12 March 2019

Awas, 4 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Mata Silinder

Awas, 4 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Mata Silinder

Halodoc, Jakarta - Penyakit mata baik silinder atau minus itu enggak memandang usia lho. Jadi, masalah kesehatan ini tak hanya dialami oleh lansia saja. Mata silinder atau astigmatisme ini merupakan gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa.

Kondisi itu akan menyebabkan pandangan kabur, baik dalam jarak dekat maupun jauh. Meski dalam kebanyakan kasus mata silinder ini terjadi saat lahir, namun astigmatisme juga bisa disebabkan karena cedera pada mata atau akibat operasi mata.

Lalu, kebiasan apa saja sih yang bisa memicu mata silinder?

Baca juga: Bukan Cuma Samar, Ini 9 Gejala Astigmatisme

Ada Banyak Gejalanya

Untuk beberapa kasus, sebenarnya penyakit mata ini tak menimbulkan gejala sama sekali. Tapi, ada pula beberapa orang yang bisa mengalami gejala, seperti:

  • Kesulitan membedakan warna yang mirip.

  • Distorsi penglihatan, misalnya melihat garis lurus tampak miring.

  • Kesulitan melihat saat malam hari.

  • Pandangan menjadi samar atau tidak fokus.

  • Sensitif terhadap sorotan cahaya.

  • Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu.

  • Mata mudah lelah dan sering tegang.

Baca juga: 5 Fakta tentang Gangguan Mata Astigmatisme

Awasi Kebiasaan yang Memicunya

Masalah mata yang satu ini disebabkan oleh kelainan kelengkungan kornea atau lensa mata. Sampai kini belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan terkait dengan faktor keturunan.

Kornea dan lensa merupakan bagian mata yang fungsinya membiaskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke retina. Nah, mata yang mengalami astigmatisme menyebabkan cahaya yang masuk tak terbiaskan secara sempurna. Alhasil, gambar yang dihasilkan menjadi tidak fokus.

Yang perlu diketahui, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Misalnya, mengidap sindrom down, terlahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah, hingga mengalami gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea), atau penipisan kornea.

Selain faktor-faktor di atas, ada pula kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mata, seperti:

1. Menonton TV atau Menggunakan Gawai dengan Cahaya Minim

Cahaya gawai dan televisi yang terlalu terang, sedangkan ruangan yang remang membuat mata berakomodasi maksimum untuk bisa terfokus pada objek yang ditangkapnya. Nah, ini bisa membuat mata menjadi cepat lelah dan berpengaruh terhadap pembiasan cahaya yang masuk ke mata. Jika tidak dihentikan, mata mengalami rabun dekat hingga silinder.

2. Bermain Game Terlalu Lama

Faktanya, memang belum ada studi yang bisa membuktikan hal ini. Tapi, aktivitas ini bisa memicu terjadinya penyakit mata.

Baca juga: Bukan Cuma Samar, Ini 9 Gejala Astigmatisme

Ketika bermain game, mata akan berganti fokus dalam frekuensi yang begitu sering. Ini menjadikan mata lelah apalagi ditambah lagi dengan mata yang menjadi lebih jarang berkedip yang akan membuat mata menjadi cepat kering dan perih.

Baca juga: Peduli Mata Sehat, Ini Bedanya Mata Minus dan Mata Silinder

3. Terlalu Lama Mengoperasikan Komputer atau Laptop

Bagi kamu yang sering mengoperasikan layar komputer tanpa mengistirahatkan mata, perlu harap-harap cemas. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah pada mata. Kondisi ini terjadi karena fokus mata yang terkunci hanya pada satu objek, yaitu layar perangkat elektronik, sehingga mata menjadi sulit terfokus pada objek lain di luar benda tersebut.

Sebaiknya, istirahatkan mata setiap dua jam sekali. Tidak harus dengan beralih dari meja kerja, jika seandainya kamu sedang bekerja. Kamu bisa melakukannya dengan mengalihkan pandang mata ke objek lain, seperti melihat ke luar jendela kantor atau pepohonan.

4. Keliru Membaca Buku

Enggak sedikit kok orang-orang yang gemar membaca buku sambil tiduran atau dalam jarang yang dekat. Padahal, dua kebiasaan itu bisa menimbulkan masalah pada mata.

Normalnya, jarak objek dan mata ketika membaca adalah 30 sentimeter, begitu pula dengan menonton televisi. Membaca buku terlalu dekat bisa membuat mata menjadi rabun jauh ditambah lagi jika membaca sambil tiduran mampu meningkatkan risiko mata juling.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!