• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas Ini Gejala Kanker Darah yang Sering Diabaikan

Awas Ini Gejala Kanker Darah yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas Ini Gejala Kanker Darah yang Sering Diabaikan

“Darah adalah komponen tubuh yang penting karena ia mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Namun saat kanker darah terjadi, maka ia bisa merusak fungsi organ dan menimbulkan beberapa gejala khas. Jenis kanker darah juga cukup beraneka ragam dan metode pengobatan pun bisa berbeda-beda.” 

Halodoc, Jakarta – Darah menyumbang sekitar 8 persen dari berat badan normal dan ia memainkan peran penting dalam bagaimana fungsi tubuh. Ketika kanker terjadi dalam darah, biasanya kondisi ini terjadi akibat reproduksi sel darah putih yang abnormal dan berlebihan. 

Di Amerika Serikat, kanker darah menyumbang sekitar 10 persen dari semua kanker yang didiagnosis setiap tahun. Kanker darah, termasuk leukemia, limfoma, dan myeloma, juga tercatat lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Sementara itu, leukemia anak menyumbang sekitar 25 persen dari semua kanker pada anak-anak.

Baca juga: 6 Kondisi yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Darah 

Gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah bisa bervariasi berdasarkan jenisnya. Namun, ada beberapa gejala khas, di antaranya: 

  • Demam;
  • Panas dingin;
  • Kelelahan;
  • Kelemahan;
  • Sakit tulang dan sendi;
  • Penurunan berat badan.

Pembengkakan kelenjar getah bening, hati, dan limfa juga umum terjadi, dan anemia dapat terjadi pada beberapa jenis kanker ini.

Scott Frederick Huntington, MD, MPH, ahli hematologi Yale Medicine di Departemen Hematologi menyebutkan bahwa beberapa kanker ini dapat menyebabkan gejala, seperti kelelahan parah, penurunan berat badan, keringat malam, atau pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, ada juga beberapa jenis kanker darah lainnya yang mungkin tidak menunjukkan gejala dan perlahan berkembang selama bertahun-tahun.

Penyebab kanker darah memang belum jelas, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah kanker ini. Kamu bisa menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga. Selain itu, untuk memenuhi nutrisi harian, kamu juga bisa konsumsi suplemen yang tersedia di Halodoc. Apalagi dengan layanan antar, kamu jadi tak perlu lagi repot keluar rumah karena pesanan akan tiba di rumah kurang dari satu jam.

Baca juga: Mengapa Kanker Darah Sulit untuk Disembuhkan?

Cara Diagnosis Kanker Darah 

Tergantung jenisnya, cara diagnosis kanker darah bisa berbeda-beda. Berikut ini cara diagnosis berdasarkan jenisnya:

Leukemia

Dokter akan melakukan tes hitung darah lengkap yang dapat mengidentifikasi tingkat abnormal sel darah putih relatif terhadap sel darah merah dan trombosit.

Limfoma

Dokter perlu melakukan biopsi, yang menghilangkan sebagian kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga memesan X-ray, CT atau PET scan untuk mendeteksi pembengkakan kelenjar getah bening.

Myeloma

Dokter akan meminta dilakukan tes hitung darah lengkap atau tes darah atau urine lainnya untuk mendeteksi bahan kimia atau protein yang diproduksi sebagai fungsi perkembangan myeloma. Dalam beberapa kasus, biopsi sumsum tulang, X-ray, MRI, PET, dan CT scan dapat digunakan untuk mengonfirmasi keberadaan dan luasnya penyebaran myeloma.

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Darah

Cara Mengobati

Perawatan akan tergantung pada jenis kanker yang terjadi, usia, seberapa cepat kanker berkembang, dan apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh atau tidak. Selain itu, pengobatan untuk kanker darah telah meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir, banyak jenis kanker ini sekarang sangat dapat diobati. Perawatan umum untuk kanker ini, misalnya: 

  • Kemoterapi

Obat antikanker dimasukkan ke dalam tubuh (melalui suntikan ke pembuluh darah atau terkadang dengan meminum pil) untuk membunuh dan menghentikan produksi sel kanker.

  • Terapi Radiasi

Bentuk pengobatan kanker ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.

  • Terapi yang Ditargetkan

Bentuk pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan yang secara khusus membunuh sel-sel darah ganas, tanpa merusak sel-sel normal. Terapi yang ditargetkan paling sering digunakan untuk mengobati leukemia.

  • Transplantasi Sel Induk

Sel induk yang sehat dapat dimasukkan ke dalam tubuh untuk membantu melanjutkan produksi darah yang sehat setelah terapi untuk menghancurkan sel darah ganas.

  • Bedah Kanker

Perawatan ini melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena untuk mengobati beberapa limfoma.

  • Imunoterapi

Perawatan ini mengaktifkan sistem kekebalan untuk secara khusus membunuh sel kanker.

Setelah beberapa dekade penelitian mendalam mengenai kanker ini, para ahli telah menemukan metode pengobatan dengan hasil yang jauh lebih baik bagi orang-orang dengan kanker darah. Menurut Leukemia and Lymphoma Society, 66 persen orang yang didiagnosis dengan leukemia hidup lima tahun atau lebih. Angka itu naik menjadi 75 persen untuk limfoma non-Hodgkin dan 89 persen untuk limfoma Hodgkin.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 2021. Blood Cancers.
U.S. National Foundation for Cancer Research. Diakses pada 2021. 7 Facts You Need to Know About Blood Cancers.
Yale Medicine. Diakses pada 2021. Blood Cancers.