• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada 3 Komplikasi dari Anemia Hemolitik

Waspada 3 Komplikasi dari Anemia Hemolitik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Berdasarkan penyebabnya, anemia atau kurang darah dibagi menjadi beberapa jenis. Anemia hemolitik adalah salah satu jenis anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah dalam tubuh lebih cepat dibandingkan pembentukannya. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit tersebut bisa memicu komplikasi yang berbahaya. 

Mengenal Anemia Hemolitik

Sel darah merah memiliki misi penting, yaitu untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jantung dan ke seluruh tubuh. Organ yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sel-sel darah merah ini adalah sumsum tulang belakang. Namun, orang yang mengalami anemia, memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah daripada batas normal. Kurangnya sel darah merah tersebut bisa disebabkan karena proses penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya. Hal inilah yang dinamakan anemia hemolitik. Penghancuran sel darah merah disebut juga hemolisis.

Anemia hemolitik bisa dialami sejak lahir karena diwariskan dari orang tua atau berkembang setelah lahir. Anemia hemolitik yang bukan warisan dari orangtua dapat dipicu oleh penyakit, kondisi autoimun, ataupun efek samping dari obat-obatan tertentu.

Pada beberapa kasus, anemia hemolitik bisa disembuhkan dengan mengobati penyebabnya. Namun, anemia hemolitik juga bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama (kronis), terutama yang disebabkan oleh faktor keturunan.

Baca juga: Anemia Aplastik Vs Anemia Hemolitik, Mana yang Lebih Bahaya?

Penyebab Anemia Hemolitik

Ada kemungkinan bahwa dokter juga tidak bisa menentukan sumber dari anemia hemolitik. Namun, beberapa penyakit, bahkan beberapa obat dapat menyebabkan kondisi ini.

Kondisi yang dapat menjadi penyebab anemia hemolitik, antara lain:

  • Pembesaran limfa.

  • Hepatitis.

  • Virus Epstein-Barr.

  • Demam tifoid.

  • Leukemia.

  • Limfoma.

  • Tumor.

  • Gangguan autoimun, seperti Sindrom Wiskott – Aldrich dan systemic lupus erythematosus (SLE).

Sedangkan beberapa obat yang dapat menyebabkan anemia hemolitik, yaitu acetaminophen, antibiotik, ibuprofen, chlorpromazine, interferon alpha, dan procainamide.

Baca juga: Ini Berbagai Faktor Risiko Anemia Hemolitik

Komplikasi Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik yang sudah parah dan tidak diobati atau dikendalikan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  1. Irama jantung tidak teratur yang disebut juga aritmia

  2. Kardiomiopati, di mana jantung berkembang lebih besar dari normal. 

  3. Gagal jantung.

Pengobatan Anemia Hemolitik

Pengobatan untuk anemia hemolitik bisa berbeda-beda tergantung pada penyebab anemia, keparahan kondisi, usia pengidap, kondisi kesehatan pengidap, dan toleransi pengidap terhadap obat-obatan tertentu.

Pilihan pengobatan untuk anemia hemolitik, antara lain:

  • Transfusi Sel Darah Merah

Transfusi sel darah merah dilakukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah pengidap dengan cepat dan untuk mengganti sel darah merah yang hancur dengan yang baru.

  • IVIG

Pengidap mungkin juga akan diberikan imunoglobulin secara intravena (melalui pembuluh vena) di rumah sakit untuk menumpulkan sistem kekebalan tubuh, bila penyebab anemia hemolitik adalah karena kesalahan sistem kekebalan tubuh (kondisi autoimun).

  • Imunosupresan seperti Kortikosteroid

Dalam kasus anemia hemolitik yang disebabkan oleh kondisi autoimun, pengidap juga dapat diberikan kortikosteroid untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga penghancuran sel darah merah dapat dicegah. Imunosupresan yang lain juga dapat digunakan untuk tujuan yang sama.

  • Operasi

Dalam kasus yang sudah parah, pengidap mungkin perlu menjalani operasi pengangkatan limfa. Limfa adalah tempat sel darah merah dihancurkan. Mengangkat limfa dapat mengurangi kecepatan proses penghancuran sel darah merah. Pengobatan ini biasanya digunakan sebagai pilihan dalam kasus-kasus hemolisis imun yang tidak merespons terhadap pengobatan kortikosteroid atau imunosupresan lainnya.

Baca juga: Kenali Gejala dari Penyakit Anemia Hemolitik

Jadi, jangan tunggu anemia hemolitik semakin parah dan menimbulkan komplikasi. Segera bicarakan dengan dokter mengenai pengobatan yang terbaik untuk kondisi kesehatan yang kamu alami. Untuk mendapatkan pengobatan, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Hemolytic Anemia: What It Is and How to Treat It
NHLBI. Diakses pada 2020. Hemolytic Anemia.