• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Impetigo Mudah Menular pada Bayi dan Anak-Anak

Awas, Impetigo Mudah Menular pada Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Luka ringan, bekas gigitan serangga, dan eksim bisa mengembangkan kondisi yang disebut impetigo. Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes yang menginfeksi lapisan luar kulit (epidermis). Impetigo termasuk penyakit menular yang sering menyerang area kulit wajah, lengan, dan kaki. 

Baca Juga: Ini Cara Membedakan Impetigo dengan Cacar Air pada Anak

Impetigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu impetigo primer dan impetigo sekunder. Impetigo primer terjadi ketika bakteri menginfeksi kulit yang sehat. Sedangkan impetigo sekunder terjadi ketika bakteri menginfeksi kulit yang rusak. Bakteri penyebab impetigo biasanya tumbuh subur dalam kondisi panas dan lembap. Penyakit ini bersifat musiman dan memuncak pada iklim yang hangat dan lembap.

Bagaimana Cara Bakteri Menyebabkan Impetigo?

Bakteri penyebab impetigo dapat masuk ke tubuh melalui luka, goresan, gigitan serangga, atau ruam. Penyakit ini dapat ditularkan ketika seseorang menyentuh luka pengidap impetigo atau menyentuh barang-barang seperti handuk, pakaian, atau seprai yang digunakan pengidapnya. Selain menularkan melalui luka dan benda-benda, beberapa orang membawa bakteri Staph di bagian dalam hidung. Orang tersebut bisa terinfeksi hanya ketika bakteri menyebar ke kulit. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan impetigo, yaitu:

  • Hidup di iklim yang hangat dan lembap;
  • Mengidap diabetes;
  • Sedang menjalani dialisis;
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengidap HIV atau lupus;
  • Memiliki kondisi kulit seperti eksim, dermatitis, atau psoriasis;
  • Berjemur atau mendapat luka bakar;
  • Mengalami infeksi gatal seperti kutu, kudis, herpes simpleks, atau cacar air;
  • Mendapat gigitan serangga.

Baca Juga: Ini Benda di Rumah yang Menyebarkan Bakteri Impetigo

Benarkah Balita dan Anak-Anak Mudah Tertular Impetigo?

Impetigo dapat menyerang siapa pun. Kondisi ini paling sering menyerang anak-anak, terutama yang berusia 2-5 tahun. Balita adalah kelompok usia yang rentan mengalami impetigo. Infeksi yang dialami anak-anak juga terlihat berbeda dengan orang dewasa. Pada anak-anak, luka biasanya terlihat  di sekitar hidung, mulut, tangan, kaki, dan di area popok. Alasan mengapa anak-anak rentan mengalami impetigo karena imunitas mereka belum berkembang sempurna.

Selain itu, anak kecil juga rentan menggaruk gigitan serangga atau mengikis kulit, sehingga memungkinkan bakteri masuk ke dalam kulit. Menggaruk secara terus-menerus dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius atau menyebabkan jaringan parut. Maka itu, untuk mencegah komplikasi, ibu perlu menutupi luka dan memotong kuku Si Kecil.

Apabila ibu melihat ada gejala impetigo pada Si Kecil, segera periksakan ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, ibu dapat membuat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu. Jadi, tidak perlu mengantre lama-lama lagi di rumah sakit.

Langkah Pencegahan Impetigo 

Kunci utama mencegah impetigo dengan menjaga kulit tetap bersih. Ketika mendapati luka, goresan, gigitan serangga atau jenis luka lainnya, pastikan untuk segera mencucinya. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah impetigo maupun menghindari penularannya, yaitu:

  • Cuci lembut area yang terluka dengan sabun lembut dan air mengalir;
  • Setelah luka dibersihkan tutupi luka dengan kain kasa;
  • Cuci pakaian, linen, dan handuk setiap hari serta jangan membaginya dengan orang lain;
  • Pakailah sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan sampai bersih sesudahnya;
  • Potong pendek kuku Si Kecil untuk mencegahnya menggaruk luka;
  • Cuci tangan sesering mungkin.

Baca Juga: Si Kecil Alami Impetigo, Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Apabila Si Kecil terkena impetigo, biarkan anak beristirahat rumah sampai dokter memastikan bahwa ia benar-benar sembuh dan tidak berisiko menularkannya ke orang lain.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Impetigo.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Impetigo.