• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Protein
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Awas Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 18 Agustus 2022
Awas Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan ProteinAwas Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Protein

“Terdapat beberapa tanda kalau tubuh sedang kekurangan protein. Salah satunya adalah massa otot yang berkurang, karena protein merupakan makanan utama otot.”

Halodoc, Jakarta - Mau tahu seberapa penting fungsi protein bagi tubuh? Zat yang satu ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, memelihara jaringan tubuh, pengatur metabolisme tubuh, hingga pembentukan sistem imun atau antibodi. Nah, sudah terbayang apa jadinya ketika tubuh kekurangan protein? Pastinya muncul berbagai keluhan pada tubuh.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pria dan wanita membutuhkan sekitar 0,8 gram protein, menurut studi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat. Ketika aktivitas bertambah banyak, mungkin memerlukan sedikit lagi protein.

Hal yang mesti ditegaskan, kekurangan protein bukan cuma tentang munculnya rasa lapar, lelah, dan lemas. Defisiensi protein juga memicu masalah yang jauh lebih serius.

Nah, berikut ini tanda ketika tubuh kekurangan protein, yaitu:

1. Massa Otot Berkurang

Protein merupakan makanan utama bagi otot. Oleh karena itu, berkurangnya massa atau mengecilnya otot menandakan tubuh kekurangan protein. Di samping itu, melemahnya otot atau munculnya nyeri sendi mendadak, menjadi tanda makanan yang dikonsumsi sehari-hari kurang mengandung protein.

Jangan menyepelekan kekurangan protein bagi tubuh meski hanya sedikit (moderat). Kondisi “ringan” ini bisa menyebabkan pengecilan otot, terutama pada orang tua. Tidak percaya?

Menurut studi seperti dilansir dalam Healthline, lansia yang mengasup protein dalam jumlah rendah, berpotensi besar mengalami penurunan massa otot. Hal sebaliknya berlaku, peningkatan asupan protein bisa memperlambat degenerasi otot pada lansia.

2. Sulit Tidur

Sulit tidur bukan cuma disebabkan oleh asupan kafein yang berlebih saja. Ternyata, kekurangan protein pada tubuh juga membuat seseorang kesulitan tidur. Kok bisa? Ingat, otot mengendalikan semua hormon yang diperlukan untuk tidur nyenyak. Nah, kekurangan protein ini bisa berimbas pada ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi tidur.

Menurut sebuah riset, mengonsumsi sebagian besar energi dari protein memperbaiki pola tidur pada orang dewasa, terutama bagi mereka yang mempunyai kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Kerontokan Rambut

Kekurangan protein pada tubuh juga dapat memicu kerontokan rambut. Alasannya jelas, rambut terdiri dari protein yang disebut keratin. Selain itu, protein merupakan pondasi dari semua sel tubuh termasuk juga folikel rambut. Ringkasnya, setiap helai rambut memerlukan asupan protein yang cukup agar tumbuh dengan baik.

Nah, ketika tubuh kekurangan protein maka laju pertumbuhan rambut akan melambat. Tidak cuma itu, folikel rambut juga bermasalah. Oleh sebab itu, jangan heran bila rambut akan rapuh, menjadi tipis, dan mudah rontok.

4. Sistem Imun Menurun

Kekurangan protein membuat tubuh rentan terserang penyakit atau infeksi karena imunitas tubuh menurun. Ingat, protein berperan penting di dalam sistem kekebalan tubuh. Bahkan, kurangnya asupan protein dalam jumlah rendah sudah bisa mengganggu fungsi kekebalan tubuh.

Mau tahu cara kerja protein pada sistem imun? Protein membentuk sel darah putih, antibodi, protein darah, dan berbagai molekul imun, seperti interleukin dan sitokin. Semua molekul ini bekerja sama untuk melawan virus, bakteri, dan hal lainnya yang membahayakan tubuh.

Oleh sebab itu, bagi kamu yang ingin menjalankan diet rendah protein, ada baiknya berpikir dua kali. Rendahnya asupan protein bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Nah, kondisi ini yang membuat seseorang rentan terserang infeksi dan penyakit.

5. Kuku Mudah Patah

Sama halnya dengan rambut, kuku terdiri dari lapisan laminasi protein yang disebut keratin seperti halnya rambut. Andaikan tubuh kekurangan protein, maka kuku akan cenderung mudah rapuh dan patah.  

Tidak hanya itu saja, asupan protein yang buruk menyebabkan bercak putih pada kuku. Bahkan, kekurangan protein juga bisa menyebabkan hangnails (bintil kuku) dan retak.

6. Retensi Cairan

Protein berperan penting untuk menjaga cairan agar tidak berlebihan di dalam tubuh, terutama di kaki dan pergelangan kaki. Cara kerjanya dengan menahan garam dan air di pembuluh darah.

Nah, ketika tubuh kekurangan protein, cairan tersebut dapat meresap ke jaringan sekitarnya sehingga menyebabkan pembengkakan pada kaki. Ada ciri khas seseorang mengalami pembengkakan karena retensi cairan. Contohnya, jika kulit yang bengkak ditekan dengan jari, maka akan tertinggal bekas sidik jari ketika diangkat.

7. Berisiko Mengalami Patah Tulang

Kesehatan tulang bukan cuma dipengaruhi asupan kalsium saja. Awas, kekurangan protein juga bisa melemahkan tulang sehingga risiko patah tulang meningkat. Hal sebaliknya berlaku, makanan dengan menu kaya protein bisa melindungi tulang tubuh.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan protein yang cukup untuk bahan bakar otak dan organ lainnya, tumbuh akan mengambilnya dari tempat lain, termasuk jaringan otot rangka. Nah, tanpa jaringan otot rangka yang kuat, tulang rentan terhadap cedera atau patah.

Nah, sudah tahu kan sederet masalah yang timbul bila tubuh kekurangan protein. Oleh sebab itu, cobalah untuk senantiasa memenuhi asupan protein harian demi tubuh yang sehat dan bugar. 

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar tanda tubuh kekurangan protein, segeralah hubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:
WebMd. Diakses pada 2022. Signs You're Not Getting Enough Protein
Healthline. Diakses pada 2022. 8 Signs and Symptoms of Protein Deficiency.
Health. Diakses pada 2022. 5 Signs You're Not Eating Enough Protein.