• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Ini Komplikasi Penyakit Akibat Tifus

Awas, Ini Komplikasi Penyakit Akibat Tifus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh rickettsia atau orientiabacteria. Kamu bisa mendapatkan penyakit tifus dari tungau, kutu, atau kutu yang terinfeksi. Dengan menjaga kebersihan kamu dapat mencegah terjadinya penyakit tifus. Sebab, kondisi ini dapat terjadi di daerah dengan sanitasi dasar buruk atau jika ditularkan oleh hewan yang terinfeksi. 

Sekitar sepuluh persen pengidap tifus dapat mengalami komplikasi yang cukup serius. Komplikasi dapat terjadi saat pengidap terlambat atau tidak diobati dengan antibiotik yang tepat. Komplikasi dapat terjadi tiga minggu setelah infeksi. Bentuk komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan pada saluran pencernaan, infeksi yang menyebar ke jaringan sekitar hingga mengakibatkan usus atau saluran pencernaan jadi robek.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Tipes

1. Gejala Perdarahan Internal

Pengidap tifus yang mengalami perdarahan akan merasakan gejala berupa lemas, kulit pucat, muntah darah, tinja berwarna hitam, denyut jantung tidak teratur, hingga sesak napas. Biasanya perdarahan dalam akibat tifus tidak mengancam nyawa. Meskipun begitu, transfusi darah mungkin dibutuhkan untuk mengganti hilangnya darah dari tubuh. Operasi juga bisa diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada daerah perdarahan. 

2. Saluran Pencernaan yang Robek

Robek terjadi saat dinding isi dari saluran pencernaan terluka hingga membuat lubang. Hal ini mengakibatkan isi dari saluran pencernaan masuk ke rongga perut (peritoneum). Berbeda dari kulit, peritoneum tidak memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi. Oleh sebab itu, akan berbahaya saat bakteri penyebab tifus menyebar hingga peritoneum, atau yang dikenal sebagai peritonitis. 

Dalam situasi ini, infeksi dapat menyebar dengan cepat melalui darah ke berbagai organ lainnya. Akibatnya, berbagai organ dalam tubuh pun bisa berhenti berfungsi. Jika tidak segera ditangani, nyawa bisa menjadi taruhannya.

Tanda utama perforasi adalah sakit perut yang hebat, mual, dan muntah. Di rumah sakit, pengidap peritonitis akan diobati dengan suntikan antibiotik sebelum dilakukan prosedur operasi untuk menutup lubang pada dinding usus. 

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

3. Hepatitis

Gangguan hepatitis mengacu pada kondisi peradangan hati. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi ada kemungkinan penyebab hepatitis lainnya. Ini termasuk hepatitis autoimun dan hepatitis yang terjadi sebagai akibat sekunder dari obat-obatan, racun, dan alkohol. Hepatitis autoimun adalah penyakit yang terjadi saat tubuh membuat antibodi terhadap jaringan hati. 

4. Syok Hipovolemik

Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi saat kamu kehilangan dari 20 persen (seperlima) dari pasokan darah atau cairan tubuh. Kehilangan cairan yang parah ini membuat jantung tidak mungkin memompa darah dalam jumlah yang cukup ke tubuh. 

Syok hipovolemik dapat menyebabkan kegagalan organ. Kondisi ini memerlukan perawatan medis darurat segera.Kondisi ini paling umum terjadi pada anak-anak yang sangat muda dan orang dewasa yang paling rentan.

Pencegahan Tifus Perlu Dilakukan

Tidak ada vaksin yang dapat melindungi kamu dari tifus. Hanya saja terapi yang paling efektif untuk ketiga jenis tifus adalah antibiotik doksisiklin. Dosis tunggal doksisiklin terbukti efektif melawan tifus epidemik. Doksisiklin juga bekerja dengan cepat pada jenis penyakit lain. Untuk penanganan terbaik, cobalah untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika mengalami gejala. 

Kebersihan dasar dapat membantu mencegah terjadinya penyakit ini. Pencegahan sederhana yang dapat dilakukan di antaranya mandi setidaknya dua kali sehari dan mengganti pakaian secara teratur. Kamu juga harus menjaga jarak yang aman dari hewan liar yang diketahui membawa tifus, seperti tikus. Jangan meninggalkan sisa makanan atau sampah lain di halaman, karena bisa menarik perhatian mereka. 

Baca juga: Diagnosis Penyakit Tifus dengan Tes Mikrobiologi, Ini Penjelasannya

Sebagai perlindungan, kamu mungkin memerlukan untuk melakukan penyemprotan  produk-produk pengendalian kutu pada hewan peliharaan yang berbulu dan di halaman. Jangan biarkan hewan peliharaan berbagi tempat tidur.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus.
WebMD. Diakses pada 2020. Typhus.