Awas, Bahaya Minyak Curah Bisa Sebabkan Kanker

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Bahaya Minyak Curah Bisa Sebabkan Kanker

Halodoc, Jakarta - Minyak goreng tak berlabel alias minyak goreng curah sampai kini masih menjadi idola, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Alasannya sederhana, minyak curah jauh lebih murah ketimbang minyak goreng dalam kemasan. Bahkan, bisa mencapai setengah harganya. Namun, per 1 Januari 2020 ini, pemerintah mulai melarang penjual minyak goreng curah. Kira-kira apa alasannya? 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pelarangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Pelarangan beredarnya minyak goreng curah di pasaran lebih ke arah faktor kesehatan.

Menurut Lukita, minyak goreng curah tak memenuhi standarisasi, seperti minyak goreng dalam kemasan. Dengan kata lain, tak ada jaminan kesehatan sama sekali dalam minyak goreng curah yang dijual selama ini. 

Perlu diingat, sebagian minyak goreng curah ada yang berasal dari minyak bekas atau jelantah yang disaring dengan zat tertentu. Nah, inilah salah satu faktor yang membuat minyak goreng curah terbilang murah dan tidak baik bagi tubuh. 

Lantas, apa sih sebenarnya dampak minyak goreng curah bagi tubuh? 

Baca juga: 5 Ciri Minyak Goreng Sehat yang Layak Konsumsi

Meningkatnya Radikal Bebas Dalam Tubuh

Dampak minyak goreng yang digunakan berkali-kali atau minyak goreng curah bisa dilihat dalam studi US National Library of Medicine - National Institutes of Health. Studi tersebut mengatakan, minyak goreng nabati yang digunakan berkali-kali hingga ke titik didihnya, bisa menghasilkan pembentukan radikal bebas. 

Nah, radikal bebas inilah yang bisa menyebabkan stres oksidatif atau keadaan jumlah radikal bebas yang berlebih dalam tubuh. Awas, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tingkat sel-sel tubuh. 

Di studi tersebut, para ahli melakukan riset terhadap seekor tikus yang diberikan minyak curah yang dipanaskan sebanyak tiga kali. Bagaimana hasilnya? Tubuh si tikus mengalami perubahan histopatologis (perubahan kondisi dan jaringan tubuh) dan perubahan kadar enzim antioksidan.

Padahal, antioksidan ini berperan penting pada sistem kekebalan tubuh. Lewat pengamatan histopatologis itu juga, terlihat bahwa adanya kerusakan pada usus besar dan hati tikus yang menjadi subjek penelitian. 

Baca juga: 4 Tips Gunakan Minyak Goreng yang Sehat

Ngeri, Dari Kolesterol sampai Kanker Payudara

Ada pula studi menarik mengenai dampak minyak goreng curah bagi tubuh. Bisa dilihat dari dari Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed). Seperti penjelasan di atas, minyak goreng curah yang beredar di pasaran merupakan hasil olahan dari minyak jelantah. 

Minyak jelantah sendiri merupakan minyak limbah yang berasal dari berbagai minyak. Bila komposisinya kimianya ditelisik lebih dalam, minyak curah atau jelantah ini mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama peroses penggorengannya. 

Studi dari Unimed mengatakan, minyak goreng curah hasil dari olahan minyak jelantah, zat gizi seperti beta-karotennya telah rusak. Perubahan itu juga meliputi hilangnya nutrisi, seperti vitamin dan mineral. Minyak goreng curah dengan kondisi inilah yang dinilai berbahaya. 

Penggunaan minyak goreng ini dalam waktu lama bisa memicu sederet masalah kesehatan. Mulai dari kolesterol, diabetes, penyakit kardiovaskular, keracunan makanan, hingga kanker payudara. Tuh, ngeri kan? 

Masih ada lagi studi dari University of Illinois yang bisa kita simak. Para ahli di sana menelisik dampak minyak goreng bekas (curah) terhadap tikus. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Riset tersebut menunjukkan minyak goreng yang dipanaskan berulang-ulang bisa memicu perubahan sel tubuh, sehingga mendorong pertumbuhan kanker payudara. Kok bisa? 

Baca juga: Cara Memasak Sehat Tanpa Minyak

Ternyata memanaskan minyak curah berkali-kali bisa merusak struktur kimia minyak dan melepaskan zat akrolein. Zat ini bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Singkat kata, studi-studi di atas menunjukkan dampak minyak goreng curah bagi tubuh sangat merugikan kesehatan. 

Nah, yakin masih mau menggunakan minyak goreng curah untuk memasak? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine - National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Evaluation of The Deleterious Health Effects of Consumption of Repeatedly Heated Vegetable Oil.
Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed). Diakses pada Oktober 2019. Uji Kerusakan Minyak pada Penggunaan Minyak Goreng Curah dan Kemasan Secara Berulang.