• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, 6 Kebiasaan Ini Sebabkan Ketombe Mudah Datang

Awas, 6 Kebiasaan Ini Sebabkan Ketombe Mudah Datang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat serpihan putih di bagian bahu pakaianmu? Nah, boleh jadi hal itu menandakan agar kamu harus lebih memperhatikan kesehatan rambut dan kulit kepalamu. Meski enggak berbahaya dan menular, tetapi ketombe cukup mengganggu, lho. 

Ketombe merupakan hasil pengelupasan (kematian sel) kulit kepala secara berlebihan. Kalau dalam keadaan normal, pengelupasan ini berlangsung tiap bulan atau empat minggu. Namun, pada kasus ketombe (yang parah), kondisi ini bisa berlangsung setiap minggu. Bahkan, enggak jarang ada yang terjadi setiap tiga atau empat hari sekali. 

Pertanyaanya, apa sih penyebab ketombe yang mesti kita waspadai? Lalu, adakah kebiasaan yang bisa memicu ketombe di masa mendatang? 

Baca juga: Kulit Kepala Sensitif Dapat Sebabkan Ketombe

Kebiasaan dan Faktor yang Memicu Ketombe

Berbicara penyebab ketombe, sama halnya membicarakan sederet hal yang bisa memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala. Pasalnya, hingga kini penyebab terjadi percepatan kematian sel di kulit kepala belum diketahui pasti. 

Akan tetapi, ada dugaan hal ini dipicu gangguan pada kelenjar penghasil minyak kulit yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit. Di samping itu, ketombe juga berkaitan dengan faktor lainnya. 

Nah, berikut beberapa kebiasaan yang bisa memicu ketombe di masa mendatang. 

  1. Jarang keramas atau terlalu sering keramas.
  2. Penggunaan produk atau perawatan rambut yang bisa memicu alergi.
  3. Terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol.
  4. Gemar mengasup makanan pedas, mengandung banyak garam, atau makanan dan minuman yang banyak mengandung gula.
  5. Jarang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B, seperti ikan, keju, atau telur.
  6. Stres atau tidak bisa mengelola stres dengan baik.

Selain hal-hal di atas, ada pula penyebab ketombe lainnya yang mesti diwaspadai, yaitu:

  • Memiliki tipe rambut berminyak.
  • Mengidap penyakit yang berkaitan dengan sistem imun, seperti HIV. 
  • Mengidap tinea capitis, infeksi jamur pada kulit kepala. 
  • Mengidap eksim atopik.
  • Mengidap psoriasis atau peradangan kronis pada kulit yang membuat kulit terkelupas, kering, dan bersisik.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Ketombe dan Psoriasis

Cara Mengatasi dan Mencegah Ketombe

Umumnya, banyak orang menggunakan sampo antiketombe untuk mengatasi atau mencegah ketombe. Sampo antiketombe memiliki beragam manfaat, seperti mengurangi pertumbuhan sel jamur atau membantu memperlambat produksi sel kulit mati. Sampo yang digunakan biasanya mengandung bahan aktif cytostatic agen, seperti selenium sulfide atau zinc pyrithione. 

Akan tetapi, selain sampo antiketombe kamu juga bisa kok mengatasi atau mencegahnya dengan cara alami, seperti: 

1. Lidah buaya

Karena kandungannya yang beragam, lidah buaya juga memiliki banyak manfaat. Contoh, kandungannya berupa protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, C, dan karbohidrat. Menurut penelitian, cairan dari daun ini bisa digunakan untuk menangani kulit bersisik pada pengidap dermatitis seboroik. Enggak hanya itu, minyaknya juga bisa meredakan rasa gatal pada kulit kepala. 

2. Minyak Zaitun

Minyak ini juga dinilai ampuh untuk menghilangkan serpihan kulit mati atau ketombe. Caranya juga mudah kok. Kamu hanya perlu mengoleskan sedikit minyak zaitun pada bagian yang berisik. Kemudian setelah satu jam, sisirlah kulit kepada pada daerah yang diolesi. Namun, sebaiknya kamu jangan sering menggunakan cara ini agar rambutmu tidak berminyak. 

3. Lemon

Caranya enggak berbeda jauh dengan minyak zaitun. Gosokkan lemon ke kulit kepalamu secara sistematis dan pastikan tidak ada bagian yang belum tergosok. Kamu bisa melakukannya setengah jam sebelum keramas. 

Mau tahu lebih jauh mengenai cara mengatasi ketombe? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. Dry Scalp and Dandruff: What’s Causing Those Fleaks?
NHS Choices. Diakses pada 2020. Health A-Z. Dandruff. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Dandruff. 
Everyday Health. Diakses pada 2020. Surprising Facts About Dandruff.