• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Asam Urat Naik, Perlukah Membatasi Aktivitas Harian?

Asam Urat Naik, Perlukah Membatasi Aktivitas Harian?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit asam urat atau gout adalah bentuk umum dari radang sendi yang bisa sebabkan gejala yang sangat menyakitkan. Biasanya asam urat akan memengaruhi satu sendi pada satu waktu (sering kali sendi jempol kaki). Ada kalanya gejala kian memburuk, yang dikenal sebagai flare, dan ada juga masa saat tidak ada gejala yang kemudian disebut remisi. 

Sayangnya, tidak ada obat untuk asam urat. Namun, pengidapnya dapat mengobati dan mengelola kondisi ini secara efektif dengan pengobatan dan strategi pengelolaan diri lain semisal membatasi atau meningkatkan aktivitas tertentu.

Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah Penyebab Utama Asam Urat 

Perlukan Pengidap Asam Urat Membatasi Aktivitas?

Saat mengidap asam urat, bukan berarti pengidapnya harus membatasi aktivitas sama sekali, apalagi jadi malah tidak berolahraga. Saat mengidap asam urat, pengidapnya disarankan untuk tetap aktif secara fisik. Mengutip Centers for Diseases Control and Prevention, para ahli merekomendasikan agar orang dewasa yang memiliki penyakit asam urat untuk terlibat dalam 150 menit aktivitas fisik per minggu, setidaknya aktivitas fisik sedang.

Setiap menit aktivitas akan sangat berarti, dan aktivitas apapun lebih baik daripada tidak sama sekali. Aktivitas dengan intensitas sedang dan berdampak rendah yang disarankan untuk pengidap asam urat bisa mencakup jalan kaki santai, berenang, atau bersepeda. Aktivitas fisik secara teratur juga dapat mengurangi risiko terserang penyakit kronis lainnya seperti jantung, stroke, dan diabetes. 

Pengidap asam urat juga bisa mengikuti program aktivitas fisik yang efektif. Bagi orang yang khawatir bahwa aktivitas fisik dapat memperburuk gejala asam urat atau tidak yakin bagaimana cara berolahraga dengan aman, program aktivitas fisik dapat membantu mengurangi rasa sakit dan risiko lain. Kelas-kelas ini dapat membantu pengidap arthritis merasa lebih baik, baik secara fisik maupun secara mental.

Kamu juga bisa tanyakan pada dokter ahli di Halodoc mengenai aktivitas yang aman dilakukan bagi pengidap asam urat. Dokter di Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap asam urat. 

Baca juga: Benarkah Kangkung Memicu Kambuhnya Asam Urat?

Pahami Penyebab Asam Urat

Asam urat disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia, di mana terdapat terlalu banyak asam urat di dalam tubuh. Tubuh membuat asam urat saat memecah purin, yang ditemukan di tubuh dari makanan yang dimakan. Ketika terlalu banyak asam urat dalam tubuh, kristal asam urat (monosodium urate) dapat terbentuk di persendian, cairan, dan jaringan di dalam tubuh sehingga kemudian menyebabkan peradangan. Namun, hiperurisemia tidak selalu menyebabkan asam urat, dan hiperurisemia tanpa gejala asam urat juga tidak perlu diobati.

Baca juga: Nyeri Kaki Setelah Makan Daging Bisa Jadi Asam Urat

Gaya Hidup Sehat untuk Mengatasi Asam Urat

Tak hanya tetap melakukan aktivitas fisik, ada beberapa gaya hidup sehat yang disarankan untuk dilakukan para pengidap penyakit asam urat, yaitu:

  • Makan Makanan Sehat. Hindari makanan yang dapat memicu serangan asam urat, termasuk makanan tinggi purin. Purin biasanya ada pada makanan seperti daging merah, daging organ, dan makanan laut. Pengidapnya juga perlu membatasi asupan alkohol. 
  • Turunkan Berat Badan. Bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan akan mengurangi tekanan pada persendian, terutama persendian yang menahan beban seperti pinggul dan lutut. Mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat dapat meredakan nyeri, meningkatkan fungsi, dan memperlambat perkembangan asam urat.
  • Melindungi Persendian. Cedera sendi dapat menyebabkan atau memperburuk asam urat. Oleh karena itu, pilihlah aktivitas yang mudah dilakukan seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Aktivitas berdampak rendah ini memiliki risiko cedera yang rendah dan tidak memelintir atau membebani sendi terlalu banyak. 

Referensi:
Arthritis Foundation. Diakses pada 2020. Gout
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. Arthritis Gout.