• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 7 Komplikasi dari Anosmia

Waspada, Ini 7 Komplikasi dari Anosmia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar pepatah "kamu tidak akan dapat menghargai sesuatu sampai kehilangannya?" Ternyata, pepatah tersebut bisa diberlakukan untuk berbagai macam hal, termasuk dalam aspek kesehatan, khususnya pada kasus anosmia. Kebanyakan pengidap anosmia baru menyadari pentingnya indra penciuman sampai mereka kehilangan kemampuan tersebut.

Anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman sebagian atau sepenuhnya memang termasuk kondisi yang jarang terjadi. Namun, bukan berarti kamu boleh menyepelekan masalah kesehatan tersebut. Tidak hanya sangat mengganggu, anosmia juga dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya lho.

Anosmia dapat mengubah kehidupan seseorang. Tanpa indra penciuman, makanan akan berkurang kenikmatannya. Pengidap juga tidak bisa menikmati aroma yang menyenangkan seperti wangi bunga, parfum, dan lain-lain. 

Hal yang paling bahaya, anosmia dapat menyebabkan pengidapnya tidak dapat menyadari situasi berbahaya yang dihadapinya. Misalnya, tanpa kemampuan mendeteksi bau, kamu tidak dapat mencium bau gas, asap dari api atau makanan yang sudah basi. Itulah mengapa anosmia sebaiknya jangan disepelekan dan dapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Baca juga: Inilah yang Terjadi saat Indra Penciuman Hilang

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Anosmia

Kehilangan indra penciuman ternyata dapat memberikan banyak dampak yang sangat merugikan bagi pengidapnya. Komplikasi anosmia yang bisa dialami oleh pengidap, antara lain:

  1. Kehilangan minat pada makanan atau tidak nafsu makan. Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan pengidap kekurangan gizi dan mengalami penurunan berat badan.

  2. Kehilangan insting akan adanya bahaya, seperti kebakaran, makanan basi, dan lain-lain. Pengidap anosmia harus memasang alarm asap di rumah dan memastikan alarm tersebut berfungsi setiap saat. Mereka juga harus berhati-hati dengan penyimpanan makanan karena mungkin kesulitan makanan basi. 

  3. Kehilangan kemampuan untuk mengingat kembali ingatan yang berkaitan dengan bau.

  4. Kehilangan gairah seksual karena ketidakmampuan untuk mencium aroma parfum atau feromon.

  5. Kehilangan kemampuan untuk mendeteksi bahan kimia atau bau berbahaya lainnya di rumah.

  6. Gangguan mood seperti depresi.

  7. Kurangnya minat dalam situasi sosial yang mungkin termasuk tidak bisa menikmati makanan dalam acara sosial.

Baca juga: Keracunan Makanan Basi, Ini Penanganan Pertama

Tips Hidung dengan Kondisi Anosmia

Untuk melindungi diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan maupun keamanan diri sendiri, berikut tips-tips yang bisa dilakukan pengidap anosmia: 

  • Memberi label makanan dengan benar dengan tanggal kedaluwarsa.

  • Membaca label pada bahan kimia seperti pembersih dapur dan insektisida.

  • Memasang detektor asap atau alarm kebakaran.

Lantas, Bisakah Anosmia Disembuhkan?

Kehilangan indra penciuman bisa menjadi hal yang traumatis, tetapi tetap ada harapan bagi pengidap untuk sembuh. Menurut New York Otolaryngology Group, setengah dari seluruh kasus anosmia dapat diobati dan dikembalikan dengan terapi nonsurgical

Pengobatan untuk anosmia dapat bervariasi pada tiap pengidap, tergantung kondisi yang mendasarinya. Bila iritasi hidung seperti pilek atau alergi adalah penyebab anosmia, pengobatan medis biasanya tidak diperlukan karena gangguan penciuman tersebut akan membaik dengan sendirinya. Berikut ini perawatan yang dapat membantu mengatasi anosmia yang disebabkan oleh iritasi hidung:

  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.

  • Obat-obatan, seperti dekongestan atau antihistamin.

  • Penggunaan semprotan hidung steroid.

  • Mengurangi paparan iritasi hidung dan alergen.

  • Berhenti merokok, karena merokok dapat menumpulkan indra kamu, termasuk indra penciuman.

Sedangkan kehilangan indra penciuman yang disebabkan oleh adanya sumbatan di hidung dapat diobati dengan menghilangkan apapun yang menyumbat saluran hidung kamu. Pengangkatan ini mungkin melibatkan prosedur untuk menghilangkan polip hidung, meluruskan septum hidung atau membersihkan sinus. Bila kamu curiga anosmia terjadi akibat konsumsi suatu obat tertentu, bicarakan pada dokter apakah ada opsi perawatan lain yang tidak mengganggu kemampuan penciuman. Namun, jangan pernah berhenti minum obat tanpa terlebih dahulu bicara dengan dokter.

Baca juga: 5 Langkah Mencegah Penurunan Kemampuan Indera Penciuman

Nah, itulah komplikasi anosmia yang bisa terjadi. Bila kamu mulai merasakan perubahan dalam kemampuan kamu membaui sesuatu, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi, sehingga dapat dilakukan penanganan secepatnya. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu juga bisa buat janji temu dengan dokter di rumah sakit terbaik yang dekat dengan domisili kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Anosmia?
Healthline. Diakses pada 2020. Anosmia: Causes, Complications, and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2020. This Is What It’s Like to Live Without Your Sense of Smell.