Awas, 5 Makanan Ini Bisa Picu Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, 5 Makanan Ini Bisa Picu Kanker Otak

Halodoc, Jakarta – Agung Hercules mengembuskan napas terakhir setelah sebelumnya dikabarkan mengidap kanker otak. Penyakit kanker otak membuat pria yang dikenal dengan jargon “tidak goyang barbell melayang” ini harus menjalani perawatan di rumah sakit dan membuat tubuhnya terlihat kurus. Kanker otak merupakan penyakit yang terjadi karena ada pertumbuhan sel tidak normal pada otak, dan bersifat ganas. Sel kanker yang tumbuh kemudian mengganggu fungsi organ tersebut. 

Sel kanker yang tumbuh di otak bisa menguasai dan mengambil ruang, darah, serta nutrisi dari sel sehat pada tubuh. Kabar buruknya, kanker di otak cenderung tumbuh dalam waktu yang lebih cepat dan mudah menyebar ke bagian tubuh lain. Jenis tumor ini juga bisa muncul kembali walau sudah diangkat. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit ini menyerang, salah satunya akibat konsumsi makanan tertentu. 

Baca juga: Hampir Setahun Mengidap Glioblastoma, Agung Hercules Akhirnya Tutup Usia

Makanan yang Bisa Memicu Kanker Otak 

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker otak bisa terjadi. Namun, ada beberapa kondisi yang disebut meningkatkan risiko penyakit ini menyerang, salah satunya pola makan yang tidak sehat. Nyatanya, ada beberapa jenis makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi karena disebut bisa meningkatkan risiko penyakit, termasuk kanker otak.  

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat nyatanya menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan. Berikut ini beberapa jenis makanan yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit kanker, termasuk kanker otak. 

1. Daging Olahan 

Siapa sangka, kebiasaan mengonsumsi makanan olahan daging bisa menjadi salah satu penyebab kanker, termasuk kanker otak. Ada banyak jenis makanan yang terbuat dari daging olahan, misalnya sosis, bakso, dan daging yang diawetkan. Kebiasaan mengonsumsi daging olahan, lebih dari 50 gram setiap hari disebut bisa meningkatkan risiko kanker. Jenis makanan yang satu ini menjadi pemicu kanker kolorektal atau kanker kolon. 

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

2. Daging Merah 

Sebenarnya, sah-sah saja mengonsumsi jenis makanan ini selama masih dalam takaran yang normal. Sebaliknya, berlebihan dalam mengonsumsi daging merah disebut bisa meningkatkan risiko penyakit kanker menyerang, tak terkecuali kanker otak. Beberapa jenis daging yang termasuk daging merah adalah daging sapi, babi, dan daging kambing. Jika dikonsumsi secukupnya, jenis daging ini merupakan sumber protein dan mineral yang baik. 

3. Makanan dan Minuman Instan 

Tidak lagi menjadi rahasia bahwa makanan dan minuman yang bersifat instan berisiko tinggi menyebabkan gangguan kesehatan. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman instan secara berlebih bisa menyebabkan risiko penyakit kanker menyerang. Ada penelitian yang menyebut bahwa makanan dan minuman instan mengandung bahan yang bisa memicu kanker, yaitu akrilamida. 

4. Pemanis Buatan 

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan sudah lama diketahui sebagai pemicu penyakit diabetes. Namun ternyata, jenis makanan ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit kanker menyerang. Makanan yang banyak mengandung gula bisa menjadi “makanan” bagi pertumbuhan tumor di bagian tubuh. 

5. Alkohol 

Risiko kanker juga meningkat pada orang yang rutin mengonsumsi minuman beralkohol. Meski tidak secara langsung menjadi pemicu kanker otak, tetapi minuman beralkohol bisa menyebabkan berbagai jenis kanker yang bisa menyebar sampai ke otak. Kebiasaan konsumsi alkohol bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan, kanker hati, kanker payudara, serta kanker usus besar. 

Baca juga: Hal yang Terjadi Jika Seorang Terkena Kanker Otak

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker otak dan penyebabnya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!