• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Demam Tinggi pada Anak Bisa Jadi Gejala Campak

Awas, Demam Tinggi pada Anak Bisa Jadi Gejala Campak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Suhu tubuh anak memang akan berubah-ubah, apalagi jika anak termasuk anak yang sangat aktif. Namun, rata-rata suhu tubuh anak yang normal berada di sekitar 37 derajat Celsius. Jangan sepelekan jika anak mengalami kenaikan suhu tubuh hingga diatas 38 derajat Celsius. Kondisi ini bisa menandakan anak mengalami demam. Berbagai gangguan kesehatan dapat ditandai dengan kondisi demam, salah satunya adalah penyakit campak.

Baca juga: 5 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak

Penyakit campak merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan adanya infeksi virus. Campak menjadi salah satu penyakit menular dan dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, khususnya pada anak-anak. Sebaiknya ibu kenali tanda demam yang disebabkan oleh campak di sini agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain Demam, Kenali Gejala Lain dari Campak

Demam dapat menjadi salah satu kondisi tubuh yang menandakan adanya gangguan kesehatan. Berbagai penyakit memiliki gejala demam, salah satunya adalah penyakit campak. Tahukah ibu bahwa penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak? Untuk itu, tidak ada salahnya kenali gejala campak yang dapat dialami anak agar ibu dapat melakukan penanganan yang tepat.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, penyakit campak umumnya ditandai oleh munculnya ruam kemerahan pada tubuh. Namun, tanda ini akan muncul 3 hari setelah gejala awal dialami oleh pengidap campak. Sedangkan gejala awal akan berupa batuk kering, hidung tersumbat, mata merah dan berair, serta demam tinggi. Umumnya, gejala awal akan muncul pada 7–14 hari setelah paparan virus campak.

Ruam kemerahan akibat penyakit campak akan muncul pada area leher dan wajah. Jika tidak diatasi dengan tepat, kondisi ruam dapat menyebar ke seluruh tubuh. Awalnya, ruam yang muncul akan berbentuk titik-titik kecil, tetapi saat ruam semakin banyak, titik kecil yang muncul dapat menyatu dan membentuk ruam yang besar.

Sebaiknya segera ke rumah sakit terdekat jika demam pada anak cukup tinggi. Kondisi campak yang tidak segera ditangani oleh tim medis dapat menyebabkan gejala bertambah parah, seperti munculnya batuk darah, sesak napas, nyeri dada, linglung, hingga kejang. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter penanganan gejala campak yang masih terbilang ringan.

Baca juga: Waspadai Gejala Campak pada Bayi

Lakukan Perawatan untuk Campak

Pengobatan yang dilakukan pada pengidap campak umumnya dilakukan agar gejala tidak semakin parah. Melansir Mayo Clinic, beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk merawat pengidap campak, dengan melakukan vaksinasi campak setelah paparan virus hingga serta memberikan imun serum globulin. Kedua perawatan ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi gejala yang muncul. Pemberian obat-obatan juga dapat diberikan untuk menurunkan gejala yang dialami oleh pengidap campak, seperti obat demam, antibiotik, hingga vitamin A. 

Gejala campak yang terbilang ringan dapat dilakukan perawatan dari rumah dengan memenuhi kebutuhan istirahat, hindari aktivitas yang berat, penuhi cairan dalam tubuh, dan istirahatkan mata dengan menghindari cahaya yang cukup terang.

Pencegahan Penyakit Campak

Bagi anak-anak, pencegahan yang paling efektif untuk terhindar dari penyakit campak dengan melakukan imunisasi campak dan MMR. Namun, pemberian vaksin MMR pada anak-anak dapat menyebabkan efek samping, seperti nyeri pada bagian vaksin, demam ringan, nyeri ringan pada otot. 

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Selain itu, saat anak mengalami campak sebaiknya istirahatkan anak di rumah dan hindari dari keramaian karena dikhawatirkan dapat melakukan penyebaran terhadap penyakit campak. Itulah beberapa hal yang perlu ibu ketahui mengenai penyakit campak. Sebaiknya tetap berikan anak makanan sehat dan bergizi agar imunitas anak tetap terjaga dan terhindar dari berbagai gangguan penyakit. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Measles.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. MMR Vaccine.