• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada 5 Penyakit yang Mengintai saat Banjir

Waspada 5 Penyakit yang Mengintai saat Banjir

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada 5 Penyakit yang Mengintai saat Banjir

Halodoc, Jakarta - Akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat, beberapa hari lalu sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana banjir. Dari sejumlah daerah yang kebanjiran, wilayah Jakarta dan sekitarnya menyita perhatian banyak khalayak. Bahkan, bencana tersebut menelan korban sebanyak lima orang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu diprediksi akan terjadi lagi pada esok hari. BMKG menghimbau warga Jabodetabek untuk waspada terhadap hujan lebat yang akan mengguyur wilayah tersebut pada tanggal 23 dan 24 Februari 2021.

Nah, ada satu hal pula yang kita mesti waspadai menyoal bencana banjir ini. Baik saat dan setelah banjir, bencana alam ini diam-diam bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi banyak orang. Lantas, apa saja sih penyakit saat banjir yang perlu kita waspadai?

Baca juga: Waspada Banjir, Ini Bahaya Genangan Air bagi Kesehatan

1.Leptospirosis

Penyakit saat banjir yang perlu diwaspadai salah satunya adalah leptospirosis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam “Flooding and communicable diseases fact sheet”, bencana banjir berpotensi menimbulkan penyakit menular lainnya seperti leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. 

Leptospirosis sering disebarkan oleh hewan seperti tikus, sapi, anjing, dan babi. Leptospira yang dapat menimbulkan penyakit ini bisa disebarkan melalui urine atau darah dari hewan yang telah terinfeksi. Nah, di musim hujan ini, Leptospira umumnya sering disebarkan oleh tikus.

Menurut National Institutes of Health, waktu yang dibutuhkan leptospirosis hingga memunculkan gejala berkisar antara 2 hingga 26 hari (rata-rata 10 hari). Gejala yang sering muncul, yaitu:

  • Batuk kering;
  • Demam;
  • Sakit kepala;
  • Nyeri otot;
  • Mual, muntah, dan diare;
  • Menggigil.

Gejala yang kurang umum termasuk:

  • Sakit perut;
  • Suara paru-paru tidak normal;
  • Sakit tulang;
  • Konjungtivitis;
  • Kelenjar getah bening membesar;
  • Nyeri sendi dan otot;
  • Sakit tenggorokan.

2. Tifus

Penyakit saat banjir lainnya yang mesti diwaspadai contohnya tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang bisa menyebar melalui makanan yang telah terkontaminasi. 

Tifus bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Contohnya demam, sakit kepala, sakit perut, konstipasi, ataupun diare. Hati-hati, bila bakteri ini memasuki aliran darah (bakteremia), maka ia bisa menginfeksi jaringan di seluruh tubuh kita, termasuk:

  • Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).
  • Lapisan jantung atau katup jantung. (endokarditis).
  • Tulang atau sumsum tulang (osteomielitis).

Nah, bagi kamu yang mengalami gejala di atas dan tak kunjung membaik, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

3. Diare

Selain dua hal atas, diare adalah penyakit saat banjir yang juga mesti diwaspadai. Jangan sekali-kali memandang remeh penyakit ini, sebab bila tak kunjung sembuh (diare kronis), maka kondisi ini bisa membahayakan nyawa pengidapnya. 

Meski kelihatannya sepele, diare yang tidak kunjung sembuh (diare kronis) bisa berbahaya. Diare umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus, parasit, atau bakteri. 

Biang keladi diare umum disebabkan akibat konsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus, parasit, atau bakteri. Namun, di musim hujan atau di kala banjir, diare umumnya disebabkan oleh bakteri salmonella, cholera, dan shigella. 

Baca juga: Penyebab Diare Mudah Menyerang saat Musim Hujan

4. Demam Dengue

Menurut WHO demam dengue merupakan penyakit yang rentan terjadi di musim hujan, terutama saat banjir. Penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk ini bisa menyebabkan komplikasi serius. Salah satunya kerusakan pada pembuluh darah.

Nah, andaikan penyakit ini tak segera ditangani, maka nyawa pengidapnya bisa terancam akibat demam berdarah dengue (DBD).

Pengidap DBD bisa mengalami muntah secara terus menerus, perdarahan pada hidung dan gusi, darah pada urine, nyeri perut, cepat lelah, hingga sulit bernapas dan syok. 

5. Hepatitis A

Penyakit saat banjir lainnya yang perlu diwaspadai adalah hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hati-hati, infeksinya bisa mengganggu kerja organ hati, dan bisa menular dengan mudah lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Gejala awal hepatitis A biasanya berupa demam, yang disertai pusing, nyeri otot, dan menggigil. Namun, lama-kelamaan gejalanya bisa berkembang menjadi: 

  • Kulit terasa gatal.
  • Urine berwarna gelap.
  • Lemas.
  • Penyakit kuning.
  • Mual dan muntah.
  • Berat badan menurun.
  • Tinja berwarna pucat.
  • Nyeri perut bagian atas.

Baca juga: Musim Hujan, Ini Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Nah, untuk mengatasi keluhan kesehatan atau untuk meningkatkan sistem imun di saat musim hujan, kamu bisa kok membeli obat atau vitamin menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 

Referensi:
World Health Organization WHO. Diakses 2021. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021.
Leptospirosis
Verywell Health. Diakses pada 2021. The Spread of Waterborne Illnesses
Mayo Clinic. Diakses Januari 2020. Diseases & Conditions. Dengue Fever. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Hepatitis A.
Pikiran Rakyat. Diakses pada 2021. Update Banjir Jakarta Hari Ini 21 Februari 2021, 49 RT Terdampak dan 5 Meninggal Dunia
Kompas.com. Diakses pada 2021. BMKG: Waspadai Hujan Lebat pada 23 dan 24 Februari di Jabodetabek