• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • AS Sediakan Alat Tes Antigen Terjangkau Agar Dilakukan Rutin

AS Sediakan Alat Tes Antigen Terjangkau Agar Dilakukan Rutin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – The U.S. Food and Drug Administration telah mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk tes antigen COVID-19. Tes ini dinilai dapat dengan cepat mendeteksi fragmen protein yang ditemukan pada virus. 

Menurut The U.S Food and Drug Administration tes Polymerase chain reaction atau PCR bisa sangat akurat, tetapi menjalankan tes dan menganalisis hasilnya bisa memakan waktu. Salah satu keuntungan utama tes antigen adalah kecepatan yang dapat memberikan hasil dalam hitungan menit. 

Baca juga: Swab Antigen dan Rapid Test Antigen, Beda atau Sama?

Namun, tes antigen mungkin tidak mendeteksi semaksimal tes PCR. Tes antigen sangat spesifik untuk virus, tetapi tidak sepeka tes PCR. Ini berarti hasil positif dari tes antigen sangat akurat, tetapi kemungkinan negatif palsu lebih tinggi. Bisa jadi hasil negatif tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi. 

Indonesia Direkomendasikan Lakukan Tes Antigen sebagai Skrining Awal 

Di balik kelemahannya tersebut, tes antigen dinilai dapat menjadi skrining awal yang efektif dengan harga yang murah. Itulah sebabnya mengapa AS menargetkan 100 juta tes antigen akhir Oktober supaya masyarakat bisa melakukan pemeriksaan rutin. Pemerintah AS beberapa bulan terakhir telah mengesahkan uji antigen dari Abbott Laboratories, Becton Dickinson & Co, Quidel Corp dan LumiraDX. 

Baca juga: Ini Alasan Rapid Tes Antigen Lebih Akurat Dibanding Antibodi

Bagaimana dengan Indonesia? World Health Organization (WHO) merekomendasikan Indonesia untuk menerima dan melakukan tes antigen. Dilansir dari BBC, sejauh ini belum ada kepastian berapa banyak tes antigen yang akan dibeli oleh pemerintah Indonesia secara mandiri tanpa subsidi. 

Dikabarkan WHO akan menyediakan 120 juta tes antigen untuk negara-negara berpenghasilan kecil sampai menengah. Tes antigen dianggap menjadi solusi untuk negara-negara berpenduduk banyak dengan kasus corona yang signifikan dan sedikit melakukan tes.

Biaya dianggap menjadi kendala kenapa tes COVID-19 tidak dilakukan. Untuk itulah tes antigen adalah jawaban untuk masalah ini. Harga tes antigen US$ 5 atau Rp 74.000, jauh lebih murah ketimbang tes PCR.

Abbot (Amerika Serikat) dan SD Biosensor (Korea Selatan) adalah dua tes antigen yang akan didistribusikan WHO ke beberapa negara sasaran dengan kerja sama dengan lembaga salah satunya Bill & Melinda Gates Foundation. 

Deteksi Dini dengan Tes Antigen

Nah, kalau kamu ingin melakukan tes antigen atau butuh informasi mengenai update seputar corona bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Terlepas dari kekurangannya, tes antigen memang ditujukan untuk pengujian cepat, kebutuhan mendesak, dan bisa dilakukan di mana saja. Namun, disarankan profesional medis yang melakukan pengujian tetap menggunakan alat pelindung diri (APD). 

Baca juga: Terjangkit Virus Corona, Kapan Gejalanya Akan Berakhir?

Kemudian yang tak kalah penting adalah gunakan alat tes antigen yang direkomendasikan oleh WHO. Seberapa baik tes antigen bekerja tergantung pada beberapa faktor, termasuk kapan waktu mulai sakit, konsentrasi virus dalam spesimen, kualitas spesimen yang dikumpulkan dari seseorang dan bagaimana diproses, dan formulasi yang tepat dari reagen di alat uji. Jangan sampai salah informasi, dapatkan update akurat mengenai COVID-19 di Halodoc

Referensi:
BBC. Diakses pada 2020. Covid-19: Tes antigen disetujui WHO, pemerintah Indonesia 'harus agresif menyediakan, tak harus tunggu harga murah'.
Covid 19.go.id. Diakses pada 2020. WHO Beri Rekomendasi Untuk Indonesia Menyelenggarakan Rapid Test Antigen.
The Jakarta Post. Diakses pada 2020. Use antigen tests for screening but with caution: Experts.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19.