• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Ini Risiko Mencuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring

Awas, Ini Risiko Mencuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Awas, Ini Risiko Mencuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring

“Sabun pencuci piring tidaklah didesain untuk mencuci tangan karena dibuat khusus untuk menghilangkan minyak yang ada pada alat makan. Mencuci tangan dengan sabun cuci piring justru dapat mengganggu produksi minyak alami kulit. Selain itu, kandungan fosfat dan pemutih pada sabun cuci piring dapat membuat kulit menjadi lebih mudah iritasi.”

Halodoc, Jakarta – Banyak penyakit dapat menyebar dengan cepat akibat kurangnya menjaga kebersihan diri, termasuk menjaga kebersihan tangan. Salah satunya adalah infeksi virus COVID-19 yang menjadi pandemi saat ini. Maka dari itu, pakar di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, merekomendasikan masyarakat untuk mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun cuci tangan dan air mengalir. 

Sayangnya, masih banyak orang yang mencuci tangannya menggunakan sabun pencuci piring. Hal tersebut sebaiknya perlu dihindari, karena ada risiko kesehatan yang mengintai. Terutama bila mencuci tangan menggunakan sabun pencuci piring terlalu sering dilakukan. Wah, kira-kira apa risikonya ya? Yuk simak informasinya di sini!

Baca juga: Ketahui 4 Manfaat Mencuci Tangan dengan Sabun

Berisiko Membuat Kulit Kering

Sebenarnya sabun cuci piring dapat digunakan untuk mencuci tangan sesekali. Namun, sabun tersebut tidaklah didesain untuk mencuci tangan. Bila digunakan secara berlebihan, tentu dapat memicu risiko gangguan kesehatan kulit. Dilansir dari The Healthy, dermatologis Kally Papantoniou, MD, mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun terlalu sering berisiko membuat tangan mudah kering. Sebab, sabun pencuci piring dibuat khusus untuk menghilangkan minyak yang ada pada alat makan. 

Dari situlah, bakteri atau kuman tidak mudah hinggap pada alat makan yang sudah dicuci menggunakan sabun cuci piring. Sedangkan, kulit manusia memproduksi minyak alami yang membuatnya selalu lembab dan tidak kering. Mencuci tangan dengan sabun pencuci piring justru dapat mengganggu produksi minyak alami tersebut.

Risiko tersebut juga didukung oleh pernyataan Barbara Smith, seorang perawat pencegahan infeksi di rumah sakit Mount Sinai Morningside, seperti yang dilansir pada salah satu media daring Amerika Serikat. 

Drinya mengatakan bahwa kandungan fosfat dan pemutih pada sabun cuci piring dapat membuat kulit menjadi lebih mudah iritasi. Akibatnya, kulit pun menjadi lebih mudah kering dari biasanya. Selain itu, kandungan kimia pada sabun cuci piring juga dapat menimbulkan lebih banyak efek samping pada pengidap penyakit kulit eksim. Sebab, pengidap eksim memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang pada umumnya. Maka dari itu, sabun pencuci piring tentu tidak disarankan bila digunakan untuk mencuci tangan secara berlebihan.

Bagaimana Jika Sabun Cuci Tangan Tidak Tersedia?

Dilansir dari laman CDC, mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara terbaik untuk menyingkirkan kuman. Namun, bila sabun dan air tidak tersedia, kamu dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung kadar alkohol setidaknya 60 persen. Penggunaan hand sanitizer dapat dengan cepat mengurangi jumlah kuman di berbagai situasi. Namun, hand sanitizer juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • Tidak dapat menghilangkan segala jenis kuman.
  • Tidak dapat membersihkan tangan secara efektif bila tangan berminyak atau tangan yang kotor, misalnya diakibatkan lumpur. 
  • Penggunaan hand sanitizer juga tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya dari tangan seperti pestisida dan logam berat.

Oleh sebab itu, hand sanitizer sebaiknya digunakan ketika sedang bepergian saja atau ketika situasi memaksa. Bila masih ada air mengalir dan sabun cuci tangan, maka cucilah tangan menggunakan keduanya.

Baca juga: 5 Cara Jitu Menghilangkan Bau Ketiak

Tips Mencuci Tangan yang Efektif

Tangan yang bersih dapat mengurangi risiko penyebaran kuman dari satu orang ke orang lainnya. Nah, agar dapat mencuci tangan dengan baik dan benar, berikut ini adalah langkah yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  1. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir (hangat atau dingin), lalu matikan keran dan gunakan sabun cuci tangan.
  2. Gosoklah tangan hingga busa terbentuk, jangan lupa untuk menggosok punggung tangan, area di antara jari dan di bawah kuku.
  3. Menggosok tangan saat mencuci tangan setidaknya dilakukan selama 20 detik. Apabila kamu butuh penunjuk waktu yang mudah, cobalah nyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’ dari awal hingga akhir, diulang dua kali.
  4. Lalu, bilas tangan dengan baik di bawah air bersih yang mengalir.
  5. Terakhir, keringkanlah tangan menggunakan handuk atau lap bersih.

Nah, itulah penjelasan terkait risiko yang mengintai apabila mencuci tangan terlalu sering menggunakan sabun pencuci piring. Kesimpulannya, sabun pencuci piring mengandung bahan kimia yang dapat dapat membuat kulit kering. Sebab, sabun cuci piring memang didesain khusus untuk membersihkan lemak pada peralatan makan, bukan menghilangkan kuman pada kulit. 

Mulai sekarang, gunakanlah sabun yang memang diperuntukkan untuk mencuci tangan. Penggunaan hand sanitizer juga dianjurkan apabila air mengalir dan sabun cuci tangan tidak tersedia. Menjaga kebersihan, terutama tangan, tentu dapat mengurangi risiko berbagai penularan penyakit serius akibat virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit lainnya.  

Baca juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

Selain rajin mencuci tangan, mengurangi risiko penularan berbagai penyakit juga dapat dilakukan melalui menjaga asupan nutrisi. Salah satunya adalah mengonsumsi vitamin agar nutrisi penting yang diperlukan tubuh dapat selalu terpenuhi.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan vitamin sesuai dengan pilihanmu. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau menunggu berlama-lama di apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

CDC.gov. Diakses pada 2021. When and How to Wash Your Hands
The Healthy. Diakses pada 2021. How Bad Is It to Wash Your Hands with Dish Soap?
NY Magz. Diakses pada 2021. Is It Safe to Use Dish Soap As an Alternative to Hand Soap?
Nakita Grid. Diakses pada 2021. Sambut Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia, Moms Wajib Tahu Risiko Cuci Tangan Pakai Sabun Cuci Piring
NCBI. Diakses pada 2021. Functional assessment of a washing emulsion for sensitive skin: mild impairment of stratum corneum hydration, pH, barrier function, lipid content, integrity and cohesion in a controlled washing test