: Meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan jenis kanker lainnya, infeksi HPV (terutama tipe 16 dan 18) juga bisa menyebabkan kasus kanker penis. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi di stadium lanjut, yang dapat berdampak serius pada fungsi reproduksi dan kualitas hidup pria.
- Kanker orofaring (kanker mulut dan tenggorokan): HPV kini menjadi salah satu penyebab utama kanker di area belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel.
- Kutil kelamin: Kondisi ini menular dan disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Meskipun tidak mematikan, kutil kelamin sering kali kambuh kembali setelah pengobatan, sehingga menyebabkan tekanan psikologis dan fisik yang signifikan.
- Lesi pra-kanker: Infeksi kronis dapat menyebabkan displasia atau perubahan sel abnormal pada area anus dan alat kelamin (AIN grade 1, 2, 3) yang merupakan cikal bakal kanker.
Manfaat Vaksinasi HPV untuk Laki-Laki
Manfaat utama dari pemberian vaksin ini adalah pencegahan primer. Vaksinasi HPV terbukti dapat mencegah lebih dari 90 persen kasus kanker yang disebabkan oleh virus ini.
Bagi kamu yang berencana menikah, melakukan vaksinasi sedini mungkin atau sebelum debut seksual adalah waktu yang paling ideal.
Vaksin generasi terbaru, yaitu Gardasil 9 (9vHPV), memberikan perlindungan yang sangat luas karena mencakup 9 tipe virus sekaligus: tipe 6 dan 11 (penyebab kutil kelamin), serta tipe 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58 (penyebab kanker dan lesi pra-kanker).
Vaksin ini tidak mengandung virus aktif karena terbuat dari virus-like particles (VLPs), sehingga aman dan tidak akan menyebabkan infeksi bagi penggunanya.
Rekomendasi PAPDI dan Jadwal Dosis
PAPDI memberikan panduan khusus mengenai imunisasi dewasa untuk memastikan setiap individu mendapatkan perlindungan maksimal. Berikut adalah pembagian dosis berdasarkan usia:
- Laki-Laki usia 9-14 tahun: Diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 0 dan 6-12 bulan.
- Laki-Laki usia 15-26 tahun: Diberikan sebanyak 3 dosis dengan jadwal 0, 2, dan 6 bulan. Dosis kedua diberikan minimal 1 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga minimal 3 bulan setelah dosis kedua. Seluruh seri vaksinasi harus diselesaikan dalam periode 1 tahun.
Bagi pria dewasa yang sebelumnya sudah pernah menerima vaksin kuadrivalen (Gardasil 4), PAPDI dan pakar kesehatan menganjurkan opsi untuk melakukan “upgrade” atau revaksinasi menggunakan Gardasil 9.
Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan proteksi, terutama terhadap tipe virus 31, 33, 45, 52, dan 58 yang juga banyak bersirkulasi. Pemberian Gardasil 9 dapat dimulai minimal satu tahun setelah dosis terakhir vaksin sebelumnya.
Rute Penularan Non-Seksual yang Perlu Diwaspadai
Penting untuk kamu pahami bahwa penularan HPV tidak hanya terjadi melalui hubungan seksual (vaginal, anal, atau oral). Terdapat rute penularan non-seksual yang sering kali diabaikan, antara lain:
- Melalui benda yang terkontaminasi atau inokulasi mandiri.
- Penggunaan alat medis yang tidak steril.
Oleh karena itu, pencegahan sekunder melalui deteksi dini atau skrining tetap diperlukan bagi mereka yang sudah aktif secara seksual.
Vaksin HPV Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Jika kamu berencana melakukan vaksin HPV untuk mencegah berbagai penyakit kelamin dan kanker serviks, kamu bisa menggunakan layanan Halodoc Homecare.
Tak perlu repot ke klinik atau rumah sakit, kamu bisa melakukan Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) dengan aman dan nyaman di rumah.
Nah, berikut beberapa keunggulan melakukan vaksinasi lewat layanan Halodoc Homecare:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
- Protokol kesehatan ketat.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Harga vaksin ini mulai dari Rp2.260.000,- untuk Nonavalen.
- Hemat waktu dan biaya.
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!
Booking Vaksinasi HPV Nonavalen Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Yuk, segera pesan layanan Halodoc Homecare!
Pentingnya Konsultasi Medis
Jangan menunggu hingga muncul gejala seperti benjolan pada alat kelamin, gatal, atau perdarahan abnormal pada area anus.
Perkembangan infeksi HPV menjadi kanker biasanya memakan waktu bertahun-tahun (10-20 tahun), sehingga deteksi dini dan vaksinasi adalah kunci keselamatan kamu.
Vaksinasi HPV umumnya aman diberikan bersamaan dengan vaksin lain dalam satu kunjungan, sehingga memudahkan jadwal imunisasi kamu.
Segeralah berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mengecek status vaksinasi kamu dan mendapatkan perlindungan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatanmu.
Itulah penjelasan seputar vaksin HPV yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait vaksin HPV untuk laki-laki, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun.
Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
de Martel C et al. Lancet Glob Health. 2020;8:e180–e190.
Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Diakses pada 2026. PAPDI luncurkan Jadwal Imunisasi Dewasa Agustus 2025.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. HPV (Human Papillomavirus) Vaccine; Human Papillomavirus (HPV) Vaccine Safety.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cervical Cancer Elimination Initiative.
FAQ
1. Kenapa vaksin nonavalen lebih disarankan sekarang?
Bukan berarti kuadrivalen tidak baik, namun nonavalen memberikan proteksi terhadap virus yang lebih banyak (9 tipe).
Jenis 52 dan 58 yang risikonya paling tinggi di Indonesia tercatat lebih efektif dicegah dengan tipe nonavalen.
2. Apakah vaksin HPV dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
Vaksin HPV umumnya aman diberikan bersama dengan vaksin lain dalam satu kunjungan, sehingga memudahkan jadwal imunisasi. Tetapi tetap ikuti rekomendasi dari petugas kesehatan.


