• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas Emotional Eating, Ini 3 Hal yang Harus Diwaspadai

Awas Emotional Eating, Ini 3 Hal yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat pekerjaan terlalu banyak dan belum mendapat pelampiasan untuk menghilangkan rasa penat yang ada, perasaan stres dapat timbul. Perasaan tertekan tersebut lama-kelamaan akan semakin besar. Pada beberapa orang, saat stres sudah sulit dikendalikan, mereka akan makan lebih banyak makan. Aktivitas makan yang tidak kunjung berhenti itu dapat sebagai pelarian.

Jika kamu mengalami hal ini, mungkin saja kamu mengalami emotional eating. Gangguan ini dapat menyebabkan banyak dampak buruk pada tubuh karena aktivitas makan yang tidak dapat dikontrol. Maka dari itu, jika kamu kerap mengalami emotional eating, ada baiknya untuk mengetahui apa saja dampak buruk yang harus diwaspadai. Berikut ulasannya!

Baca juga: Inilah Perbedaan Makan Berlebihan dan Binge Eating Disorder

Dampak Buruk yang Harus Diwaspadai saat Mengalami Emotional Eating

Emotional eating adalah kecenderungan seseorang untuk merespons perasaan stres dengan cara mengonsumsi lebih banyak makanan. Padahal, seseorang yang mengalaminya sedang tidak mengalami kelaparan secara fisik. Orang yang mengidap gangguan ini kerap menginginkan konsumsi makanan dengan kalori tinggi. Contoh makanan tersebut adalah es krim, burger, pizza, dan makanan berat lainnya.

Seseorang yang mengalami emotional eating akan mengalihkan emosinya dan membuatnya lebih tenang dengan makan banyak. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat pasti menimbulkan dampak buruk pada tubuh. Maka dari itu, kamu harus mengetahui apa saja dampak yang dapat terjadi pada tubuh agar dapat menghindarinya. Berikut beberapa dampak buruk dari emotional eating:

  1. Perasaan Bersalah

Salah satu dampak buruk yang harus diwaspadai saat seseorang mengalami emotional eating adalah perasaan bersalah. Hal ini umumnya terjadi saat perasaan stres tersebut berlalu dan menyadari jika sudah terlalu banyak makan. Perasaan bersalah ini bahkan juga dapat memicu emotional eating yang lebih parah atau merasa rendah diri.

  1. Mual

Seseorang yang mengidap emotional eating juga dapat merasakan mual sebagai dampak buruknya. Hal ini disebabkan porsi makan yang terlalu berlebihan atau makan dengan sangat cepat, sehingga sakit perut atau mual dapat timbul setelahnya. Gangguan mual ini bahkan dapat terasa hingga beberapa hari setelah makan dalam jumlah yang banyak tersebut.

  1. Masalah Kesehatan yang Berhubungan dengan Berat Badan

Emotional eating yang terus-menerus terjadi dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan yang berhubungan dengan berat badan. Beberapa penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kelelahan dan kolesterol tinggi adalah contoh gangguan yang mungkin terjadi. Maka dari itu, cobalah untuk mengendalikan perasaan ingin makan tersebut agar tubuh lebih sehat.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Nafsu Makan Berlebih Saat WFH

Kendalikan Emotional Eating dengan Cara Ini

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi emotional eating?

  1. Kenali Rasa Lapar

Emotional eating biasanya terjadi saat seseorang menganggap makanan sebagai obat agar lebih baik padahal sedang merasa tidak lapar. Cara untuk menghentikan gangguan tersebut adalah benar-benar mempertanyakan pada diri sendiri apakah tubuh benar-benar lapar. Jika memang kamu sadar ternyata tidak lapar, otak akan membantu untuk menghentikan kebiasaan tersebut saat perasaan stres sedang bertumpuk.

  1. Mendistraksi Keinginan Makan

Salah satu cara untuk mengurangi kelainan dari emotional eating adalah dengan mencari alternatif lain yang lebih menyehatkan. Dengan mengalihkan semua pikiran dari makanan, tentu hal tersebut dapat menjaga tubuh dari segala dampak buruk yang dapat terjadi. Beberapa kegiatan yang untuk mendistraksinya adalah berjalan-jalan di taman atau bertemu dengan teman.

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Depresi Makin Parah

Itulah beberapa dampak buruk yang dapat terjadi akibat emotional eating saat stres terjadi. Keinginan untuk makan banyak tersebut harus diredam, mengingat  dampak buruk yang dapat muncul. Jika gangguan stres ini tidak kunjung membaik, ada baiknya untuk bertanya langsung pada dokter, psikolog, atau psikiater dari Halodoc. Cukup dengan download aplikasinya, kamu akan langsung mendapatkan jawabannya!

Referensi:
Live Well Dorset. Diakses pada 2020. The Effects of Emotional Eating.
Medical Weight Loss. Diakses pada 2020. The Effects of Emotional Eating.