Asuransi dan BPJS, Pilih Mana?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Asuransi dan BPJS, Pilih Mana?

Halodoc, Jakarta - Berbicara penyakit sebenarnya enggak cuma berbicara kesehatan saja. Pasalnya, hal yang satu ini juga bisa menimbulkan efek domino yang panjang, salah satunya masalah keuangan. Memang bukan rahasia lagi, mahalnya biaya kesehatan kerap membuat sebagian orang kewalahan.

Oleh sebab itu, kini makin banyak saja orang-orang yang mendaftar sebagai peserta asuransi atau jaminan sosial. Alasannya sih simpel, tanpa asuransi atau jaminan sosial, penyakit berat dengan mudah membuat seseorang mengalami kesulitan finansial. Bahkan, ada yang sampai bangkrut atau jatuh miskin.

Baca juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Nah, dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi penyelamat ketika seseorang terserang penyakit. BPJS Kesehatan ini memberikan manfaat dasar dan menyeluruh. Dengan adanya BPJS Kesehatan, seorang yang mengidap penyakit berat bisa ditangani sampai sembuh di rumah sakit pemerintah, tanpa perlu cemas untuk menyiapkan dana besar untuk pengobatan. Bagaimana dengan asuransi swasta? Kira-kira lebih baik pilih BPJS Kesehatan atau asuransi swasta?

1. Perbandingan Biaya

Pada dasarnya, premi asuransi swasta terbilang cukup mahal. Makanya, agak sulit dijangkau untuk kalangan menengah ke bawah. Peserta asuransi kesehatan swasta ini perlu membayar premi hingga ratusan ribu rupiah perbulannya. Nominalnya tergantung dari jenis asuransi kesehatan yang diambil dan jangka waktunya.

Untuk sekadar informasi, biasanya semakin tua umur pesertanya, maka premi yang dibayarkan akan semakin mahal. Selain itu, ada perbedaan harga premi untuk peserta laki-laki dan perempuan. Lalu, bagaimana dengan BPJS Kesehatan?

Baca juga: Pindah Rumah? Jangan Lupa Pindah Faskes BPJS Juga

Iuran BPJS Kesehatan termasuk sangat murah dan terjangkau. Untuk pekerja, sebagian besar iurannya ditanggung oleh perusahaan. Sedangkan untuk pekerja nonformal, iuran BPJS juga cukup terjangkau. Karena minimal bisa membayar Rp 25.500 per bulannya untuk kelas III, Rp51.000 per bulannya untuk kelas II, dan Rp80.000 per bulannya untuk kelas I, untuk perawatan di rumah sakit

Berbeda dengan asuransi swasta, di BPJS kesehatan tak ada perbedaan besaran antara peserta tua dan muda. Tak ada pula perbedaan besaran premi antara yang laki-laki dan perempuan.

2. Keterbatasan Limit

Asuransi kesehatan memiliki batasan limit, makanya disebut sebagai plafon asuransi. Contoh sederhananya, seseorang dirawat di sebuah rumah sakit dan ditanggung oleh asuransi, selama batas maksimal rawat inap yang sudah disetujui.

Di samping itu, biaya rawat inap, seperti operasi, laboratorium, dan kunjungan dokter, juga punya limit biaya yang di cover asuransi. Nah, bila seseorang melebihi batas limit itu, maka ia harus membayar sendiri selisih biayanya.

Sedangkan BPJS Kesehatan lain lagi ceritanya. Andaikan ada keluhan medis semua biaya ditanggung oleh BPJS, pesertanya hanya perlu mengikuti sejumlah prosedur yang sudah ditentukan. Misalnya, mengenai ruang rawat yang sesuai dengan iuran yang mereka bayar.

Namun, ada biaya tambahan yang akan diminta pihak rumah sakit. Biaya tambahan di sini, seperti bila seseorang ingin pindah ke ruang rawat yang kelasnya lebih tinggi, atau pembelian sejumlah obat yang enggak ditanggung BPJS.

Baca juga: Sakit, Datang Saja ke Puskesmas dengan BPJS

3. Keduanya Memiliki Kelemahan

Meski biaya ditanggung oleh pihak BPJS, bukan berarti sistem ini tak memiliki kelemahan. Sebab, bukan rahasia lagi kalau terkadang proses pengurusan BPJS cenderung lambat, sehingga kerap membuat seseorang tidak nyaman. Selain itu, antrian pengguna BPJS juga amat panjang dan tak dibarengi oleh tenaga pelayanan yang berbanding lurus.

Di samping itu, kapasitas rumah sakit untuk pengguna peserta BPJS cenderung terbatas. Bahkan, dalam beberapa kasus rumah sakit terkadang tak mau menerima peserta BPJS bila kapasitasnya sedang penuh.

Bagaimana dengan asuransi swasta? Nah, berikut beberapa kelemahan dari asuransi swasta.

  • Iuran premi yang cukup mahal.

  • Memerlukan pengecekan medis yang ketat di awal, sehingga banyak yang dianggap tidak layak.

  • Manfaat tanggungan premi yang cenderung terbatas. Misalnya, tak memfasilitasi perawatan kehamilan.

  • Ada batasan plafon. Artinya, tak semua tagihan bisa dibayarkan, khususnya bila biaya pengobatan mahal.

Nah, mau pilih BPJS Kesehatan atau asuransi swasta?

Memiliki keluhan medis dan ingin berdiskusi dengan dokter? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!