• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Efek Doomscrolling Selama Pandemi COVID-19

Waspadai Efek Doomscrolling Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Merebaknya pandemi COVID-19 membuat sebagian besar orang harus mengurangi aktivitas di luar rumah guna melindungi diri dari paparan virus. Namun, terlalu lama beraktivitas di rumah tentu membuat banyak orang merasa bosan. Ketika bosan melanda, hal pertama yang pasti kamu lakukan adalah membuka media sosial. Selain sebagai sarana mendapatkan hiburan, lewat media sosial kamu bisa mengetahui informasi terkini. 

Namun, situasi pandemi yang belum juga mereda nampaknya menimbulkan fenomena doomscrolling. Apa itu? Doomscrolling adalah istilah yang menggambarkan kecenderungan untuk menelusuri media sosial terus-menerus, terutama untuk mencari berita-berita negatif. Bila terus dilakukan, kebiasaan ini dapat menimbulkan efek fisik maupun psikis. Ini sejumlah efek negatif doomscrolling yang harus kamu waspadai.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Waspadai Dampak Negatif Doomscrolling Selama Pandemi

Dr. Carla Marie Manly, seorang psikolog klinis di California mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa mereka akan merasa lebih aman dengan terus mengikuti berita terbaru. Namun, mereka tidak sadar bahwa konsumsi berita negatif justru dapat menyebabkan ketakutan, kecemasan, dan stres yang lebih besar. 

Kecemasan yang ditambah dengan membaca berita negatif terus-menerus bukan tidak mungkin bisa mengembangkan serangan panik yang gejalanya mirip seperti serangan jantung. Mengingat kesehatan mental juga berkaitan erat dengan kesehatan fisik, tidak mengherankan jika kebiasaan negatif seperti doomscrolling juga bisa berdampak pada kesehatan fisik, seperti gangguan tidur hingga makan berlebihan.

Dalam jangka panjang, doomscrolling dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin, yang keduanya merupakan hormon stres. Melansir dari Healthline, peningkatan hormon stres mampu mengembangkan banyak masalah kesehatan fisik, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Stres kronis atau stres berkepanjangan akibat doomscrolling juga rentan membuat penyakit maag sering kambuh. 

Baca juga: Ini Cara Hadapi Ancaman Virus Corona di Rumah

Mencegah Efek Negatif dari Doomscrolling

Satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah dampak negatif dari doomscrolling dimulai dengan mengurangi dan membatasi penggunaan media sosial. Kamu bisa mulai dengan membatasi penggunaan media sosial selama lima hingga 15 menit saja. Dengan cara ini, kamu tetap bisa mendapatkan cukup informasi tanpa harus merasa cemas. Cara lainnya, kamu bisa mematikan notifikasi akun media sosialmu, sehingga kamu tidak punya kecenderungan untuk terus membuka media sosial saat notifikasi muncul di layar. 

Kamu juga bisa menggunakan fitur-fitur yang ada di media sosial untuk menyaring berita dan memblokir beberapa kata kunci yang menurut kamu bisa memberikan dampak negatif. Saat kamu merasa gelisah, cemas, atau stres, maka itu adalah sebuah sinyal dari tubuh yang menandakan kamu harus segera berhenti membuka media sosial. 

Baca juga: Pentingnya Social Responsibility Tangani Pandemi Virus Corona

Jika kamu mengalami stres dan kecemasan yang tidak biasa serta bingung cara untuk menanganinya, kamu bisa menghubungi dokter maupun psikolog lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot pergi ke rumah sakit, di rumah saja kamu sudah bisa berdiskusi dengan dokter maupun psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat dan Voice/Video Call. Sangat praktis dan aman bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga !

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. ‘Doomscrolling’ During COVID-19: What It Does to You and How You Can Avoid It.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Doomscrolling and How to Avoid It.