• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, 6 Hal Ini Bisa Menyebabkan Balanitis pada Kelamin

Awas, 6 Hal Ini Bisa Menyebabkan Balanitis pada Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ketika berbicara keluhan pada “senjata” utama pria, hal apa saja yang ada di dalam benakmu? Impotensi, gatal-gatal akibat jamur, ejakulasi dini, atau mungkin peyronie (bentuk penis tampak menekuk? Bagaimana dengan balanitis, pernah mendengar penyakit ini? 

Balanitis merupakan peradangan pada ujung kepala penis. Kok bisa? Penyebab berbagai macam, tapi infeksi adalah hal yang sering menyebabkan balanitis. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada kulit yang menutupi kepala penis yang tidak dikhitan.

Sebagian besar kasus balanitis dialami oleh anak-anak di bawah usia 4 tahun dan pria dewasa yang belum disunat. Namun, ada pula sebagian kasus lainnya yang dialami oleh pria yang telah disunat. 

Baca juga: Cara Ampuh Mencegah Balanitis


Bisa Disebabkan Berbagai Faktor

Pada dasarnya balanitis disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi ini bisa terjadi karena perilaku seksual yang kurang baik, atau non-seksual. Untuk anak, biasanya balanitis karena kebersihan alat kelamin yang kurang terjaga, terutama pada laki-laki yang belum dikhitan. Setidaknya 1 dari 30 laki-laki yang belum dikhitan mengalami balanitis.

Kotoran yang disebut smegma biasanya terbentuk di bawah kulup pada ujung penis yang tidak dikhitan. Nah, hal ini yang bisa menyebabkan balanitis. Di samping itu, penyebab balanitis lainnya dapat berupa reaksi iritasi atau alergi dan kondisi lainnya, seperti adanya fimosis.

Selain itu, beberapa kondisi kesehatan juga bisa memicu balanitis pada anak. Misalnya keadaan yang membuat sistem imun rendah seperti diabetes mellitus atau sedang menjalani kemoterapi.

Selain hal-hal di atas, berikut faktor pemicu balanitis lainnya menurut National Health Service:

  1. Tidak mencuci atau membersihkan penis dengan benar.
  2. Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia. 
  3. Iritai akibat zat seperti sabun, gel mandi atau kondom.
  4. Diabetes atau kadar gula darah yang tinggi.
  5. Penyakit-penyakit tertentu seperti artritis reaktif dan lichen sclerosus atrophicus.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Balanitis


Perih Saat Berkemih Hingga Demam

Umumnya, pria yang mengalami balanitis mengalami pembengkakan dan kemerahan pada kepala penisnya atau kulup. Namun, balanitis bisa menimbulkan berbagai keluhan lain, seperti:

  • Keluarnya cairan yang berbau;
  • Iritasi;
  • Rasa nyeri, gatal, dan bengkak pada kepala penis;
  • Terasa keras, kering, atau kaku;
  • Timbul rasa nyeri saat buang air kecil;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah lipat paha;
  • Demam.

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi penyakit ini?


Bisa Tablet, Salep, Hingga Khitan

Pada dasarnya untuk mengatasi balanitis bisa diatasi dengan terapi obat-obatan. Nah, jenis obat yang digunakan ini bergantung dari hal yang menyebabkan balanitis. Misalnya, balanitis yang disebabkan oleh bakteri diberikan antibiotik (golongan penisilin, makrolid, dan metronidazole). Antibiotik ini bisa dalam bentuk tablet atau krim antibiotik. 

Baca juga: Tips Sederhana untuk Meredakan Gejala Balanitis

Jika disebabkan oleh jamur maka dapat diberikan krim dan tablet anti jamur (nistatin, fluconazol, mikonazol). Sama seperti antibiotik, antijamur ini bisa diberikan dalam bentuk tablet atau salep (krim). 

Selain kedua obat di atas, ada pula kortikosteroid untuk mengatasi balanitis. Krim steroid umumnya diberikan pada pasien dengan balanitis yang disebabkan oleh karena reaksi alergi/iritasi. Akan tetapi, bila balanitis terjadi secara berulang, maka khitan merupakan penatalaksanaan terbaik yang dapat dilakukan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:

National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Balanitis

National Health Service UK. Diakses pada 2020. Circumcision in Men

National Health Service UK. Diakses pada 2020. Balanitis

Healthline. Diakses pada 2020. What Is Balanitis