• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Bakteri Chlamydia Sebabkan Komplikasi Ini pada Perempuan

Awas, Bakteri Chlamydia Sebabkan Komplikasi Ini pada Perempuan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Awas, Bakteri Chlamydia Sebabkan Komplikasi Ini pada Perempuan

Halodoc, Jakarta – Chlamydia disebabkan oleh bakteri yang penyebarannya melalui penyakit menular seksual. Infeksi ini mudah menyebar karena seringnya tidak menimbulkan gejala. Itu berarti kamu bisa menularkan chlamydia ke pasangan seksual tanpa menyadarinya. 

Faktanya, sekitar 75 persen infeksi chlamydia pada perempuan dan 50 persen pada laki-laki tidak memiliki gejala. Jika kamu tidak mengobatinya, chlamydia dapat menyebabkan komplikasi serius. Seperti apa komplikasi chlamydia pada perempuan? Baca selengkapnya di sini!

Komplikasi Chlamydia Picu Radang Panggul

Jika tidak diobati, infeksi chlamydia dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat merusak saluran tuba (saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim). Chlamydia juga dapat menyebabkan infertilitas (ketidakmampuan untuk memiliki anak), meningkatkan risiko kehamilan ektopik (ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam dan berkembang di luar rahim), serta menyebabkan kelahiran prematur (melahirkan terlalu dini). 

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Chlamydia

Jika ibu menularkan infeksi chlamydia kepada anaknya saat melahirkan, bayi baru lahir dapat mengalami infeksi mata, kebutaan, atau pneumonia. Sama halnya dengan perempuan, komplikasi infeksi chlamydia pada laki-laki juga dapat menyebabkan infeksi pada epididimis (saluran yang membawa sperma keluar dari testis) atau proktitis (radang rektum).

Untuk mengurangi risiko komplikasi infeksi chlamydia, ada baiknya kamu melakukan hal-hal berikut ini:

1. Gunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan intim.

2. Batasi jumlah pasangan.

3. Jika kamu merasa terinfeksi, hindari kontak seksual dan temui dokter.

Gejala genital apa pun, seperti keluarnya cairan atau rasa terbakar saat buang air kecil atau luka atau ruam yang tidak biasa, harus menjadi sinyal untuk berhenti berhubungan intim dan segera memeriksakannya ke dokter. 

Jika kamu didiagnosis dan dirawat karena chlamydia atau penyakit menular seksual lainnya, beri tahu semua pasangan seksmu sehingga mereka dapat memeriksakan diri ke dokter. Informasi selengkapnya mengenai komplikasi chlamydia bisa ditanyakan pada dokter di Halodoc. Butuh beli obat tapi males keluar rumah? Bisa banget melalui aplikasi Halodoc! Tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantar ke tempat tujuan kurang dari satu jam.

Baca juga: 5 Mitos Tentang Penularan Chlamydia yang Perlu Diluruskan

Karena chlamydia sering kali tidak menunjukkan gejala, orang yang terinfeksi mungkin tanpa sadar menyebarkannya ke pasangan seks mereka. Banyak dokter menganjurkan agar semua orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seks harus menjalani pemeriksaan chlamydia secara teratur, meskipun tidak ada gejala.

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang umum dapat disembuhkan dengan mudah. Jika tidak diobati, komplikasi chlamydia dapat mempersulit perempuan untuk hamil. Jika kamu hamil, harus menjalani tes chlamydia pada kunjungan prenatal pertama. Pengujian dan pengobatan adalah cara terbaik untuk mencegah masalah kesehatan pada anak kelak.

Tanpa Gejala Jadi Harus Waspada

Kebanyakan orang yang mengidap chlamydia tidak memiliki gejala. Jika kamu memiliki gejala, gejala tersebut mungkin baru muncul beberapa minggu setelah berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi. Meskipun chlamydia tidak menimbulkan gejala, hal itu tetap dapat merusak sistem reproduksi.

Baca juga: Bagaimana Cara Chlamydia Ditularkan ke Orang Lain?

Perempuan dengan gejala mungkin akan mengalami keputihan yang tidak normal dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Perempuan juga bisa terinfeksi chlamydia di rektumnya. Ini bisa terjadi setelah melakukan seks anal. Meskipun infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkannya nyeri rektal dan pendarahan.

Segera periksakan diri ke dokter jika kamu melihat salah satu dari gejala-gejala ini atau jika pasangan mengidap penyakit menular seks atau atau gejala-gejala menyerupai infeksi menular seks. Gejala infeksi menular seks dapat berupa luka yang tidak biasa, keluarnya cairan berbau, rasa terbakar saat buang air kecil, atau pendarahan antar periode.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. Chlamydia.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Chlamydia.